
Rose mengetuk pintu rumah ibu Tita dan berharap seseorang akan membukakan pintu itu untuknya.
"Assalamu'alaikum, apa ada orang dirumah"
"Siapa lagi yang mengangguku"
"Permisi, ibu Tita ini Rose. Apa ibu ada didalam"
"Rose???, aku tidak asing dengan nama itu"
"Ibu Tita, Rose kesini hanya ingin mengambil barang-barang yang ibu Tita berikan"
"Aku baru ingat sekarang, pasti dia tetangga baru itu aku harus bertemu denganya sekarang. Aku jadi pensaran seperti apa perempuan itu"
Dengan penuh semangat kayran melangkahkan kakinya menuju ke pintu depan untuk menemuinya.
"Tunggu dulu, kenapa aku bersemangat sekali. Bukannya rencana awal aku harus mengusirnya pergi dari sini"
"Ibu Tita, apa ada didalam. Ini Rose buk"
"Jalannya pelan-pelan saja tidak perlu terburu-buru, biarkan saja dia menunggu lama diluar"
"Sepertinya tidak ada orang dirumah ini, sebaiknya aku pulang saja dan kembali lagi nanti"
"Kenapa suaranya menghilang, jangan-jangan dia sudah kembali kerumahnya. Lebih baik aku segera mencegahnya"
Disaat Rose ini kembali kerumahnya, tiba-tiba saja terdengar seseorang sedang membuka pintu rumah tersebut.
"Cari siapa???"
"Ibu Titanya ada???"
"Sedang pergi keluar, ada perlu apa ya???
"Saya Rose, tetangga sebelah rumah"
"Sudah tau"
"Pasti kamu kayran anaknya ibu Tita"
"Bukan urusanmu"
"Apa kedatangan kak Rose mengganggumu????"
"Ternyata kakak ini cantik juga, tanpa polesan apa pun dia tetap terlihat sangat cantik" batin kayran
"Kayran"
"Iya, ada apa???"
"Kedatangan kakak kesini hanya ingin mengambil..."
"Aku sudah tau, masuklah dan ambil barang-barangmu"
"Baiklah, bisa kakak masuk sekarang kayran"
Untuk beberapa saat kayran tampak terpaku melihat Rose yang berjalan tepat disampingnya.
"Kayran, ingat rencana awal mu jangan mengubah semuanya hanya karena dia cantik" batin kayran
"Permisi, bisa kak Rose masuk sekarang"
"Masuklah siapa yang melarangmu"
"Tapi..."
"Jangan banyak alasan, aku sedang sibuk sekarang jadi berhentilah berbasa-basi denganku"
"Bukan seperti itu kayran, hanya saja saat ini kamu menghalangi jalan masuknya. Maaf kalau kak Rose berbicara sangat lancang"
"Jangan terlalu dipikirkan, ini adalah kesalahanku. Sebaiknya masuk saja sekarang dan ambil semua barang-barangnya"
"Oh iya sebelum itu, ini ada kue untuk ibu Tita"
"Tidak perlu repot-repot memberikan apa pun untuk kami"
"Tapi kak Rose sudah janji untuk memberikan kue ini untuk ibu Tita"
"Panggil saja tante Tita, dia itu bukan ibumu"
"Baiklah, maafkan kak Rose"
"Sudahlah jangan memasang wajah seperti itu, aku sama sekali tidak akan simpati kepadamu"
"Tapi kay"
"Namaku kayran dan jangan panggil aku kay"
"Tapi izinkan kak Rose memanggil nama itu supaya lebih mudah"
"Terserah kamu saja"
"Terimakasih kay"
"Cepat masuk, apa masih mau berdiri disini"
"Kak Rose masuk sekarang tapi tolong terima dulu kue ini"
"Sini kuenya"
"Tolong simpan baik-baik ya kay, ini adalah kue yang spesial untuk ibu Tita. Maksud kak Rose tante Tita"
"Spesial apa kue ini, pasti belinya ditoko kue"
"Tidak kay, kakak membuatnya sendiri"
"Apa kamu yakin bisa membuatnya???, pasti kamu mengada-ngada kan"
"Tidak kay, kak Rose yang membuatnya. Kalau kamu tidak percaya akan kak Rose ajarkan cara membuatnya"
"Sabar Rose, kamu pasti bisa menghadapinya. Tenanglah dan jangan emosi akan hal ini" batin Rose
"Kenapa hanya diam saja, apa yang aku katakan semuanya benar bahwa kue yang kamu berikan kepadaku saat pasti rasanya tidak enak"
"Terserah kamu saja yang jelas kue itu resep buatan orang tuaku dan kakak tidak memberikan kue itu untukmu melainkan untuk tante Tita jadi simpanlah baik-baik dan jangan membuangnya. Karena kue itu dibuat dengan penuh cinta, jadi tolong disimpan baik-baik"
"Kamu lancang sekali bicara seperti itu, kue seperti ini tidak ada spesial nya sama sekali"
"Tidak spesial karena karena kue ini bukan untukmu Kay"
"Siapa juga yang mau makan kue yang aneh seperti ini, lebih baik aku makan kue yang diberikan oleh kak Sean dibandingkan kue aneh ini. Sama sekali tidak tertarik untuk aku cicipi"
"Bisa kakak masuk sekarang"
"Sepertinya sekarang dia tampak kesal dengan apa yang aku katakan" batin kayran
"Oh iya kayran, dimana ibu Tita menyimpan barang-batangnya"
"Berapakali sudah aku katakan jangan panggil ibu tapi tante Tita"
"Apa panggilan menjadi sebuah alasan kay???"
"Turuti saja apa yang sudah aku katakan dan jangan membantah lagi"
"Sabar Rose, ternyata kayran lebih berbeda dari apa yang aku bayangkan. Tapi tidak apa-apa aku sudah cukup senang bisa mengenal si pemarah ini" batin Rose
"Kenapa kamu tersenyum???, apa wajahku ini sangat lucu menurutmu"
"Tidak kay, kamu itu sangat tampan pasti banyak teman sekolahmu yang mengidolakan mu"
"Tentu saja"
"Baru dipuji sebentar saja kelakuannya sudah seperti ini, kayran kamu itu lucu juga ya" batin Rose
"Apa yang sedang kamu pikirkan saat ini Rose???"
"Panggil kak Rose, karena kakak lebih tua beberapa tahun darimu jadi bersikaplah lebih sopan kepada orang yang lebih tua"
"Terserah kamu saja Rose"
"Kay, bisa kamu ulangi sekali lagi"
"Rose, puas"
"Ulangi sekali lagi"
"Rose"
"Sekali lagi"
"Kak Rose"
"Begitu lebih baik kay"
"Lihat saja nanti setelah ini kamu akan menyesal atas semua yang kamu lakukan Rose" batin kayran
"Kay"
"Apa lagi??"
"Dimana barang-barang yang harus kak Rose bawa"
"Ada disebelah sana ambilkan dan aku akan pergi menyimpan kue ini kedalam kulkas"
"Baiklah"
Rose mencari barang yang dimaksud, tapi tetap saja Rose tidak menemukannya dan hal itu membuat kayran tampak kesal karena Rose belum juga menemukan barang-barang itu.
"Apa sudah menemukannya Rose, maksudnya kak Rose"
"Disini banyak sekali kotaknya kay, jadi kak Rose tidak tau yang mana harus kak Rose bawa pulang"
"Ya ampun begitu saja susah, kakak bisa membuka kotak itu satu persatu"
"Tapi kak Rose tidak bisa melakukannya tanpa izin dari kay terlebih dahulu, itu hal yang tidak baik untuk dilakukan"
"Sekarang bukalah kotak itu, ini perintah"
Rose mulai membuka satu persatu kotak itu dan akhirnya Rose menemukan barang yang dicarinya.
"Apa kakak sudah menemukannya???"
"Sudah kay, kalau begitu kakak pulang dulu. Tolong sampaikan rasa terimakasih kak Rose untuk tante Tita"
"Iya, akan kayran sampaikan setelah mama kembali"
"Kak Rose pulang dulu kay"
"Pulanglah dan jangan kembali lagi"
"Apa kay mengatakan sesuatu???"
"Tidak, pulanglah sebelum gelap dan berhati-hatilah"
"Maksudnya????"
"Rumah yang kakak tempati saat ini sangat angker dan sudah beberapa orang yang pindah dari rumah itu"
"Oh iya, seru sekali kay tapi ingat satu hal saat ini kamu juga sendirian dirumah ini bisa-bisa hantunya pergi kerumah ini menemuimu kay jadi berhati-hati lah"
"Kak Rose ingin menakutiku, aku tidak akan takut sama sekali kak"
"Kita lihat saja nanti, sudah dulu ya. kak Rose pulang dulu, berhati-hati lah kay. Kalau kamu takut datang lah kerumah kak Rose, pintu rumah kakak akan selalu terbuka untuk orang yang sedang membutuhkan bantuan jadi datanglah"
"Aku tidak akan pergi kemana pun, anak laki-laki tidak akan takut akan hal ini" batin kayran
Rose cukup senang bisa menganggu kayran, Rose tau apa yang dilakukan oleh kayran hanya ingin membuatnya takut dan memintanya untuk pergi dari rumah itu secara halus.