L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 16 - Dua hati



Rose dan sahara meminta Adrika untuk pergi ke uks sebelum pulang, hal itu ditolak begitu saja oleh Adrika.


"Adrika, sebaiknya kita ke uks dulu sebelum pulang" pinta Adrika


"Iya Adrika, apa yang dikatakan Rose benar, sebaiknya kita pergi ke uks dulu untuk memeriksakan kondisimu sekarang"


"Tidak perlu, sekarang aku sudah baikan. Sebaiknya kita pulang saja"


"Tapi Adrika, kalau kondisimu semakin buruk bagaimana. Kami berdua tidak ingin terjadi sesuatu dengan mu jadi sebaikanya kita ke uks saja dulu" pinta sahara


"Iya Adrika, periksakan dulu kondisimu baru setelah itu kita pulang"


"Aku tidak mau Rose, antarkan saja aku kedepan pintu gerbang"


"Tapi Adrika"


"Aku benar-benar tidak apa-apa sahara, jangan terlalu khawatir begitu. Bukannya kamu ingin pulang, sebaiknya kamu pulang saja sekarang. Bukannya aku mengusir mu sahara. Pasti supirmu sudah lama menunggumu disana,kamu tidak perlu khawatirkan tentangku,aku akan pergi bersama Rose"


"Adrika mengusirku demi perempuan ini, keterlaluan sekali dia. Aku tidak terima diperlakukan seperti ini, demi perempuan yang biasa-biasa saja. Tunggu dan lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk perempuan Kesayanganmu itu Adrika" batin sahara


"Sahara kenapa kamu tersenyum seperti itu???,apa sedang memikirkan sesuatu yang lucu" tanya Adrika


"Tidak apa-apa Adrika, lupakan saja"


"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan"


(Ponsel sahara berdering)


"Halo Pak Opi ada apa???"


"Non ada dimana???, saya sudah berada didepan pintu gebang sekolah"


"Tunggu saja disitu Pak Opi, saya akan segera kesana"


"Baik non, tapi non jangan lama-lama. Soalnya tadi saya ditelepon nyonya untuk segera menjeput non disekolah"


"Iya Pak Opi, tunggu saja dulu situ.Saya akan segera kesana"


"Baik non"


"Apa mama saya mengatakan sesuatu kepada Pak Opi???"


"Nyonya hanya berpesan untuk segera menjeput non disekolah karena malam nanti nyonya mengadakan sebuah pesta"


"Pesta lagi"


"Sepertinya begitu nona, saya hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh nyonya"


"Ya sudah, saya tutup teleponnya dulu Pak. Pak Opi tunggu saja dulu disitu saya masih ada urusan sedikit"


"Siap non"


(Mengakhiri panggilan telepon)


"Mama...mama pesta apa lagi sekarang, buang-buang uang saja" batin sahara


"Sahara telepon dari siapa???" Tanya Adrika


"Dari Pak Opi supir pribadiku, dia sudah menungguku didepan pintu gerbang sekolah kita"


"Sebaiknya kamu pulang, sebelum mama mu khawatir"


"Kamu selalu tau saja tentangku Adrika"


"Sepertinya mereka berdua punya hubungan, Rose kenapa kamu jadi bicara aneh seperti itu bagus dong kalau Adrika sekarang punya pacar jadi dia tidak akan mengharapkan cintamu yang tak terbalaskan untuknya" batin Rose sambil memukul keningnya berkali-kali


"Rose kamu kenapa???" Tanya sahara


"Iya, memangnya aku kenapa???"


"Kamu memukul keningmu berkali-kali, apa itu tidak sakit" sambil memegang kening Rose


"Apa aku melakukan hal itu???"


"Tentu saja, lain kali jangan menyakiti dirimu seperti ini lagi. Aku tidak mau kamu sampai terluka Rose"


"Drama yang membosankan sebaiknya aku segera pergi dari sini sebelum aku semakin membenci kedekatan mereka berdua" batin sahara


Sahara memutuskan untuk pulang lebih dulu.


"Sahara, kamu tidak ingin pulang"


"Iya Adrika, aku akan pulang sekarang. Maaf aku harus meninggalkan kalian berdua disini. Tadi mamaku mengirim pesan kepadaku untuk segera pulang"


"Iya tidak apa-apa, disini sudah ada Rose yang menjaga ku. Lebih baik kamu pulang saja, sepertinya mama mu mengkhawatirkan dirimu"


"Apa!!!, hanya itu yang dikatakan Adrika kepadaku. Kenapa dia tidak mencegahku untuk tidak pulang. Adrika jahat" batin sahara


"Sahara, apa kamu masih mau melamun disini. Bukannya kamu bilang kalau supirmu sudah menunggu didepan pintu gerbang sekolah kita"


"Aku akan pulang Adrika, sampai bertemu besok. Tolong jaga Adrika ya Rose"


"Pasti"


"Iya sudah aku pulang dulu"


"Hati-hati dijalan"


"Pasti, maaf ya aku harus pulang lebih dulu"


"Iya tidak apa-apa"


"Aku pulang ya Adrika, cepat sembuh jangan sakit-sakit lagi" pinta sahara


"Siap"


"Aku pulang Rose, tolong jaga Adrika untukku"


"Hati-hati dijalan, aku akan selalu menjaga bayi ini. Kamu tenang saja"


"Bayi???, aku bukan bayi Rose"


"Kalau bukan bayi terus apa???"


"Aku itu sayap pelindungmu"


"Sayap pelindung???, seperti judul lagu saja"


"Lebih lama aku disini lebih sakit hati saja jadinya, aku harus secepatnya pergi dari sini"


(Ponsel sahara berdering lagi)


"Sahara, ponselmu berbunyi pasti Pak Opi yang meneleponmu"


"Iya Adrika"


"Ponselmu berdering pasti itu telepon dari Pak Opi"


"Sebaiknya kamu angkat dulu teleponnya sebelum pergi sahara"


"Tidak, aku lansung pergi saja sekarang. Sampai bertemu besok pagi"


"Baiklah"


Sahara pergi menuju gerbang sekolah untuk bertemu Pak Opi supir pribadinya itu. Tak berapa lama ponsel milik sahara berdering kembali.


"Halo Pak Opi, sahara masih dijalan tunggu saja disitu"


"Sayang ini mama bukan Pak Opi"


"Mama"


(Sahara melihat layar ponsel miliknya)


"Apa kamu masih disekolah sayang???"


"Iya ma, tadi ada pelajaran tambahan jadi pulangnya sedikit terlambat"


"Apa sudah selesai???"


"Sudah ma, ini sahara mau pulang. Memangnya ada apa mama menelepon sahara???"


"Nanti malam kita harus pergi"


"Mau pergi kemana ma???"


"Siap-siap saja dulu, nanti juga kamu akan tau"


"Apa mama mengadakan pesta lagi???"


"Dari mana kamu tau kalau mama akan mengadakan pesta???"


"Pak Opi yang kasih tau sahara"


"Opi si mulut besar itu, kenapa dia harus memberitahukan sahara kalau saya akan mengadakan pesta" batin ibu Rastina


"Ma...mama"


"Iya sayang, kenapa???"


"Sebaiknya jangan adakan pesta lagi ma"


"Memangnya kenapa sayang???, bukannya kamu suka sekali pesta"


"Iya ma, sahara memang suka sekali pesta tapi untuk kali ini sahara tidak terlalu menyukainya ma"


"Kenapa???, semuanya sudah mama persiapkan jadi tidak mungkin mama membantalkannya begitu saja"


"Apa pesta ini sangat penting ma???"


"Sangat penting sayang,ini semua demi kebaikan kamu juga"


"Kebaikan yang seperti apa ma???"


"Mama tidak bisa menjelaskannya sekarang sayang, mama sedang sibuk mempersiapkan pestanya jadi mama harap kamu bisa menghadiri pesta ini tanpa ada kesibukan apa pun. Luangkan waktu mu untuk menghadiri pesta"


"Akan sahara usahakan ma, akhir-akhir ini sahara sedang sibuk"


"Mama tidak mau tau, sesibuk apa pun kamu harus tetap hadir. Jangan kecewakan mama sayang"


"Iya..iya.."


"Ya sudah, mama tutup dulu teleponnya. Mama sudah menyiapkan pakaian untukmu nanti malam, mama menyimpannya didalam kotak berwarna merah muda dan sepatunya juga ada disitu. Kamu harus memakainya"


"Iya ma"


"Baiklah, sampai jumpa nanti malam"


"Pestanya dimana ma???"


"Hotel baru kita"


"Iya, sahara akan kesana sekarang"


"Jangan lupa, jam 08:00 malam"


"Iya ma"


"Ya sudah mama tutup teleponnya sekarang"


"Iya ma"


"Jangan lupa sayang,kamu harus datang kepesta itu jangan sampai tidak"


"Iya ma, sahara akan pergi ke pesta itu"


"Jangan sampai mengecewakan mama sayang"


"Iya"


"Jangan kecewakan mama sayang"


"Tidak akan ma, mama percayakan sama sahara"


"Mama ingat janjimu itu, jangan kecewakan mama"


"Iya ma"


"Baiklah"


Sahara mengakhiri panggilan teleponnya.