L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 27 - Ada aku



Leddy Rose hanya bisa pasrah dengan keadaan yang menyedihkan ini.


"Ma...Pa, apa salah Rose???. Kenapa tante Ghania memperlakukan Rose seperti ini, Tuhan ini kah cobaan yang harus Rose lalui. Tuhan tolong Rose, apa yang harus Rose lakukan sekarang"


Rosa hanya bisa meratapi kehidupannya yang begitu menyedihkan ini dengan tetap bersabar dan berserah kepada Tuhan yang maha esa. Hanya Tuhan yang tau bagaimana jalan kehidupannya ini.


"Rose, kamu harus kuat jangan lemah seperti ini. Kamu itu perempuan yang tangguh masalah seperti ini pasti kamu bisa lalui Rose, kamu pasti bisa Rose"


Sambil menghapus air matanya Rose mengumpulkan uang-uang yang berserakan diatas tanah.


"Jangan menangis Rose, kamu pasti bisa melewati semua ini. Kamu pasti bisa Rose"


Untuk sejenak Rose melupakan kejadian memalukan ini.


"Kayran, kamu itu menyusahkan saja. Coba saja kamu tidak ikut campur pasti hal licik seperti ini tidak mungkin aku lakukan"


Dengan usaha yang cukup keras akhirnya Sandara bisa membawa kayran masuk kedalam kamarnya.


"Anak ini sebenarnya makan apa sih???, kenapa berat sekali. Kayran kamu itu menyusahkan kak Sandara saja, menyebalkan. Setelah ini selesai aku harus segera mengawasi Rose lagi, apa dia masih berada disana sambil menangis meratapi kehidupannya yang menyedihkan itu"


Setelah merapikan tempat tidur kayran dan membuatnya seolah-olah tidur seperti biasanya. Sandara kembali keruang tamu untuk menghilangkan jejak, baru setelah itu dirinya kembali mengawasi Rose dari kejauhan.


"Demi membalasnya dendam kamu harus melalukan pekerjaan kotor seperti ini Sandara. Semua ini karena Rose, kalau bukan karena dia sudah merebut Adrika dariku aku tidak akan melakukan kejahatan seperti ini. Lihat saja Rose ini baru permulaannya akan ada lagi hal yang lebih menyedihkan dari ini Rose kamu tunggu saja"


Tinggal beberapa lebar uang lagi yang harus dipungut nya dari tanah. Seseorang menghampiri Rose yang sedang sibuk mengumpulkan uang yang berserakan diatas tanah.


"Mau aku bantu???"


"Tidak perlu, sebaiknya jangan terlalu peduli kepada orang seperti ku"


"Kenapa???, kamu itu orang baik"


"Itu menurutmu tapi tidak dengan yang lainnya, jadi berhentilah bersikap baik kepada orang yang belum lama kamu kenal karena pada akhirnya kamu akan bernasib menyedihkan seperti ku"


"Aku akan sedih jika tidak bisa membuatmu Rose"


Rose tampak terkejut saat mengetahui orang yang berdiri didepannya memanggil namanya.


"Rose, apa kamu sudah lupa padaku???"


"Tidak ada siapapun yang bisa ku kenal saat ini, mungkin kamu salah orang"


"Rose, leddy Rose jangan berpura-pura seperti itu lihatlah aku dan kamu akan tau aku itu siapa"


"Cukup"


"Rose"


"Berhenti berpura-pura kenal kepadaku karena hal itu akan membuatmu bertambah sial"


"Rose, kenapa kamu mengatakan hal seperti itu???. Aku tidak akan bertambah sial karena harus bertemu denganmu lagi justru aku merasa beruntung bisa bertemu denganmu lagi Rose"


"Hentikan omong kosong itu"


"Rose, lihat aku. Apa kamu benar-benar tidak mengenalku???"


Setelah membersihkan bukti-bukti Sandara kembali mengawasi Rose dari kejauhan.


"Aku jadi pensaran dengan apa yang sedang dilakukannya saat ini, pasti sekarang Rose sedang menangis dan mengutuk dirinya sendiri"


Ternyata dugaan Sandara tidak seperti harapannya karena Sean sudah bersama Rose saat ini.


"Sean????, kenapa dia ada disana???. Apa yang sedang dilakukannya???. Dasar Sean menyebalkan kenapa dia harus muncul disaat seperti ini, sebaikanya aku memisahkan mereka berdua"


Sandara mulai menghubungi Sean dan meminta untuk menemuinya dirumah kayran.


"Rose, lihatlah aku dulu pasti kamu mengenal ku"


"Disaat seperti ini kenapa aku harus bertemu orang aneh ini" batin Rose


"Sean, ayo angkat teleponnya. Kamu tidak mungkin mengabaikan panggilan teleponku Sean. Sean ayo angkat sekarang"


Sandara sangat kecewa karena Sean tidak juga mengangkat telepon darinya.


"Sial...sial...sial!!!!!, Sean kenapa kamu mengabaikan panggilan telepon dariku. Jangan sampai Sean membantu Rose rencana ku pasti gagal, Sean kamu itu memang manusia penggaggu"


Sean terus saja mempehatikan Rose yang sedang mengumpulkan beberapa uang yang berserakan diatas tanah.


"Sampai kapan kamu melakukannya Rose, apa kamu tidak ingin melihatku???"


"Kamu itu tidak salah hanya mereka yang salah tentangmu Rose, buktinya sekarang aku masih saja mengingat mu walaupun kita tidak sering bertemu. Itu semua karena kebaikanmu Rose"


"Kak, sebaiknya pergi saja dan jangan perdulikan Rose"


"Apa pun yang sedang kamu alami sekarang ini aku akan selalu ada untukmu Rose, percayalah padaku dan bersandarlah dipundakku jika kamu ingin menangis saat ini"


"Untuk apa Rose harus melakukan semua itu, kamu bisa lihat sendiri Rose sangat bahagia saat ini"


"Kebahagiaan seperti apa yang sedang kamu rasakan Rose???, menangis sambil mengumpulkan uang-uang yang berserakan ditanah. Bukannya seharusnya kamu sangat senang saat mengumpulkan uang yang berserakan sebanyak ini. Walaupun aku tidak begitu mengenalmu tapi aku tau bagaimana sifatmu Rose, kamu itu tipe orang yang tidak mau menerima apa pun tanpa usaha dan kebahagiaan akan terpancar diwajah mu saat kamu mendapatkan sesuatu yang kamu lakukan dengan usaha"


"Berhentilah omong kosong, Rose tidak seperti yang dulu lagi. Rose saat ini hanya terharu mendapatkan uang sebanyak ini jadi lebih baik pergi saja dari sini"


"Rose, tatap mataku kalau kamu mengatakan yang sejujurnya"


"Kak Sean"


"Ternyata kamu masih mengenalku Rose, hapus air matamu itu kamu itu tidak cantik kalau sedang menangis"


"Rose tidak menangis kak, hanya terharu saja mendapatkan uang sebanyak ini"


"Kamu itu tidak bisa berbohong Rose, kak Sean tau kamu tidak terharu sama sekali"


"Percayalah kak, Rose benar-benar terharu"


"Tolong jangan berbohong dan katakanlah yang sejujurnya Rose. Kak Sean tau kamu itu orangnya seperti apa"


"Kak, Rose harus bagaimana sekarang????"


"Maksudmu???"


"Rose ingin mengembalikan uang ini, Rose tidak menginginkan ini semua"


"Siapa yang memberikanmu uang sebanyak ini Rose???"


"Tante Ghania"


"Mamanya Adrika????"


"Darimana kak tau kalau tante Ghania adalah orang tuanya Adrika"


"Mungkin karena namanya tidak begitu asing didengar"


"Apa kak Sean pernah bertemu tante Ghania????"


"Hanya beberapa kali saja"


"Dimana kak???"


"Apa kamu ingin tau semuanya???"


"Tidak juga, Rose hanya ingin mengembalikan uang ini saja"


"Mau kak Sean kasih tau dimana rumahnya"


"Tidak kak, Rose sudah tau dimana rumahnya. Besok Rose akan pergi kesana untuk mengembalikan uang ini"


"Perlu bantuan kak Sean???, kakak cukup tau tentang tante Ghania"


"Rose tidak mau merepotkan orang lain, ini adalah urusan Rose dan tante Ghania jadi Rose yang harus menyelesaikan semuanya"


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan, kak Sean juga tidak bisa berbuat apa-apa jika itu semua adalah keputusanmu Rose"


"Kak Sean"


"Iya Rose"


"Maaf, jika pertemuan kita kali ini kurang menyenangkan"


"Setiap pertemuan kita selalu menyenangkan Rose, tidak ada satu pun yang mengecewakan jadi jangan berpikiran seperti itu. Justru kak Sean sangat senang bisa bertemu denganmu disini"


"Rose juga senang bisa bertemu kakak disini"


"Kalau seperti itu jangan bersedih lagi Rose, tersenyumlah seperti pertama kita bertemu dulu karena senyumanmu itu sangat cantik"


Untuk saat ini Rose bisa sedikit tersenyum dan melupakan kejadian menyakitkan yang dialaminya saat ini.