
Setelah kepergian senja, Garani menghampiri kayran yang sedang belajar.
"Kayran"
"Garani, mau apa lagi???"
"Ikut aku sebentar"
"Aku sibuk, lain kali saja"
"Kayran, ini penting ayo ikut aku sekarang"
"Sudah aku katakan aku sedang sibuk apa kamu tidak mendengarnya"
"Kenapa sikapmu kasar seperti ini kayran???"
"Bukan urusanmu, sebaiknya kamu pergi saja dari sini aku tidak ada waktu untuk berbicara Padamu"
"Kay, beri aku waktu sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan kepadamu"
"Tidak ada yang harus dibicarakan lagi Garani semuanya sudah selesai"
"Apa kamu yakin seperti itu???"
"Yakin, jadi sebaiknya mulai sekarang jangan ganggu aku lagi"
"Tapi kay, ada yang ingin aku katakan ini penting"
"Dasar keras kepala" batin kayran"
"Kay..kay..ayo ikut aku sebentar, aku benar-benar ingin bicara dengamu"
"Apa yang ingin kamu bicarakan???"
"Ini hal penting, tapi aku tidak bisa bicarakan ini disini sebaikanya kita keluar dari sini dan bicara ditempat yang aman"
"Baiklah"
"Terima kasih kay, ayo kita pergi sekarang" sambil memegang tangan kayran"
"Lepas, jangan sentuh aku lagi. Kamu kan bisa jalan sendiri"
"Tapi kay, kakiku sedang sakit dan sulit untuk berjalan apa kamu tidak kasihan melihatku"
"Untuk apa aku harus kasihan melihat perempuan yang sudah menyakiti hatiku" batin kayran
"kay...kay kenapa kamu diam saja"
"Iya tadi kamu bicara apa"
"Sudahlah lupakan saja, ayo kita pergi sekarang"
"Tunggu dulu aku rapikan buku-buku ini"
"Sejak kapan kamu mulai rajin belajar seperti ini kay"
"Semenjak aku dicampakkan oleh seserorang"
"sial, kayran menyindirku. Jangan emosi Garani tetap tenang" batin Garani
"Aku yakin dia sedang memikirkan kesalahan yang telah diperbuatnya kepadaku" batin kayran
Tanpa disadari senja mempehatikan keduanya, hal itu membuat senja pensaran siapa perempuan yang sedang bersama kayran.
"Siapa perempuan itu???, apa dia pacarnya kayran???" Batin senja
Seseorang mengejutkannya dari samping.
"Apa kamu pensaran dengan kedekatan mereka" tanya orang asing itu
"Tidak, aku hanya mengenal salah satu dari mereka"
"Apa kamu yakin tidak ingin tau siapa perempuan yang sedang bersama kayran???"
"Kamu kenal kayran???"
"tentu saja aku tau dia, jadi apa kamu ingin mendengarkan ceritanya"
"Tidak terima kasih"
"Kenapa???, ini kisah yang sangatlah menarik. Apa kamu yakin tidak ingin mendengarkannya"
"Tidak, ini urusan pribadi kayran jadi untuk apa aku harus ikut campur"
"Iya sudah kalau tidak mau, aku pergi saja"
"Ya sudah pergi sana" batin senja
Orang asing itu berlalu pergi meninggalkan senja yang sedang sibuk ibu penjaga perpus.
"Senja, apa ini semua buku-buku yang kamu pinjam"
"Iya buk, memangnya ada salah saru buku yang hilang????"
"Tidak ada senja"
"Syukurlah tidak ada yang hilang"
"Apa kamu akan meminjam buku baru lagi???"
"Iya buk"
"Ibu ada beberapa buku yang mungkin menarik untuk kamu baca dirumah senja"
"Buku apa itu buk"
"Akan ibu ambilkan dulu untukku mu, tunggu saja sebentar"
"Baikmu"
Ibu penjaga perpus mulai mencari buku yang disimpannya dilempari buku miliknya. Tetapi ternyata buku itu sudah tidak ada lagi disana, ibu penjaga perpus baru ingat buku itu sudah dipinjam oleh murid lainnya.
"Senja"
"Iya buk"
"Sepertinya buku itu sudah dipinjam oleh murid lain jadi ibu minta maaf. Ibu kira bukunya masih ada tentara sudah dipinjam"
"Tidak apa-apa buk, lain kali saya akan bisa membaca buku-buku itu"
"Baiklah"
Senja kembali memperhatikan kayran yang dari tadi terus bersama seorang perempuan.
"Kenapa perempuan itu terus saja bersama denganya, apa mungkin itu pacarnya kayran. Senja jangan berpikiran seperti itu mungkin saja itu hanya temannya saja"
"Senja, ini bukunya sudah itu ambil"
"Iya buk"
"Apa ad buku yang ingin kamu pinjam????"
"Belum ada buk"
"Iya sudah"
"Kalau begitu saya pergi dulu buk"
"Iya senja"
Ditempat lain Rose tampak sibuk merapikan barang-barang yang berada ditasnya.
"Rose"
"Iya Adrika, ada apa???"
"Tidak apa-apa???"
"Tapi tunggu dulu"
"Kamu sakit ya???"
"Maksudnya???"
"Wajahmu pucat sekali, mau aku antar ke uks"
"Aku baik-baik saja Rose, perutku hanya sedikit sakit saja"
"Sudah minum obat"
"Aku tidak suka minum obat Rose"
"Kamu harus minum obat supaya perutmu tidak sakit"
"Bolehkan aku bersandar dipundak mu sebentar"
"Untuk apa???"
"Mungkin istirahat sebentar sakit perutku bisa sembuh"
"Apa bisa hanya dengan cara seperti itu Adrika???"
"Bisa, Bolehkan aku bersandar dipundak mu sebentar saja"
"Baiklah"
"Terimakasih Rose"
"Tapi jangan lama-lama ya, ada hal yang harus aku kerjakan"
"Iya"
Rose mengizinkan Adrika untuk bersandar dipundaknya untuk beberapa saat. Dari kejauhan tampak sahara mempehatikan keduanya.
"Apa mereka berdua sebenarnya punya hubungan???"batin sahara
"Sahara apa yang kamu lihat???" Tanya Willy
"Willy, apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu???"
"Boleh, memangnya kamu mau menayakan tentang apa???"
"Sejak kapan Adrika dekat dengan Rose???"
"Setelah kamu pergi, Rose hadir dikehidupan Adrika"
"Apa mereka berdua punya hubungan yang lebih serius???"
"Sepertinya tidak, memangnya kenapa???"
"Tidak ada apa-apa hanya ingin tau saja"
"Ada lagi yang ingin kamu tanyakan"
"Tidak ada, baiklah kalau begitu aku pulang dulu"
"Hati-hati dijalan"
"Mau pulang bareng"
"Tidak usah, aku sudah menelepon supir untuk menjemputku"
"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu dan terimakasih oleh-olehnya"
"Iya, hati-hati dijalan"
"Pasti, oh iya nanti malam kamu sibuk tidak"
"Memangnya kenapa???"
"Kalau kamu tidak sibuk aku ingin mengajakmu jalan-jalan sudah lama kan kita tidak pernah jalan bersama semenjak kamu pergi"
"Iya juga sih, tapi untuk malam ini sepertinya aku tidak bisa Willy. Maaf ya"
"Tidak apa-apa, lain kali saja kalau kamu tidak sibuk"
"Baiklah"
"Kalau begitu aku pergi dulu"
"Hati-hati"
"Sampai bertemu besok"
"Iya"
Willy berlalu pergi meninggalkan sahara dan tak beberapa lama setelah kepergian Willy, Sima menghampiri dirinya.
"Sahara kamu belum pulang"
"Sebentar lagi Sima, aku sedang membereskan barang-barangku"
"Baiklah"
"Iya"
"Rose, Adrika kenapa????"
"Hanya ingin istirahat sebentar katanya"
"Istirahat atau mencari kesempatan untuk lebih dekat" batin sahara
"Oh begitu, kalau begitu aku pulang duluan ya"
"Iya" jawab Rose
"Aku pulang dulu sahara"
"Hati-hati dijalan"
"Pasti, oh iya satu lagi"
"Apa Sima???"
"Terimakasih untuk oleh-olehnya"
"Iya, sama-sama"
"Adrika"
"Iya" Adrika terbangun dari tidurnya
"Kamu baik-baik saja kan"
"Aku baik"
"Tapi sepertinya kamu tidak baik-baik saja sekarang, apa kamu sedang sakit wajahmu pucat sekali"
"Aku baik-baik saja Sima, sebentar lagi juga aku akan pulang bersama Rose"
"Apa!?!!, pulang bersama. Apa sekarang mereka sedekat itu????. Ini tidak bisa dibiarkan aku harus bertindak" batin sahara
"Ya sudah aku pulang"
"Hati-hati dijalan Sima"
"Pasti Adrika, Rose"
"Iya, ada apa Sima???"
"Jaga Adrika dengan baik, sepertinya Adrika sedang sakit"
"Pasti Sima"
Setelah cukup lama berbincang Sima akhirnya pulang tinggallah sahara, Adrika, dan Rose diruang kelas.