L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 01 - Kebohongan yang terungkap



Beberapa hari kemudian setelah kejadian malam itu paman zikran mulai berubah, dia tidak lagi mabuk-mabukan dan berjudi. Rose merasa lega karena usahanya untuk menyadarkan paman zikran akhirnya membuahkan hasil. Tetapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama saat Rose tidak sengaja mendengar percakapan paman zikran dan bibi Kika tentang kecelakaan yang pernah terjadi kepada keluarganya itu.


"Sayang apa kita jujur saja kepada Rose"


"Untuk apa???, jangan memerpanjang masalah lagi Kika sekarang Rose sudah hidup bahagia bersama kita jadi aku harap kamu lupakan saja kejadian itu"


"Tapi tidak semudah yang kamu bayangkan sayang, kesalahan yang pernah kita lakukan itu sangat lah berat"


"Kamu tetap rahasiakan saja masalah ini jangan sampai Rose tau tentang semua ini"


"Aku tidak bisa menyembunyikannya terlalu lama sayang, aku terlalu banyak berdosa kepada Rose dan keluarganya"


Karena penasaran Rose diam-diam mencari tempat yang aman untuk menguping percakapan antara paman zikran dan bibi Kika.


"Apa maksudnya bibi Kika???, kenapa dia menyebut keluargaku. Apa yang sebenarnya terjadi???. Aku harus tetap disini untuk mengetahuinya"


Rose tetap memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Rose mencari tempat yang lebih dekat untuk bisa mendengar dengan jelas apa yang sebenarnya sedang mereka berdua bicarakan.


"Tapi mau sampai kapan kita menyembunyikan sayang, cepat atau lambat Rose akan tau kebenarannya"


"Aku tau itu, tapi untuk sekarang lebih baik kamu tutup rapat-rapat mulutmu agar kamu tidak asal bicara"


"Sampai kapan aku harus melakukannya sayang, setiap aku melihat wajah Rose aku selalu merasa bersalah kepadanya karena masalah ini jadi aku harap secepatnya kamu harus menjelaskan semuanya sayang"


"Aku sudah bilang tunggu waktu yang tepat, aku akan jujur semuanya kepada Rose, tapi tidak sekarang Kika kamu harus mengerti itu. Aku juga merasa bersalah telah melakukan kesalahan bodoh itu, tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi"


"Kesalahan bodoh, apa maksud paman zikran aku benar-benar tidak mengerti. Sebaiknya aku tetap disini saja untuk mencari tau apa yang sebenarnya merasa bahas saat ini"


Rose sangat terkejut saat bibi kika menjelaskan apa yang sebenarnya mereka lakukan terhadap kedua orang tuanya.


"Aku minta sama kamu sayang jangan mengulur waktu terlalu lama akan masalah ini. Aku sudah cukup berdosa sayang selama ini jadi aku minta sama kamu cepat jelaskan apa yang sudah pernah kita lakukan kepada kedua orang tua Rose"


"Kamu bisa sabar sedikit tidak, aku juga merasa pusing karena masalah ini. Rencana ini berhasil karena dukungan mu juga kan, jadi kamu bersabar saja dan tutup mulutmu itu rapat-rapat"


"Iya aku tau itu, tapi mau sampai kapan kita menyembunyikan ini semua sayang. Kecelakaan yang menimpam keluarga Rose itu bukan murni sebuah kecelakaan tapi itu semua rencana kita berdua"


"Apa!!?!, jadi kecelakaan orang tuaku itu bukan kecelakaan yang biasa tetapi itu semua rencana yang dibuat oleh paman zikran dan bibi Kika"


Setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi Rose hanya bisa terdiam membisu, tubuhnya bergetar dan air mata mulai menetes membasahi pipinya. Amarah yang begitu besar terpancar dari raut wajah Rose saat ini. Dengan keberanian yang cukup besar Rose akhirnya keluar dari persembunyiannya dan meminta mereka berdua untuk menjelaskan semuanya.


"Rose, kamu sudah pulang sayang. Apa kamu sudah makan siang sayang???, bibi sudah masak makanan kesukaanmu. Cepat ganti baju dulu"


"Aku tidak lapar, cepat jelaskan apa yang dimaksud bibi Kika paman"


"Apa yang kamu maksud sayang???"


"Jangan banyak berbasa-basi lagi bibi Kika, cepat katakan saja apa yang sudah kalian berdua lakukan kepada kedua orang tua ku. Ayo cepat jawab sekarang juga!!!!!"


"Tenang dulu sayang, kita bisa bicarakan ini baik-baik. Tapi sebelum itu kamu ganti baju dulu" bibi Kika memegang tangan Rose


"Lepaskan tanganku, aku tidak ingin disentuh oleh wanita jahat sepertimu bibi Kika. Aku tidak sudi, lepaskan sekarang juga"


"Kamu tenangkan dirimu dulu Rose, kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik kan"


"Apa!!!, bicara dengan baik-baik. Apa dengan bicara baik-baik kedua orang tuaku bisa kembali. Ayo jawab bik apa kedua orang tuaku bisa kembali lagi"


"Cukup Rose jangan bicara kasar seperti itu kepada bibimu, dia adalah orang yang selalu merawat dan menyayangimu seperti anak kandungnya sendiri"


"Kalau aku tau kalian berdua adalah dalang dari kecelakaan itu. Aku tidak sudi untuk tinggal bersama kalian"


"Maafkan kami Rose, apa yang kami lakukan sangatlah berdosa"


Bibi Kika tidak bisa berkata-kata lagi saat melihat Rose menangis.


"Jadi kami harus apa Rose untuk menebus kesalahan ini" jawab paman zikran


"Kalian mau tau apa itu"


"Katakan saja apa yang ingin kamu lalukan kepada kami berdua, kami akan siap untuk melakukannya untuk mu"


"Orang jahat seperti kalian berdua itu pantas dipenjara seumur hidup"


"Kalau itu yang sangat kamu inginkan, akan kami lakukan Rose" jawab paman zikran


Bibi Kika hanya bisa menangis tanpa tau apa yang harus dia katakan kepada Rose, karena dirinya sudah merasa bersalah atas apa yang pernah dia lalukan terhadap keluarga Rose.


"Bagus..bagus itu yang sangat aku inginkan. Baiklah sekarang juga aku akan telepon polisi untuk menjemput kalian berdua. Bersiap-siaplah"


"Telepon saja, kami berdua akan selalu siap kapan pun jika kamu harus masuk penjara"


Rose mengambil ponsel miliknya untuk menelepon polisi, tetapi hal itu tidak jadi dilakukan oleh Rose. Rose merasa kasih melihat bibi Kika selalu menderita selama bersama pamannya itu. Rose tau apa yang dilakukan bibi Kika hanya untuk kebahagiaan suaminya bukan ada maksud lain. Untuk itu Rose mencoba mengikhlaskan semuanya yang pernah terjadi kepada keluarganya tetapi dengan satu syarat yang membuat paman zikran dan bini Kika tidak dapat menolaknya.


"Apa kamu sudah menghubungi polisi??? Tanya paman zikran


"Aku tidak akan melakukan hal itu"


"Kenapa???, Hubingi saja polisi jika kamu menginginkan kami berdua masuk kedalam penjara"


"Aku tidak sejahat itu, aku akan melupakan kejadian ini tetapi dengan satu syarat"


"Apa syaratnya sayang??? Tanya bibi Kika


"Jangan panggil aku seperti itu lagi aku tidak menyukainya"


"Cepat katakan apa syaratnya Rose???"


"Aku akan pergi dari rumah ini"


"Kalau kamu pergi dari sini, kamu mau tinggal dimana sayang" tanya bibi Kika


"Itu bukan urusanmu, dan satu hal lagi jangan panggil aku sayang. Aku benar-benar membenci panggilan itu"


"Baiklah, maafkan bibi Rose. Jika selama ini bibi melakukan kesalahan"


"Cukup basa-basinya, mulai sekarang aku akan pergi dari rumah ini"


"Jangan pergi Rose, tetaplah tinggal disini"


"Aku tidak akan sudi tinggal dirumah penjahat seperti kalian, lebih baik aku tinggal dijalan daripada harus tinggal bersama kalian"


"Baiklah jika itu keputusanmu paman dan bibi tidak bisa menolaknya"


"Tapi sayang, Rose akan tinggal dimana???"


"Sebaiknya kamu diam saja dan jangan banyak bicara lagi, aku tidak ingin masalah ini lebih rumit lagi Kika"


"Dan satu hal lagi selagi setelah aku pergi dari rumah ini kalian berdua jangan coba-coba mencari dimana keberadaanku, karena setelah aku keluar dari rumah ini kita sudah bukan keluarga lagi. Walaupun suatu saat kita bertemu pura-pura saja tidak mengenal"


"Baiklah akan kami lakukan Rose" jawab paman zikran


Setelah cukup puas menumpahkan kekesalannya Rose akhirnya pergi dari rumah itu. Semenjak kejadian itu Rose dan keluarga paman zikran tidak pernah bertemu lagi. Kini Rose menganggap keduanya telah mati didalam ingatannya.