L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 18 - Izinkan aku



Sementara itu Rose tampak sibuk mengumpulkan bagian-bagian sepedanya yang telah rusak parah itu. Adrika ingin sekali membantu Rose tetapi Rose menolaknya begitu saja karena kondisi Adrika yang kurang sehat.


"Rose, aku bantu ya"


"Tidak perlu Adrika sebentar lagi selesai kok"


"Tapi Rose, aku kasihan melihatmu membereskan itu semu jadi biarkan aku membantumu agar lebih cepat selesai. Mau ya Rose"


"Jangan, kondisi mu masih lemah Adrika jadi biarkan aku saja yang melakukannya"


"Iya sudah"


Rose melanjutkan pekerjaannya mengumpulkan bagian-bagian sepeda yang terlepas. Sandara masih saja terus mengawasi keduanya.


"Apa!?!!!, jadi yang meminumnya bukan Rose tetapi Adrika. Sial salah sasaran kenapa Adrika yang harus menanggung semua akibatnya, tapi biarkan saja ini akan menjadi rencana yang sangat bagus untuk memisahkan keduanya. Hahaha, kamu memang pintar Sandara"


Tak berapa lama terdengar suara mobil yang ingin memasuki gerbang sekolah.


"Adrika sepenuhnya jemputanmu sudah tiba, ayo aku antarkan kamu kesana"


"Itu bukan mobil jemputan ku Rose jadi selesaikan saja dulu pekerjaanmu"


"Dari mana kamu tau kalau itu bukan mobil jemputanmu Adrika"


"Aku sudah hafal dengan suara mobilku Rose, jadi kamu percaya saja padaku kalau itu bukan mobil yang akan menjemputku. Sepertinya aku sangat mengenali suara mobil itu"


"Maksudmu???"


"Itu pasti mobil jemputan sahara"


"Dari mana kamu seyakin itu Adrika"


"Dulu waktu aku sering pulang bersama sahara karena rumah kami berdekatan"


"Jadi dugaanku benar kalau dulu mereka berdua punya hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan biasa" batin Rose


"Rose...Rose, kamu kenapa melamun"


"Iya Adrika"


"Kenapa kamu melamun kalau seperti ini bagaimana bisa selesai dengan cepat"


"Ini juga mau selesai kok"


Ternyata dugaan Adrika benar bahwa mobil itu adalah mobil jemputan sahara.


"Non sahara"


"Pak Opi, sahara disini"


"Baik non"


Adrika menyapa sahara yang baru saja keluar dari tempatnya berada.


"Sahara"


"Adrika, kenapa dia masih disini???"


"Non sahara, mau pulang sekarang???"


"Tunggu disini sebentar saya mau bertemu teman dulu"


"Baik non, Pak Opi cari tempat parkiran dulu"


"Iya Pak"


Sahara menghampiri Adrika dan Rose.


"Adrika, kenapa masih disini???"


"Jemputannya belum datang jadi aku dan Rose me menunggu disini dulu"


"Oh begitu, Rose sepedamu kenapa???"


"Aku juga tidak tau sahara, tiba-tiba saja sepedanya sudah rusak parah seperti ini"


"Yang sabar ya Rose, pasti nanti pelakunya akan ketahuan"


"Aku tidak mempermasalahkan hal itu, yang ingin aku tau adalah kenapa orang itu merusak sepedaku seperti ini"


"Kamu hanya ingin tau apa motifnya merusak sepeda dan kamu tidak ingin melaporkan kejahatannya"


"Aku tidak ingin memperpanjang masalah sahara"


"Ini yang aku suka darimu Rose, kamu itu orangnya sangat baik" jawab Adrika


"Jadi ini alasan kenapa Adrika bisa menyukai Rose. Aku kira apa, hanya segitunya saja aku juga bisa melakukannya Adrika" batin sahara


"Tuh kamu lihat sendiri, sahara melamun lagi kan"


"Sudah Adrika jangan diganggu"


"Ok bos"


Pak Opi menghampiri sahara dan memintanya untuk segera pulang.


"Non sahara"


"Iya Adrika"


"Ini Pak Opi non bukan tuan Adrika"


"Maaf Pak Opi, ada apa???"


"Nyonya meminta non sahara segera pulang"


"Iya Pak, tunggu sebentar lagi saya belum selesai"


"Tapi non, nyonya akan marah besar kalau non sahara tidak pulang secepatnya"


"Benar apa yang dikatakan Pak Opi sahara, sebaiknya kamu pulang saja"


"Iya Adrika, aku pulang sekarang"


"Apa yang dikatakan Adrika pasti sahara akan menuntutnya, sepertinya dugaanku benar mereka berdua dulu punya hubungan. Rose kenapa kamu bisa bicara aneh seperti ini lagi itu semua urusan pribadi Adrika kenapa kamu harus ikut campur, dasar Rose" memukul keningnya


"Rose sudah berapa kali aku katakan kepada mu jangan memukul keningmu seperti itu" mengelus kening Rose


"Ini pasti hanya caranya untuk selalu mendapatkan perhatian Adrika, memuakkan sekali dasar perempuan murahan. Kenapa Adrika bisa suka perempuan seperti dia, dasar Adrika mudah sekali dipengaruhi" batin sahara


"Non sahara, mau berapa lama lagi Pak Opi harus menunggu. Nyonya berkali-kali menelepon Pak Opi"


"Kita pulang sekarang Pak"


"Baik non, Pak Opi tunggu dimobil ya non. Jangan lama-lama"


"Iya Pak"


"Sepertinya kamu harus pulang sekarang sahara"


"Iya Adrika, aku harus pulang sekarang. Maaf aku tidak bisa mengobrol lebih lama lagi"


"Tidak apa-apa, jangan dipikirkan. Aku dan Rose sebentar lagi akan pulang kok. Iya kan Rose"


"Iya Adrika"


"Ok"


"Cepat sembuh ya Adrika"


"Pasti, hati-hati dijalan"


"Iya, pulang dulu Rose. Tolong jaga Adrika untuku"


"Tentu, hati-hati dijalan"


Sahara menghampiri Pak Opi yang sudah menunggunya.


"Sudah selesai non urusannya"


"Sudah Pak"


"Pulang sekarang atau non sahara mau pergi kesuatu tempat dulu"


"Saya tidak akan pergi kemana-mana Pak, kita pulang saja. Saya sangat lelah hari ini, ingin cepat beristirahat saja dirumah"


"Baik non"


Pak Opi membawa sahara pulang kerumahnya. Adrika mulai menggoda Rose lagi.


"Rose, sahara sudah pulang"


"Terus"


"Kita hanya berdua disini"


"Terus"


"Kok terus...terus sih, tidak ada yang ingin kamu katakan kepadaku"


"Tidak ada"


"Dasar perempuan cuek"


"Memang"


"Kamu itu ya" mencubit pipi Rose


"Adrika, jangan lakukan lagi"


"Kenapa???, aku sangat menyukainya"


"Hal seperti ini hanya menyakiti saja Adrika"


"Sakit ya"


"Masih tanya lagi"


"Apa sudah selesai dibereskan???"


"Sudah semuanya"


"Apa kamu yakin???"


"Aku yakin Adrika, semuanya sudah aku bereskan"


"Pastikan sekali lagi pasti ada beberapa barang yang belum kamu bereskan"


"Iya, akan aku periksa sekali lagi"


"Gitu dong"


"Bawel"


"Kamu bilang apa tadi???"


"Hari ini sangat panas sekali apa kamu ingin aku belikan minuman sepertinya kamu sangat kehausan"


"Sepertinya yang kamu katakan tidak sepanjang itu, ayo katakan sekali lagi apa yang kamu katakan tadi aku ingin mendengarkannya sekali lagi"


Rose mengalihkan pembicaraannya agar Adrika tidak memintanya untuk mengulang apa yang dikatakannya.


"Sepertinya itu mobil jemputanmu Adrika"


"Rose jawab saja dulu apa yang aku tanya kenapa sekarang kamu mengalihkan pembicaraan seperti ini"


"Tapi Adrika itu memang mobil yang menjemputmu"


"Iya aku tau itu, tapi itu tidak ada hubungannya dengan apa yang sedang aku tanyakan kepadamu Rose"


"Sudahlah Adrika lupakan saja apa yang aku katakan lagi sebaiknya aku membantumu berjalan menuju mobilmu"


"Tapi bagaimana dengan sepedamu???"


"Aku akan membawanya setelah aku mengantarkanmu"


"Jangan"


"Kenapa???, itu sepedaku"


"Biarkan Pak Dhaya yang membawakannya"


"Tidak perlu, aku bisa membawanya Adrika. Jangan menyusahkan supirmu seperti itu"


"Itu sudah menjadi tugasnya Rose"


"Iya aku tau kalau aku bosnya, tapi dia itu supir pribadimu kan. Jadi itu sudah menjadi urusanmu bukan urusanku"


"Kamu itu memang keras kepala ya Rose, dibantu kamu malah menolaknya"


"Terimakasih atas bantuannya, tapi sepeda itu miliku jadi biarkan aku saja yang membawanya"


"Terserah kamu saja"


Pak Dhaya tampak panik melihat majikan tidak berdaya seperti itu.


"Tuan Adrika, tuan kenapa bisa seperti ini???. Apa nyonya tau tentang kondisi tuan Adrika"


"Biarkan saya masuk dulu Pak, tolong bukakan pintunya"


"Baik tuan"


Adrika sudah berada didalam mobil. Adrika meminta Pak Dhaya untuk menunggu Rose mengambil sepedanya.


"Kita pulang sekarang tuan"


"Tunggu teman saya dulu Pak"


"Memangnya non cantik itu mau kemana tuan"


"Mengambil sepedanya"


"Apa dia akan pulang bersama kita tuan???"


"Tunggu dan lihat saja Pak, jangan bertanya lagi saya ingin istirahat dulu"


"Baik tuan"


Untuk sesaat Adrika memejamkan kedua matanya.