
Karena penasaran dimana keberadaan adiknya, Sean mencoba menelepon kayran dan berharap kalau adiknya berada disana sekarang.
"Sebaiknya aku telepon kayran saja siapa tau Sandara memang ada disana firasatku mengatakan kalau Sandara sedang berada dirumah kayran saat ini. Sebaiknya aku meneleponnya untuk memastikan kalau dugaanku itu benar"
Sean mulai menelepon kayran. Kayran yang sedang sibuk membaca komik kesukaannya tampak tidak menghiraukan ponsel yang terus berdering.
"Siapa lagi yang mengganggu kesenangan ku, sebaiknya aku abaikan saja. Pasti yang menelepon saat ini adalah kak Sandara aku yakin itu"
"Kayran, kenapa kamu tidak mengangkat teleponnya. Apa sekarang kayran pergi dan tidak membawa ponselnya, tapi tidak mungkin kayran itu selalu saja membawa ponselnya kenapa pun dia pergi apa jangan-jangan sekarang kayran sedang dikamar mandi. Sebaiknya aku coba lagi siapa tau kayran mengangkat teleponnya"
Kembali Sean menelepon kayran dan hal itu membuat kayran kesal karena mengganggu kesenangan saat ini.
"Iya ampun kali ini siapa lagi yang mengganggu kesenangan ku"
Dengan perasan kesal akhirnya kayran mengangkat telepon itu.
"Kak Sean, ada apa dia menelepon ku????. Pasti mencari kak Sandara aku yakin itu. Kak Sean orangnya terlalu baik padahal kak Sandara tidak menyukainya karena kak Sean bukan kakak kandung kak Sandara. Sejatinya kak Sandara beruntung punya kakak sebaik kak Sean kalau aku jadi kak Sandara pasti bahagia banget punya kakak yang baik dan perhatian Seperti kak Sean walaupun statusnya bukan kakak kandung. Dasar kak Sandara kelakuannya memang aneh kakak sebaik kak Sean diabaikan kan sayang banget"
"Ayo cepat diangkat kayran, kenapa tidak diangkat juga"
Kayran menekan tombol diponselnya dan mulai berbicara.
"Hallo kak Sean, ada apa ya menelepon kayran???"
"Kayran, akhirnya telepon kak Sean diangkat juga. Tadi kamu dimana kakak telepon beberapa kali tidak dijawab"
"Tadi kayran sedang tidur kak"
"Tidur???, sejak kapan seorang kayran tidur siang. Kamu tidak berbohong kan kayran"
"Aduh salah beri alasan nie, aku harus bagaimana sekarang???. Jangan sampai kak Sean tau kalau aku sedang berbohong sekarang. Ayo pikirkan sesuatu kayran" batin kayran
"Hallo kayran apa kamu masih disana, kenapa tiba-tiba kamu terdiam apa yang dikatakan kak Sean itu benar kalau sekarang kamu sedang berbohong"
"Kayran berkata yang sejujurnya kak, hari kegiatan sekolah sangat banyak jadi kayran kelelahan dan tanpa sadar sudah tertidur dengan lelap"
"Oh jadi begitu ceritanya, ya sudah kak Sean percaya"
"Syukurlah kalau kak Sean percaya dengan apa yang aku katakan" batin kayran
"Kayran kak Sean boleh bertanya sesuatu denganmu????"
"Boleh, menangnya kak Sean ingin bertanya tentang apa???"
"Apa saat ini kak Sandara berada dirumahmu???"
"Memangnya kenapa kak???"
"Tadi kak Sean menelepon kak Sandara dan menayakan dimana keberadaannya sekarang tetapi kak Sandara tidak ingin memberitahukan kak Sean dimana dia sekarang. Apa kak Sandara sekarang berada dirumahmu???"
"Iya kak, sekarang kak Sandara ada dirumah kayran. Kayran juga aneh kenapa tiba-tiba kak Sandara datang kerumah biasanya kan kalau diajak kerumah kayran pasti sibuk"
"Sepertinya kak Sandara sedang menunggu seseorang. Apa didekat rumahmu ada orang yang seusianya???"
"Sepertinya tetangga baru di samping rumah kayran seumuran dengan kak Sandara"
"Tetangga???, apa bibi menjual rumah itu???"
"Iya kak, mama menjual rumahnya kepada seseorang dan mungkin saja usianya hampir sama seperti kak Sandara"
"Penghuni baru itu perempuan atau laki-laki???"
"Perempuan kak, memangnya kenapa???"
"Pasti Sandara sedang melakukan kejahatan lagi seperti waktu itu, aku harus segera mencegahnya supaya kejadian waktu itu tidak terulang lagi. Aku harus secepatnya kesana sebelum semuanya terlambat" batin Sean
"Hallo kak Sean"
"Iya kayran"
"Ada yang ingin kak Sean tanyakan lagi????"
"Tidak ada kayran, kalau begitu kak Sean tutup teleponnya dulu. Maaf kalau kak Sean mengganggu waktu tidur siangnya"
"Jangan bicara seperti itu kak, kayran tidak merasa diganggu sama sekali"
"Oh iya kayran, ada satu hal lagi"
"Apa kak???"
"Rahasiakan kedatangan kak Sean dari kak Sandara, kalau dia tau kak Sean yang menjemputnya pasti dia tidak ingin pulang"
"Siap kak, kayran akan menjaga rahasia ini. Kak Sean tidak perlu khawatir"
"Ya sudah kalau begitu kak Sean tutup teleponnya dulu"
"Iya kak"
"Siang kak"
Sean mengakhiri panggilan teleponnya dan bergegas pergi menemui adik tersayangnya itu.
"Akhirnya selesai juga, kalau begitu aku lanjut membaca komik lagi"
"Kenapa lama sekali tante Ghania datangnya, kalau seperti ini rencanaku akan gagal semuanya. Ayo tante Ghania cepat datang kesini"
Tidak beberapa lama orang yang dicari tiba dirumah Rose.
"Sepertinya itu suara mobil tante Ghania, sebaiknya aku pastikan dulu apa benar tante Ghania sudah sampai"
"Apa benar ini tempatnya Pak???"
"Iya nyonya, alamatnya sesuai. Jadi tidak mungkin saya salah alamat"
"Tunggu disini saya tidak akan lama"
"Baik nyonya"
Sandara tampak senang saat melihat siapa orang yang sedang keluar dari dalam mobil tersebut.
"Akhirnya tante Ghania datang juga, pasti seru nie. Aku harus mengabaikan nya sebagai kenang-kenangan kalau perlu video ini aku sebar disekolah. Hahahaha"
"Jadi sekarang Adrika berbohong dan pergi kerumah anak yang tidak jelas ini"
Terdengar bunyi bel rumah Rose, Rose membuka pintu dan tampak terkejut saat melihat ibunya Adrika berada didepan rumahnya.
"Tante Ghania"
Tampak berpikir panjang lagi tante Ghania melayangkan pukulan cukup keras diwajah Rose hal itu membuat tanda merah berbentuk tangan membekas diwajah Rose saat itu.
"Kamu itu perempuan yang tidak tau diri, sudah berapa kali saya katakan kepada kamu untuk menjauhi anak saya tapi masih saja kamu terus mengikuti anak saya kamu itu perempuan yang tidak tau diri"
"Tante bukan seperti itu, ini semua salah paham tante tolong tante percaya apa yang akan Rose katakan"
"Apalagi yang ingin kamu katakan, semuanya sudah jelas anak saya dan supir pribadi saya juga sudah pandai berbohong itu semua gara-gara kamu jadi kamu tidak perlu mengelak lagi semuanya sudah jelas"
"Tapi dengarkan dulu apa yang ingin Rose katakan tante"
"Tidak perlu, semuanya sudah jelas"
"Tante dengarkan dulu apa yang Rose katakan tante, ini tidak seperti apa yang tante pikirkan"
"Tuan Adrika sepertinya itu suara nyonya"
"Iya Pak, kenapa mama bisa ada disini????. Apa Pak Dhaya yang memberitahukan keberadaan kita disini???"
"Tidak tuan, Pak Dhaya saja tidak tau kalau nyonya kesini. Sebaiknya kita kesana saja tuan Pak Dhaya khawatir terjadi sesuatu dengan non Rose"
"Iya Pak, ayo kita kesana sekarang. Sebelum hal buruk terjadi"
Pak Dhaya dan Adrika pergi keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi.
"Mama, apa yang mama lakukan kepada Rose ma"
"Sayang, ayo ikut mama pulang sekarang"
"Jawab dulu pertanyaan Adrika apa yang mama lakukan kepada Rose"
"Apa yang mama lakukan itu pantas dia dapatkan"
"Tapi ma, itu semua bukan kesalahan Rose. Adrika yang memaksa Rose untuk pergi kerumahnya bukan Rose ma"
"Benar apa yang dikatakan tuan Adrika, non Rose tidak bersalah"
"Pak Dhaya sekarang kamu berani melawan saya, mau saya pecat kamu sekarang"
"Demi membela kebaikan saya rela dipecat nyonya"
"Pak Dhaya jangan berkata seperti itu, Rose tidak apa-apa Pak jadi bapak tidak perlu berhenti berkerja karena saya"
"Mama lihat sendiri, Rose tidak seperti apa yang mama tuduhkan. Rose itu anak baik-baik ma, jadi mulai sekarang bersikap baiklah kepada Rose"
"Bersikap baik????, mama tidak ada waktu ayo pulang sekarang"
"Adrika tidak mau pulang sebelum mama minta maaf"
"Jangan membantah dan ikut mama pulang sekarang"
"Tidak mau"
Adrika menolak pulang bersama mamanya sebelum mamanya meminta maaf kepada Rose.