
Karena begitu penasaran dengan penghuni barunya, kayran bangun lebih pagi untuk mencari tau siapa sebenarnya orang itu.
"Aku harus tau siapa penghuni baru rumah itu, kalau memang kelakuannya sama seperti penghuni sebelumnya aku harus melakukan sebuah rencana untuk segera mengusirnya dari rumah itu"
"Kayran kamu bangun lebih pagi"
"Iya ma, mama dari tadi disini"
"Tidak, kamu lagi lihat apa kayran???"
Kayran bepura-pura mencari kesibukan supaya ibunya tidak mencurigai apa yang sebenarnya ia lakukan sepagi ini.
"Kayran lagi belajar ma, soalnya pagi ini kayran ada ulangan"
"Akhirnya anak mama rajin juga, mama suka melihat kamu seperti ini sayang. Setelah belajar kamu mandi dan setelah itu sarapan"
"Siap ma, kayran lanjut belajar lagi ya"
"Iya sayang, nanti kesekolah mau pergi naik apa???"
"Pergi pakai sepeda saja ma"
"Sepeda????, kamu yakin sayang"
"Iya ma, memangnya kenapa???"
"Bukannya kamu pernah bilang sama mama kalau kamu tidak suka pergi menggunakan sepeda karena telalu lelah jika mengayuh sepeda sampai kesekolah"
"Itu kan dulu ma, sekarang kayran mau jadi anak yang mandiri dan tidak ingin menyusahkan mama lagi"
"Apa yang dikatakan Rose benar juga, akhirnya kayran bisa sedikit berubah"
"Maksud mama berubah apa???, mama lagi membicarakan siapa???"
"Tidak ada apa-apa kayran, lanjutkan saja belajarnya mama mau menyiapkan keperluan kamu dulu"
"Iya ma"
"Mau mama ambilkan sesuatu untuk kamu minum kayran"
"Tidak perlu ma, sebentar lagi kayran selesai belajarnya"
"iya sudah, kalau begitu mama pergi dulu"
"Ok ma"
Dilain tempat Rose tampak sibuk menyiapkan beberapa perlengkapan sekolah yang dipelukan.
"Apa lagi ya kurang???, sepertinya semuanya sudah"
Setelah ibunya pergi kayran mulai melanjutkan penyelidikannya.
"Untung saja mama tidak curiga, kalau sampai mama curiga habislah aku. Tapi kenapa penghuni baru itu tidak keluar juga dari rumahnya padahal hari sudah mulai pagi"
Beberapa saat kayran terus menunggu pergerakan yang ada dirumah itu tapi tetap saja tidak terlihat aktivitas sedikit pun pada akhirnya kayran menyerah karena terdengar panggilan dari ibunya.
"Kemana saja orang itu, kenapa dari tadi tidak keluar juga"
"Kayran sayang"
"Iya ma, ada apa???"
"Mama sudah siapkan air hangatnya sebaiknya kamu mandi dulu sayang"
"Sebentar lagi ma, kayran masih belajar"
"Jangan lama-lama ya sayang, nanti air nya jadi dingin"
"Siap ma, sebentar lagi kayran selesai"
"Kalau sudah mandi dan bersiap langsung ke ruang makan ya sayang,mama sudah siapkan sarapan kesukaan kamu"
"Iya ma, ini juga kayran mau mandi. Tapi kayran beres-beres buku dulu"
"Ok, mama tunggu diruang makan"
"Siap ma"
Kayran tampak kecewa karena penyelidikannya berakhir tanpa hasil apa pun. Walaupun begitu kayran tidak putus asa dan terus dengan rencananya untuk mencari tau siapa penghuni baru itu.
"Sepertinya penyelidikan kali ini gagal total kalau seperti ini akan aku lanjutkan nanti saja sepulang sekolah karena waktunya sangat panjang. Kalau aku terus memaksakan diri pasti hasil tidak akan bagus"
"Sayang, apa kamu sudah mandi"
"Belum ma, ini kayran mau mandi"
"Jangan lama-lama sayang, nanti air hangatnya jadi dingin lagi"
"Iya ma, ini kayran mau mandi"
"Mandinya yang cepat ya sayang, nanti kamu bisa terlambat pergi kesekolahnya"
"Ok ma"
Kayran pergi kekamar mandi dan tak berapa lama Rose keluar dari dalam rumahnya.
"Apa semuanya sudah aku masukan kedalam tas ya???, kalau sampai ada barang yang tertinggal akan sulit untuk mengambilnya lagi. Lebih baik aku periksa sekali lagi"
Rose memeriksa barang bawaannya dan ternyata semuanya sudah dimasukkan kedalam tas miliknya.
"Syukurlah semuanya sudah siap, sebaiknya aku pergi sekarang saja untuk mempersingkat waktu supaya cepat sampai ke sekolah"
Rose mengeluarkan sepeda kesayangannya itu dan bersiap pergi kesekolah karena beberapa hari ini dirinya tidak masuk sekolah.
"Kayran sayang"
"Iya ma"
"Apa sudah siap-siap???"
"Sudah ma, ini kayran langsung menuju keruang makan"
"Baiklah"
Setelah mengetahui kayran sudah menyiapkan dirinya ibu nya kembali ke ruang makan menunggu kehadiran anak kesayangannya itu. Dan tak berapa lama kayran keluar dari kamarnya.
"Maaf ma, kalau mama lama menunggu kayran"
"Tidak apa-apa sayang, ayo duduk dan sarapan dulu sebelum pergi kesekolah"
"Iya ma"
"Mau makan yang mana sayang"
"Kayran bisa mengambilnya sendiri ma, mama nikmati saja sarapan paginya"
"Baiklah kalau itu mau kamu sayang, kalau perlu sesuatu kasih tau mama akan mama ambilkan"
"Ini sudah cukup ma"
Ibunya hanya bisa tersenyum melihat perubahan anak kesayangannya itu.
"Tidak ada apa-apa sayang"
"Terus kalau tidak ada apa-apa kenapa mama tersenyum seperti itu"
"Mama hanya sedang bahagia saja sayang"
"Bahagia karena rumah tua itu sudah terjual ya ma"
"Bukan soal itu sayang"
"Terus mama bahagia karena apa???"
"Hanya bahagia saja sayang"
"Tidak terjadi sesuatu kan ma"
"Maksud kamu apa sayang???"
"Tidak ada apa-apa ma hanya memastikannya saja"
"Mau memastikan apa sayang????"
"Tidak jadi ma"
"Kenapa???"
"Kayran lupa mau bicara apa lagi"
"Iya sudah, ayo habiskan sarapannya dulu"
"Mama mau kemana???"
"Keluar sebentar"
"Untuk apa ma???"
"Mau memberikan sarapan ini untuk tetangga baru kita sayang. Sepertinya dia belum sempat membeli barang-barang perlengkapan dapur jadi mama pikir pasti dia belum sarapan"
"Penghuni rumah itu pasti banyak kan ma jadi kenapa harus repot-repot segala, mereka kan bisa pesan makanan"
"Banyak dari mana maksud kamu sayang"
"Penghuni rumah itu banyak kan ma"
"Tidak sayang, penghuninya cuma satu orang saja dan dia juga anak yatim piatu jadi mama mau memberikannya sarapan. Pasti dia belum sarapan"
"Jadi penghuninya cuma satu saja, aku kira penghuni rumah itu beberapa orang" berbicara didalam hati
"Kayran kamu kenapa diam begitu, apa kamu sudah bertemu dengan tetangga baru kita sayang"
"Belum ma"
"Mama kira kamu sudah bertemu dengannya, dia itu anak yang sangat baik jadi mama harap kamu bisa akrab dengannya"
"Akan kayran usahakan ma"
"Dia juga pernah sekolah ditempatmu bersekolah sayang, jadi kalau kamu kesulitan dalam pelajaran kamu bisa meminta bantuannya"
"Mama bilang begitu kepadanya???"
"Iya sayang, apa mama salah dalam bicara seperti itu kepadanya"
"Tidak ma"
"Iya sudah mama mau mengantarkan sarapan ini dulu, kamu lanjutkan saja sarapannya"
"Tunggu dulu ma??"
"Iya kayran kenapa???"
"Sepertinya dia sudah pergi ma"
"Dari mana kamu tau kalau dia sudah pergi sayang"
"Pagar rumahnya terkunci jadi mungkin saja dia sudah pergi"
"Apa dari tadi kamu mengawasi rumah itu sayang???"
"Kenapa mama bisa bicara seperti itu???"
"Mama hanya menebak saja sayang, kamu marah ya"
"Untuk apa kayran harus marah ma, kayran tidak melakukan hal yang aneh-aneh. Mama kan sudah lihat kalau tadi itu kayran sedang belajar jadi untuk apa kayran harus repot-repot mencari tau siapa penghuni baru rumah itu"
"Benar juga ya, nanti juga kamu akan bertemu dengannya"
"Apa dia seumuran kayran ma????"
"Dia lebih tua beberapa tahun dari kamu sayang"
"Memangnya dia masuk sekolah ma???"
"Masih sayang"
"Kelas berapa ma???"
"Kalau itu lupa sayang, yang jelas sekarang dia sudah SMA tapi mama lupa kelas berapa???"
"Apa dia laki-laki???"
"Nanti juga kamu tau seperti apa orangnya"
"Maksud mama???"
"Bahasnya nanti saja, habiskan sarapannya dulu. Setelah itu pergi kesekolah bukannya kamu bilang sama mama kalau hari ini kamu ada ulangan"
"Mama ingat saja apa yang tadi aku katakan" berbicara didalam hati
"Kayran...kayran Adiputra kenapa melamun sayang, cepat habiskan sarapannya"
"Iya ma..iya ini juga sudah mau selesai kok"
"Sayang"
"Iya ma"
"Apa kamu yakin pergi kesekolahnya naik sepeda???"
"Yakin kok ma, memangnya kenapa????. Ada yang salah ya???"
"Tidak ada, iya sudah hati-hati dijalan"
"Pasti ma, kayran sudah selesai sarapan. Kalau begitu kayran pergi kesekolah dulu"
"Iya sayang"
Setelah sarapan kayran pergi kesekolah menggunakan sepeda miliknya.