L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 06 - Semua masa lalu



Hari ini sikap kayran sedikit berubah, si manja yang suka menjahili orang itu kini lebih suka menyendiri dan melamun dibanding harus melakukan kebiasaan yang menjadi rutinitas kesehariannya disekolah yaitu menjahili teman yang suka menindas teman lainnya.


"Kay, kamu kenapa???"


"Apa maksudmu Liam???"


"Tidak biasanya kamu melamun seperti ini, apa yang sedang kamu pikirkan kau??"


"Aku tidak sedang memikirkan apa-apa Liam yang aku lakukan sekarang hanya menikmati waktu tenang ku saja"


"Waktu tenang????, bukannya waktumu selalu tenang-tenang saja sekarang semenjak si pembuat onar tidak lagi membuat keributan disekolah ini"


"Iya aku tau, hanya saja ada hal lain yang sedang aku pikirkan sekarang Liam"


"Apa itu???"


"Kamu tau rumah tua yang berada disamping rumahku"


"Iya aku tau, memangnya kenapa dengan rumah itu???"


"Sekarang rumah itu sudah ada penghuninya"


"Bagus dong, akhirinya rumah itu dibeli juga"


"Iya memang itu harapanku, hanya saja..."


"Hanya saja apa kay????"


"Aku penasaran siapa orang yang telah membeli rumah itu"


"Apa dia cantik???"


"Dari mana kamu tau, apa kamu pernah melihatnya"


"Tidak, ini saja aku baru mengetahui darimu kalau rumah itu akhirnya ada yang membelinya lagi setelah insiden itu"


"Aku kira kamu pernah bertemu dengannya, makanya kamu bisa berbicara seperti itu Liam "


"Tidak kay, aku hanya menebak saja mungkin penghuni baru rumah itu orangnya sangat cantik"


"Bagaimana kalau penghuninya itu laki-laki????"


"Tetapi firasatku mengatakan kalau penghuni baru dirumah itu perempuan"


"Ok kita lihat saja nanti"


"Mau taruhan???"


"Dasar si tukang taruhan"


"Mau tidak kay"


"Memangnya taruhannya apa????"


"Kalau tebakan ku itu benar kamu harus mengatakan cinta kepada Garani didepan semua teman disekolah ini"


"Apa???, aku tidak mau cari taruhan yang lain saja kamu kan tau kalau aku tidak menyukainya lagi"


"Iya aku tau kalau Garani itu cinta pertamamu kan"


"Sial kamu Willy, justru Garani yang selalu meminta balikan denganku"


"Sekarang waktu yang tepat untuk kamu balikan dengannya kan"


"Tidak sudi, lebih baik aku mencari orang lain saja"


"Apa kamu sedang menyukai seseorang setelah putus dari Garani???"


"Tidak ada siapa punya pun yang bisa membuatku jatuh cinta lagi"


"Apa kamu masih belum bisa melupakan Garani cinta pertamamu itu kay???, aku dengar Garani berpacaran dengan Sony anak kepala sekolah kita kan. Ternyata Garani pandai dalam mencari pasangan"


"Jadi maksudmu aku bukan orang yang tidak pantas untuk Garani setelah kami berdua putus karena dia selingkuh dengan si Sony itu"


"Bukan begitu kay, aku tidak menyebutnya seperti itu. Hanya saja perempuan seperti Garani itu memang cocok kalau berpasangan dengan Sony si tukang bohong"


"Si tukang bohong bagaimana maksudmu???"


"Nanti kamu lihat saja apa yang akan terjadi dengan si Garani"


"Apa kamu sedang merencanakan sesuatu???"


"Tidak"


"Terus kenapa kamu bisa bicara seperti itu"


"Nanti juga kamu akan tau apa yang akan terjadi dengan Garani si cewek matre itu"


"Terserah kamu saja, aku juga tidak akan peduli apa pun yang akan terjadi dengannya"


"Kamu yakin???"


"Yakinlah, untuk apa selalu mengingat perempuan yang sudah menyakiti perasaanku"


Tak berapa lama orang yang sedang dibicarakan tiba dikelas dengan mata yang begitu bengkak seperti habis menangis semalaman.


"Panjang umur orang kita bicarakan akhirnya datang juga"


"Siapa???"


"Jangan pura-pura tidak tau, lihat saja"


"Malas, tidak penting juga"


"Lihat saja dulu kay, pasti kamu suka melihatnya"


"Amit-Amit, tidak sudi"


"Coba lihat saja dulu, sebelum berkomentar kay. Aku yakin pasti kamu menyukainya"


"Aku sudah bilang berapa kali kalau aku tidak berminat melihat wajahnya lagi"


"Pasti kamu akan menyesal kay, hari ini wajahnya Garani sangat jelek sekali" Willy menaha tawanya karena melihat wajah Garani yang sangat aneh pagi ini"


"Apa maksudmu berbicara seperti itu???"


"Kalau kamu penasaran coba lihat saja kesana, aku yakin kamu pasti menyukainya" Liam masih menahan tawanya


"Pasti kamu akan menyesal kalau tidak melihatnya kay, ini pertunjukan yang menyenangkan untuk dilihat"


"Tetap saja aku tidak akan tertarik untuk melihatnya"


"Iya sudah, terserah kamu saja"


Liam berlalu pergi meninggalkan kayran yang kembali menyendiri dan melamun kan sesuatu.


"Liam, kamu mau kemana???"


"Mencari tau apa yang sedang terjadi"


"Mencari tau tentang siapa??"


"Mantan pacarmu"


"Oh"


"Mau ikut"


"Tidak, kamu pergi saja sendiri aku mau melakukan melamun ku saja"


"Ok, dasar orang aneh"


"Apa kamu bilang!!?!"


"Hehehe, jangan marah aku cuma bercanda kok"


"Siap juga yang marah, aku kan juga bercanda. Hahahaha"


"Dasar orang aneh"


"Pergi sana kamu menggangguku saja"


"Aku juga akan pergi sekarang, tapi..."


"Tapi apa lagi???"


"Soal taruhannya jadi kan"


"Masih ingat saja kamu, cari taruhan yang lain saja"


"Ok, akan aku pikirkan. Setelah jam istirahat aku akan memberitahukan mu apa taruhannya"


"Terserah kamu saja"


"Ok, aku pergi dulu"


"Ya sudah, pergi sana"


"Yakin nie mau aku pergi"


"Sudah sana, kalau mau pergi jangan banyak bertanya lagi"


"Kalau aku pergi kamu tidak akan merindukanku kan"


"Amit-Amit, sudah pergi sana"


"Iya tampan, aku pergi sekarang" sambil mencubit pipi kayran setelah itu pergi menjauh darinya


"Liam !!!!, awas kamu ya"


"Hahahahaha"


Karena ulah jahil Liam mau tidak mau kayran harus menoleh kearah Ganari berada. Kayran seketika terkejut melihat wajah aneh Garani pagi ini.


"Apa yang dikatakan Willy ada benarnya juga, kenapa wajahnya bisa aneh seperti itu" kayran menahan tawanya


Dari kejauhan tampak Garani melihat tingkah kayran yang seperti sedang mentertawakan bentuk wajah anehnya saat ini.


"Ganari, sepertinya kayran sedang mentertawakanmu" jawab Laura


"Biarkan saja, aku juga tidak tertarik untuk melihatnya"


"Jadi sekarang kamu sudah melupakan kayran bukannya dulu kamu pernah mengatakan kepadaku bahwa kamu sangat mencintai kayran"


"Dahulu aku hanya terlalu bodoh"


"Maksudmu???"


"Aku kira kayran itu anak orang kaya, tapi dugaanku salah. Dia itu hanya anak dari keluarga yang biasa-biasa saja"


"Dasar matre" batin Laura


"Garani"


"Apa Clarin???"


"Aku bertanya sesuatu"


"Mau tanya apa???"


"Kenapa wajahmu aneh seperti ini???"


"Dasar si mulut ember, kenapa terlalu jujur kalau bertanya" batin Laura


"Kamu mau tau kenapa wajahku aneh seperti ini"


"Tentu, aku ingin tau" jawab Clarin dengan polosnya"


"Clarin...Clarin kenapa kamu terlalu polos sih" keluh Laura dalam hati


"Laura, kamu kenapa???"


"Iya Garani, ada apa???"


"Dari tadi kamu melamun ya"


"Hehehehe"


"Dasar tidak peka, kenapa kamu harus punya teman tulalit seperti mereka. Kalau bukan anak orang kaya, aku tidak akan mau bertemu dengan mereka. Sabar..sabar Garani mereka itu masih bisa kamu manfaatkan jadi bersikap baik saja apapun yang akan mereka katakan asalkan apa yang kamu perlukan akan selalu ada saat kamu bersikap baik kepada mereka. Ayo Garani semangat demi barang-barang mewah, hahahah" batin Garani


"Garani kamu baik-baik saja kan, kalau kamu tidak bisa cerita sekarang tidak apa-apa" jawab Clarin


Untuk beberapa saat Garani terdiam sejenak. Garani tau apa yang akan dikatakan nanti akan membuat Laura dan Clarin bersimpati kepadanya dan akan menghiburnya dengan mengajak dirinya untuk pergi berbelanja barang-barang mahal untukku.