L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 22 - Ada apa???



Setelah selesai menyantap makanan Rose dan Adrika melanjutkan perjalanan mereka menuju kerumah Rose. Mengetahui hal itu Sandara mempercepat langkahnya untuk sampai lebih dulu ke rumah kayran sebelum Rose dan melihatnya berada disekitar sana.


"Sebaikanya aku harus bergegas sampai dirumah kayran sebelum Rose dan Adrika tiba lebih dulu disana"


Sandara mempercepat jalannya supaya tiba dirumah kayran sebelum Rose dan Adrika.


"Kamu harus semangat Sandara, ini untuk kebaikan kamu juga kan. Kalau kamu menyerah sekarang balas dendammu kepada Rose tidak akan berjalan dengan lancar"


Sekian lama berjalan akhirnya Sandara tiba lebih dulu ke rumah kayran sebelum Rose dan Adrika. Sandara menekan bel rumah kayran.


"Ayo kayran cepat buka pintunya sebelum Rose dan Adrika tiba disini"


Tak berapa lama seseorang membuka pintu rumah itu.


"Siang kayran"


"Siang kak, kak Sandara habis dari mana???"


"Maksudmu"


"Penuh dengan keringat seperti itu, apa kak Sandara mengikuti lomba lari untuk samapai kesini" tanya kayran


"Nanti kakak cerita, sebaiknya Kakak masuk kedalam dulu"


"ok, silahkan masuk kak"


"Ini untuk kayran dan tante Tita"


"kenapa harus repot-repot begini kak"


"Tidak merepotkan sama sekali, oh iya tante Tita kemana???"


"Itu yang tadi mau kay jelaskan, tapi kak Sandara mengakhiri panggilan teleponnya begitu saja jadi kay tidak sempat untuk mengatakannya"


"Memangnya tante Tita kemana???"


"Membeli beberapa kebutuhan bulanan kak, mungkin malam nanti baru pulang"


"Oh begitu, kay bisa ambilkan kakak minum"


"Tentu, duduk disini dulu akan kay ambil minumannya"


"Terimakasih kay"


"Iya kak"


Kayran pergi kedapur untuk mengambil minuman untuk Sandara. Melihat kayran sedang sibuk Sandara menuju kearah jendela untuk memantau keberadaan Rose dan Adrika apa mereka sudah tiba atau masih didalam perjalanannya.


"Sebelum kay tiba disini sebaiknya aku lihat dulu apakah Rose dan Adrika sudah tiba atau masih diperjalanan"


Sandara mulai mengawasi keberadaan Rose dan Adrika dari balik jendela dan tampa sepengetahuan Sandara, kayran sudah tiba disampingnya membawa segelas air dingin untuknya.


"Kemana anak itu, seharusnya mereka telah sampai apa terjadi sesuatu"


"Kak, kenapa berdiri disini. Sedang melihat apa kak"


"Kay, sejak kapan kamu berada disini"


"Baru saja, ini minumannya kak"


"Terimakasih kay"


"Sama-sama kak, tadi kakak sedang melihat apa???. Apa kakak kenal dengan penghuni baru dirumah itu???"


"Apa kamu sudah bertemu dengannya???"


"Belum, tapi sepertinya kakak mengenal sekali penghuni baru rumah itu"


"Itu hanya perasaanmu saja kay, bertemu saja kakak belum pernah bagaimana mana kakak bisa mengenalnya"


"Siapa tau kan kak, tumben-tumben saja kakak bisa menyempatkan waktu untuk mampir kerumah ini padahal kakak sangat sibuk dengan kegiatan kakak disekolah"


"Anak ini bisa tidak jangan banyak bertanya" batin Sandara


"Kak, kak Sandara kenapa melamun seperti itu ayo diminum dulu"


"Iya kay, iya kakak minum sekarang"


"Kalau begitu kay tinggal sebentar kak"


"Kamu mau kemana kay???"


"Mengambil beberapa cemilan untuk kakak"


"Tidak perlu repot-repot kay tadi kakak sudah banyak makan cemilan"


"Jangan terlalu banyak makan cemilan kak nanti berat badan kakak bertambah"


"Anak ini keterlaluan, kalau tidak berniat menawarkan cemilan kenapa harus bertanya. Sabar...sabar Sandara ini demi misimu kan jadi abaikan saja apa yang dikatakannya dan fokus dengan apa yang kamu rencanakan sekarang" batin Sandara


"Kak, kenapa malah melamun lagi???. Apa kakak baru putus dengan pacar???"


"Tentu saja boleh kak, mau berapa lama pun kakak ingin beristirahat silahkan asalkan kakak ingat pulang saja. Kalau kakak berlama-lama dirumah ini pasti tante Tanti nanti khawatir dan mencari kakak"


"Anak ini benar-benar keterlaluan, kalau bukan karena Rose tinggal disekitar sini aku tidak akan membuang waktuku untuk datang kerumah jelek ini" batin Sandara


"Kak jangan sering melamun nanti kesambet hantu lu, disekitar lingkungan ini banyak hantunya sekarang"


"Kay, jangan menakuti kakak seperti itu"


"Bukannya begitu kak, memang akhir-akhir ini memang banyak hantu yang berkeliaran disekitar sini kalau kakak pulang terlalu malam sebaiknya berhati-hati kan"


"Memangnya kenapa???"


"Iya berhati-hati saja"


"Kamu jangan menakuti kakak seperti itu kay tidak lucu tau"


"Kay itu berkata yang sejujurnya kak untuk apa kay harus berbohong dengan hal seperti ini"


"Iya sudah kalau begitu jangan dibahas lagi kay kakak takut sekarang"


"Kalau Kakak takut sebaiknya pulang lebih awal sebelum gelap kak"


"Tidak bisa begitu, kalau aku pulang sekarang pasti semua rencana akan gagal" batin Sandara


"Kak, apa ingin menunggu disini sampai malam tiba. Kalau pulang nanti bertemu hantu bagiamana???, memangnya kakak berani???"


"Kakak masih sangat lelah kay, jadi biarkan kakak istirahat dulu sebentar disini sebelum pulang. Kakak akan menelepon supir untuk menjemput kakak gampang kan"


"Iya sudah, berhati-hati saja supaya pulang nanti hantunya tidak mengikuti kakak sampai kerumah"


"Bukannya berdoa untuk hal baik ini malah menakuti ku dasar anak nakal lihat saja nanti akan aku balas perbuatan menyebalkanmu ini kay. Lihat saja nanti" batin Sandara


"Hahaha, sepertinya kak Sandara mulai ketakutan dengan cerita yang ku berikan. Semoga saja perempuan manja ini cepat-cepat pergi, kehadirannya disini mengangguku saja" batin kayran


"Kay, kenapa masih berdiri disitu apa kamu tidak ingin duduk bersama disini sambil menonton"


"Ada tugas yang harus kay kerjakan dikamar, kakak tidak apa-apa kan tinggal sendirian disini"


"Apa tugasnya harus dikerjakan secepat mungkin kay???"


"Iya kak, masih banyak tugas lain lagi yang harus kay kerjakan"


"Baiklah, kerjakan saja jika itu sangat penting untukmu. Kakak tidak apa-apa tinggal disini sendirian"


"Kay pergi dulu ya kak, kalau kakak mau minum lagi ambil saja didapur ya. Cemilan juga ada"


"Iya..iya, sudah sana kakak tidak apa-apa sendirian disini"


"Baiklah, tapi hati-hati saja ya kak"


"Hati-hati kenapa kay???"


"Tidak apa-apa, kay pergi dulu ya kak"


"Iya"


Kay pergi kekamarnya untuk menghindari Sandara.


"Dasar kay, sukanya menakuti saja"


(Ponsel Sandara berdering kembali"


"Sean, mau apa lagi dia???"


"Halo Sandara, kamu dimana sekarang????"


"Itu bukan urusanmu Sean, urus saja dirimu sendiri dan jangan mengkhawatirkan ku"


"Bisa tidak kamu jangan bicara sekasar itu Sandara"


"Aku tidak bicara kasar Sean, kamu saja yang terbawa perasaan"


"Sandara bersikaplah baik padaku mulai sekarang, aku ini kan kakakmu jadi bicaralah dengan sopan"


"Iya, memang kamu itu kakak didalam keluargaku tapi hanya sebatas kakak bukan bagian dari kehidupanku dan ingat satu hal lagi kamu itu cuma anak angkat jadi jangan mengambil alih posisimu sebagai orang penting didalam keluarga ini mengerti"


"Sandara aku menganggapmu seperti adik kandungku sendiri, aku tau posisiku dan aku sadar betul dengan keadaan itu, tapi tidak bisakah sedikit saja kamu bersikap baik kepada kakakmu Sandara"


"Jangan terlalu banyak berkhayal Sean nikmati saja apa yang sudah diberikan untukmu dan jangan mengangguku kalau kamu tidak ada kepentingan"


"Sandara, aku hanya ingin kita...."


Sandara mengakhiri panggilan teleponnya.


"Anak pungut itu menganggu saja, sudah berapa kali aku katakan kepadanya jangan meneleponku kalau tidak ada keperluan apa pun, tapi tetap saja dia menelepon dan menggangguku. Dasar tidak tau diri bersyukur sudah dipungut oleh orang kaya tapi lihat tingkahnya seperti orang penting saja menyebalkan. Kapan anak pungut itu sadar dan pergi dari rumahku. Aku sudah muak melihat tingkah polosnya itu.


Ntah kenapa Sandara sangat membenci kakaknya itu, padahal Sean sangat menyayangi Sandara seperti adik kandungnya sendiri.