L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 30 - Maaf Rose



Adrika sangat senang karena Rose mengangkat telepon darinya. Secara sembunyi-sembunyi Adrika menelepon Rose.


"Halo Rose"


"Kenapa suaramu sangat kecil sekali, apa terjadi sesuatu Adrika???"


"Aku diam-diam meneleponmu Rose, maafkan atas perbuatan orang tuaku kepadamu. Aku tidak menyangka orang tuaku melakukan hal melakukan seperti itu"


"Adrika, kita lupakan saja kejadian yang tadi. Rose tidak apa-apa"


"Apa kamu yakin Rose, firasatku mengatakan kalau kamu sangat sedih akan hal itu. Rose maafkan aku karena tidak mendengarkan apa yang kamu katakan, kalau aku menuruti perkataanmu hal seperti ini tidak akan pernah terjadi. Maafkan aku Rose"


"Sudahlah Adrika, Rose tidak apa-apa jangan merasa bersalah akan hal ini. Semua pasti ada jalan keluarnya hanya saat ini tante Ghania hanya salah paham saja"


"Apa kamu tidak kecewa atas apa yang telah dilakukan oleh orang tuaku???"


"Tidak sama sekali Adrika, hanya saja untuk saat ini kita tidak perlu bertemu"


"Kenapa seperti itu, aku tidak akan bisa melakukan nie Rose. Sehari tidak bertemu dengamu saja aku sudah Merindukanmu jadi Jangan memintaku untuk tidak menemui mu Rose"


"Bukannya aku melarangmu untuk bertemu denganku, hanya saja situasi saat ini tidak begitu bagus jadi turuti saja apa yang Rose katakan"


"Tapi Rose..."


"Adrika, hanya untuk beberapa hari saja. Rose akan meyakinkan kalau apa yang dikatakan tante Ghania itu semuanya salah paham jadi mengertilah dengan keputusanku ini"


"Baiklah Rose, tapi bagaimana jika aku Merindukanmu sedangkan kita tidak bisa bertemu"


"Jangan putus asa seperti itu, kita masih bisa bertemu ditempat persembunyian kita"


"Kamu benar juga, tapi bagaimana kalau ada yang mengawasi kita"


"Itu soal gampang, kita bisa mencari tempat yang baru lagi"


"Iya juga, kamu sangat cerdas sekali Rose. Tidak heran kalau kamu selalu juara disekolah, andaikan aku bisa sepertimu pasti tidak akan terjadi hal seperti ini"


"Adrika, ini semua tidak ada hubungannya dengan hal ini. Aku bisa seperti itu karena aku harus mempertahankan beasiswa ku"


"Sudah beberapa kali aku ingin membantu mu membayarkan biaya sekolahmu tapi kamu tetap saja menolaknya, aku kasihan melihatmu seperti ini Rose. Apa aku tidak bisa menolongmu sekali saja"


"Adrika kalau sampai kamu melakukan hal itu, apa yang tante Ghania katakan kepadaku semuanya benar kalau aku mendekati mu hanya karena yang. Apa itu yang ingin kamu lakukan"


"Tentu saja tidak Rose, aku bisa membantu mu tanpa ketahuan"


"Caranya???"


"Itu..."


"Adrika jangan memaksakan dirimu seperti itu, Rose bisa melakukannya jadi jangan membuatmu menderita"


"Rose, membantumu tidak akan membuatku menderita justru melihatmu seperti ini membuatku menderita"


"Percaya Adrika, Rose pasti bisa mengatasi ini semua"


"Iya, Adrika yakin Rose bisa melakukannya"


"Adrika buka pintunya, kamu sedang bicara dengan siapa. Cepat buka pintunya sebelum mama membukanya secara paksa Adrika"


"Sepertinya tante Ghania memanggilmu Adrika, sebaiknya kita akhir saja sebelum hal buruk tejadi kepadamu"


"Tapi Adrika masih ingin berbicara denganmu Rose"


"Lain kali kita bisa melanjutkannya lagi"


"Tapi..."


"Sudahlah dulu Adrika, Rose ada urusan"


"Tunggu dulu Rose"


"Adrika apa kamu tidur???, cepat buka pintunya jangan membuat mama bertambah marah Adrika"


"Iya ma, Adrika buka pintunya sekarang"


"Cepat Adrika, jangan menbuat mama menunggumu"


"Mama bisanya menganggu saja"


"Adrika, apa yang kamu katakan"


"Tidak ada ma, Adrika akan buka pintunya sekarang"


Setelah mengakhiri panggilan telepon dari Adrika, Rose pergi menuju rumah kayran untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.


"Sebaiknya aku pergi sekarang untuk mencari tau apa yang sebenarnya tejadi"


Karena kondisinya saat ini begitu lemah, kayran memutuskan untuk kembali beristirahat dikamarnya.


"Aduh, kenapa aku mengantuk sekali. Padahal tadi pagi baik-baik saja. Apa yang sebenarnya terjadi kepadaku"


"Apa semuanya baik-baik saja, rumah ibu Tita tampak sepi"


Disisi lain Adrika sedang diinterogasi oleh mamanya.


"Adrika, katakan yang sejujurnya apa tadi kamu menelepon perempuan itu???"


"Jangan berbohong Adrika semuanya sudah terlihat dengan jelas bahwa tadi kamu sedang menelepon seseorang pasti kamu menelponnya kan. Ayo jawab dengan jujur apa yang mama katakan itu benar"


"Iya ma, memang tadi Adrika menelepon Rose"


"Sudah mama duga, serahkan Ponselmu itu. Mama tidak ingin kamu menghubunginya lagi"


"Mama tidak perlu mengambil ponsel milikku karena untuk saat ini Adrika tidak akan bertemu Rose lagi"


"Kamu ingin mama percaya bahwa apa yang kamu katakan saat ini adalah kebenaran"


"Kalau mama tidak percaya ya sudah, percuma saja kalau Adrika memastikannya. Tetap saja mama tidak percaya dengan apa yang Adrika katakan"


"Untuk kali ini mama akan percaya dengan semua yang kamu katakan, tapi ingat satu hal kalau sampai kamu melakukan kesalahan lagi dan diam-diam menemui perempuan itu, mama akan memindahkan sekolahmu keluar negeri"


"Mama lihat saja nanti, Adrika tidak akan mengecewakan mama"


"Ok, kita lihat saja nanti"


"Syukurlah mama percaya dengan apa yang aku katakan, kalau seperti ini aku pasti bisa bertemu Rose secara sembunyi-sembunyi" batin Adrika


"Adrika, tidak semudah itu mama akan percaya dengan semua yang telah kamu katakan. Kita lihat saja apa yang akan mama lakukan kalau sampai kamu melanggar semuanya" batin tante Ghania


Dengan perlahan Rose mengetuk pintu rumah itu tapi tidak ada satu orang pun yang membukakan pintu.


"Permisi, apa ada orang dirumah????"


"Siapa lagi orang yang menganggu waktu istirahat ku, apa kak Sean kembali lagi kesini tapi tidak mungkin karena suaranya terdengar seperti perempuan. Apa mama sudah pulang???, memangnya sekarang sudah jam berapa???"


Kayran melihat jam diponselnya, Rose terus saja mengetuk pintu itu tetapi tetap saja tidak ada seorangpun yang membukakan pintu.


"Sepertinya ibu Tita tidak ada dirumah, sebaiknya aku pulang saja. Malam nanti aku akan kembali kesini lagi"


"Baru jam 17:30, sebaiknya aku telepon mama saja kira-kira mama akan pulang jam berapa"


Kayran menelepon mamanya untuk menanyakan kapan mama nya akan kembali kerumah.


"Halo ma"


"Ada apa sayang???"


"Nanti pulang jam berapa??"


"Mama akan menginap dirumah tante mu sayang, apa kamu sudah lupa"


"Oh iya, kenapa kayran bisa lupa"


"Sayang apa semuanya baik-baik saja, sepertinya kamu tampak tidak sehat. Apa kamu sedang tidak enak badan sayang????"


"Kayran baik-baik saja, mama tidak perlu khawatir"


"Apa kamu yakin???"


"Yakin ma, sekarang kayran sudah besar jadi mama tidak perlu khawatir. Kayran bisa mengurus diri"


"Sekarang anak mama bisa mandiri juga, mama bangga sama kamu sayang"


"Akhirnya mama bisa mengakuinya"


"Mama senang sayang, akhirnya kamu bisa berubah"


"Berubahnya seseorang tergantung dari kemauan orang itu sendiri dan sekarang anakmu yang menyebalkan ini sudah merubah dirinya"


"Sayang, kamu sama sekali bukan anak yang menyebalkan. Mama yang membuatmu menjadi seperti ini karena terlalu sibuk dengan dunia mama sendiri"


"Mama melakukan hal itu semua untuk kebahagiaan kayran juga. Maafkan kayran selalu menyusahkan mama selama ini"


"Kayran, tidak menyusahkan mama sama sekali justru mama yang selalu menyusahkan mu sayang"


"Ma, cepat kembali kayran tidak suka sendirian dirumah"


"Iya sayang, mama akan segera kembali"


"Kayran sayang mama"


"Mama juga sayang kamu"


"Sudah dulu ma, kayran ingin istirahat lagi"


"Tunggu dulu sayang"


"Ada apa ma???"


"Apa kamu sudah bertemu dengannya????"


"Bertemu siapa ma???"


"Tetangga samping rumah"


"Untuk apa ma????"


"Mama sudah menitipkan pesan kepadamu, apa kamu sudah lupa sayang"


Kayran berpikir sejenak dan memulai mengingat apa pesan yang telah disampaikan kepadanya saat itu.