
Rose mengetuk pintu rumah Kayran berulang kali tetapi tidak ada satu pun orang yang membukannya.
"apa terjadi sesuatu dengan kayran???. kenapa dia tidak membukakan pintu. bagaimana ini apa yang harus rose lakukan. ayo rose berpikir."
Ditengah kepanikan rose, ponselnya berdering. rose melihat layar ponsel miliknya dan ternyata yang menelpon adalah ibu tita."
"aduh, bagaimana ini. apa yang harus rose katakan kepada ibu tita. rose jangan panik dan tenanglah."
Untuk kedua kalinya ibu tita menelepon rose dan dengan sesantai mungkin rose menjawab telepon itu.
"halo ibu tita selamat malam"
"malam rose, apa ibu mengganggu rose???"
"tentu saja tidak bu, ada yang bisa rose bantu???"
"nak rose, ibu ingin meminta bantuan"
"bantuan seperti apa bu???"
"sepertinya suasana hati ibu kurang baik saat ini, karena dari tadi ibu terus memikirkan kayran. apa bisa nak rose kerumah ibu sebentar untuk memastikan keadaan kayran. soalnya dari tadi ibu telepon. kayran tidak menjawabnya. jadi ibu khawatir terjadi sesuatu pada kayran."
"sekarang rose sudah berada didepan rumah ibu tita."
"kenapa bisa kebetulan ???."
"mungkin ini semua disebut takdir bu. tapi saat ini kayran belum membuka kan pintu. seperti nya kayran tertidur sangat nyenyak sekali. apa ibu tita punya kunci cadangan untuk membuka kan pintu ini."
"kunci itu sudah lama hilang entah kemana. tapi ada jalan lain untuk masuk kedalam rumah."
"caranya bu???"
"lewat pintu belakang disamping pas bunga mawar ibu ada meletakan kunci cadangannya jadi rose bisa masuk dari sana."
"baiklah bu, rose akan segera kesana."
"rose, apa sedang terjadi sesuatu dirumah ibu???."
"tidak terjadi apa - apa ibu tita, rose hanya mencari barang yang tertinggal dirumah ibu tita dan terimakasih atas pemberian ibu tita."
"sama - sama rose, kalau perlu sesuatu hubungi ibu saja. anggap saja ibu tita sebagai ibu pengganti untuk rose."
"apa tidak merepotkan bu, takut nya anak ibu tidak menyetujui keputusan ibu menganggap rose sebagai bagian dari keluarga ibu. rose ini anak yang tidak jelas asal usul nya ibu tita."
"jangan bicara seperti itu, ibu yakin kayran bisa menerima nya rose. ibu juga tidak terlalu mementingkan bagaimana masa lalu mu. karena ibu yakin kamu adalah anak baik - baik. hanya saja jalan hidupmu yang sedikit malang rose. tapi tenang saja, semoga akan ada akhir bahagia nya kan. tetap semangat dan jangan menyerah menjalani nya."
"terima kasih ibu tita bisa percaya dengan rose. rose tidak akan mengecewakan ibu tita. dan terima kasih juga sudah peduli dengan rose."
"semua sudah jalan tuhan dan sekarang ibu senang bisa di pertemukan dengan anak seperti rose."
"oh ya ibu rose izin masuk kerumah ya. boleh kan bu."
"tentu saja boleh, masuklah. tapi ibu bisa minta tolong tidak rose."
"minta tolong apa ibu, katakan saja."
"begini, malam ini ibu tidak bisa pulang kerumah jadi ibu minta tolong rose untuk menjaga kayran. soalnya perasaan ibu kurang tenang. takut terjadi sesuatu dengan nya. bisa tidak rose menginap di rumah ibu. hanya untuk malam ini saja. besok pagi ibu sudah kembali. rose bisa tidur di kamar ibu. kamarnya di samping kamar kayran. masuk saja kuncinya ada di vas atas meja."
"apa tidak lancang kalau rose masuk kekamar ibu, rose bisa tidur di sofa saja ibu. rose tidak bisa asal masuk walau pun rose sudah di izinkan untuk masuk. rasanya tidak nyaman ibu."
"kalau seperti itu, masuk saja dan ambil selimut dan bantal untuk tidur di kamar ibu. supaya tidurnya tidak kedinginan rose."
"iya bu, kalau begitu rose tutup teleponnya. maaf sudah mengganggu waktu istirahat ibu."
"kalau misalnya ibu perlu bantuan rose, telepon saja kapan pun. pasti rose akan bantu sebisanya rose bu."
"kamu memang anak yang baik, jadi ibu sama sekali tidak menyesal mengenalmu dan mempercayakan rumah itu untukmu rose. ibu yakin kamu yang berhak memiliki nya dari sekian banyak orang yang menginginkan rumah itu."
"ibu tita mungkin saja itu sudah menjadi jalan untuk rose bisa mengenal ibu. rose bersyukur bisa bertemu orang baik seperti ibu tita. terimakasih sudah mempercayakan rumah itu untuk rose bu. rose akan merawat rumah itu dengan penuh cinta. karena rumah itu adalah rumah peninggalan yang sangat berharga untuk ibu tita maupun karyan. karena di sana menyimpan banyak kenangan indah."
"iya, benar sekali rose. sebenarnya ibu tidak berniat menjual rumah itu tapi karena terdesak ekonomi mau tidak mau ibu harus menjualnya."
"tapi ibu tita tidak perlu cemas, kalau ibu ingin membeli rumah itu lagi. rose siap menjualnya dengan harga yang sama."
"benarkan bisa seperti itu rose, ibu merasa menjual rumah itu kepada orang yang tepat. kenapa kamu ingin menjual nya dengan harga yang sama padahal banyak sekali yang harus kamu renovasi karena rumah itu sudah cukup tua pasti banyak bagian - bagian dari rumah tersebut sudah tidak bagus lagi. apa tidak rugi kalau nanti rose menjual nya dengan harga yang sama kepada ibu."
"tidak apa - apa ibu, ibu juga sudah banyak membantu rose. menjual kembali rumah itu dengan harga yang sama. tidak akan membuat rose rugi ibu."
"kalau seperti itu bagaimana nantinya ibu membalas semua kebaikan rose."
"ibu lebih banyak membantu di bandingkan rose, jadi jangan bicara seperti itu ibu. rose hanya senang bisa membantu ibu tita."
"sebelum mengakhiri obrolan kita, ibu boleh bertanya satu hal."
"tanya apa ibu."
"selama rose menempati rumah itu, apa terjadi hal - hal yang menakutkan."
"menakutkan seperti apa ibu."
"suara - suara yang menakutkan atau sesuatu yang berbau horor gitu."
"sampai saat ini baik - baik saja ibu, apa sebelum nya terjadi sesuatu di rumah itu."
"ibu hanya mendengar cerita itu dari kayran."
"memang nya kayran mengatakan apa ibu."
"kata kayran, di rumah yang kamu tempati sekarang banyak terjadi hal yang diluar akal sehat."
"seperti hal - hal horor yang tadi ibu katakan."
"iya, hal semacam itu. tapi setelah mendengar semuanya dari rose. ibu sedikit merasa lega."
"ibu seperti nya kayran hanya berhalusinasi saja. bukan nya rose tidak percaya dengan apa yang kayran katakan pada ibu. tapi rose sudah tinggal dirumah itu sudah beberapa hari dan sampai sekarang aman - aman saja tidak terjadi apa - apa ibu."
"ibu juga beranggapan seperti itu rose, hanya saja ibu yakin saja dengan apa yang dikatakan oleh kayran. bukannya ibu membela kayran. tapi satu kali ibu pernah mendengar suara teriakan dari pembeli rumah itu. jadi bisa saja benar apa yang dikatakan oleh kayran kalau rumah itu berhantu."
"rumah yang di penuhi dengan indah tidak akan berhantu ibu, pasti hanya melihat tikus dan berteriak. rumah itu juga sudah lama di tempati kan. walaupun sering ibu rawat pasti ada penghuni nya. di sini penghuni yang di maksud rose bukan hantu ya ibu. tapi mungkin saja para gerombolan tikus."
"logis juga ya, mungkin saja orang itu hanya melihat tikus bukannya hantu."
"berpikiran seperti itu saja ibu, nyatanya sampai sekarang rose masih berada di rumah itu kan. dan tidak terjadi apa - apa sampai sejauh ini. jadi jangan berpikiran kalau rumah kenangan itu berhantu ibu."
"iya juga, kenapa ibu termakan omongan kayran selama ini ya. terima kasih rose sudah menyadarkan ibu, bahwa apa yang dikatakan kayran selama ini hanya sebuah kesalahan pahaman saja."
"maka dari itu lebih mencari tau kepastian dulu dan jangan langsung percaya dengan apa yang di katakan oleh seseorang tanpa mencari bukti terlebih dahulu."
"akan ibu ingat itu rose, ya sudah hati - hati saja ya. kalau terjadi apa - apa selamat berada dirumah itu hubungi ibu secepatnya ya."
"siap ibu akan rose lakukan jika memang hal itu benar - benar terjadi. tapi rose berharap tidak terjadi apa - apa."
"ibu berharap nya begitu rose."
percakapan yang cukup panjang akhir nya berakhir dan rose masuk kedalam rumah ibu tita untuk memastikan bagaimana keadaan kayran.