L.O.V.E

L.O.V.E
Prolog



Jam menunjukkan pukul 07:00 pagi, saatnya leddy Rose memulai aktivitas barunya sebagai seorang pengawal pribadi. Walaupun pekerjaannya itu cukup berat bagi seorang perempuan seperti dirinya, tetapi bagi leddy Rose bekerja sebagai pengawal pribadi tentu saja dapat mencukupi kehidupannya untuk saat ini. Uang yang dihasilkan dengan bekerja sebagian pengawal pribadi cukup besar, hal itu yang membuat Rose tertarik untuk melakukannya. Semenjak kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan mobil, leddy Rose kini harus tinggal bersama paman dan bibinya. Karena hanya merekalah keluarga yang leddy Rose punya saat ini setelah kedua orang tuanya tiada. Bibi Kika sangat menyayanginya leddy Rose seperti anaknya sendiri, hal itu yang membuat leddy Rose betah tinggal bersama mereka. Tapi lain halnya dengan paman zikran yang suka mabuk-mabukan dan menghamburkan uang hanya untuk berjudi. Walaupun paman juga menyayangi dirinya tetapi kebiasaan buruk paman zikran yang dibenci oleh leddy Rose. Karena kebiasaan buruknya itu paman zikran selalu membuat bibi Kika menderita dibuat olehnya, walaupun begitu bibi Kika tetap menyayangi suaminya itu. Leddy Rose saat sedih saat melihat bibinya selalu diperlakukan dengan sangat kasar setiap kali pamannya mabuk dan kalah berjudi. Kemarahannya selalu dilimpahkan kepada bibinya, leddy Rose saat kesal atas perlakuan kasar pamannya itu. Leddy Rose selalu ingin menolong bibinya, tetapi bibinya mencegah hal itu karena tidak ingin kalau leddy Rose terluka. Leddy Rose hanya bisa menutup kedua telinganya saat pamannya mulai melakukan kekerasan kepada bibinya. Ingin rasanya leddy Rose menolong bibinya tapi hal itu selalu dilarang oleh bibinya. Untuk beberapa saat leddy Rose bisa mengabaikannya tapi untuk kali ini leddy Rose tidak akan bisa berdiam diri saat melihat banyak luka lebam yang terlihat di tubuh bibi tersayangnya itu. Leddy Rose mulai memberanikan diri untuk melakukan perlawanan terhadap pamannya itu. Leddy Rose keluar dari kamarnya dengan wajah yang penuh dengan kebencian sebagai keluarga leddy Rose tidak ingin pamannya selalu menyakiti bibi tersayangnya itu karena paman zikran adalah adik dari ayahnya jadi sebagai keluarga leddy Rose harus menyadarkan pamannya supaya tidak melakukan hal buruk seperti ini lagi. Tetapi usahanya tidak begitu berhasil karena pamannya terlalu mabuk berat, setiap perkataan yang leddy Rose keluarkan dari mulutnya tidak ada sedikit pun yang bisa didengar oleh pamannya, hal itu membuat leddy Rose semakin kesal.


"Paman!!!, hentikan ini semua. Jangan sakiti bibi Kika. Itu bukan kesalahannya paman, tolong hentikan sekarang juga Rose mohon paman"


"Kamu siapa???, jangan ikut campur sebaiknya kamu masuk sana dasar anak tidak tau diri"


"Apa!!!, anak tidak tau diri yang lebih tidak tau diri itu paman. Paman melakukan hal yang tidak sepantasnya untuk dilakukan sebagian seorang kepala keluarga"


"Sudah Rose jangan seperti ini, bibi tidak apa-apa sayang"


"Rose tidak mau bik sebelum paman minta maaf"


"Percuma Rose, pamanmu itu sudah mabuk berat jadi sebaiknya kamu kembali kekamar dan Jangan ikut campur dengan masalah ini sayang, bibi tidak mau kalau kamu sampai terluka"


"Apa pun resikonya akan Rose tanggung bik asalkan paman bisa berubah"


"Jangan sayang, bibi tidak ingin kamu terluka. Biarlah saja bibi yang terluka asalkan kamu tidak sayang. Sebaiknya kamu masuk saja kekamar dan pura-pura saja kamu tidak pernah melihat kejadian ini"


"Rose tidak bisa seperti itu lagi bik, Rose sedih melihat bibi seperti itu jadi sebagai keluarga dari paman zikran Rose harus melakukannya. Rose tidak mau kalau paman menyakiti bibi karena kesalahannya, Rose tidak terima bik"


"Tapi bibi tidak apa-apa sayang, jadi sebaiknya kamu masuk saja ya sayang"


Leddy Rose tidak mendengarkan apa yang diperintahkan oleh bibinya itu, karena kebencian Rose yang begitu besar terhadap pamannya, dengan berani Rose mendekati pamannya dan mulai berbicara dengan nada tinggi dihadapan pamannya.


"Paman!!!, hentikan semua ini sekarang juga atau Rose telepon polisi supaya paman dipenjara karena perbuatan paman"


"Dasar anak ingusan berani sekali kamu, cepat masuk kekamar dan ikut campur masalah ini atau aku akan..."


"Paman mau pukul ayo pukul, Rose tidak takut sama sekali"


"Rose masuk kekamar mu sekarang" pinta bibi Kika


"Ternyata anak ingusan ini berani juga ya, rasakan ini"


Pamannya menggepalkan tangan kanannya untuk memukul Rose tetapi dengan cepat Rose menghindar dari pukulan itu.


"Cuma segitu paman, sekarang rasakan pukulan Rose ini. Paman pasti akan menyerah sekarang"


"Besar juga nyali kamu anak ingusan, ayo coba pukul aku mau tau seberapa kuat pukulan anak ingusan seperti mu"


"Ok, rasakan saja ini paman. Pasti paman akan menyukainya"


Disaat leddy Rose ingin mengarahkan pukulannya kearah paman zikran dengan cepat bibi Kika menghalanginya hal itu membuat bibi Kika terjatuh ke lantai dengan hidung dan mulut yang mengeluarkan darah segar.


"Rasakan ini orang tua tidak tau diri!!!!"


"Bibi Kika!!!!, kenapa bibi menolong paman. Biarkan paman merasakan apa yang selalu bibi rasakan kenapa bibi harus menolongnya. Paman Ziran itu jahat bik"


"Bibi tidak apa-apa sayang, jadi tolong hentikan sekarang juga bibi mohon sayang"


"Tapi bik, paman zikran itu sudah keterlaluan jadi harus dikasih pelajaran supaya paman tidak melakukan kesalahan yang sama"


"Sebaiknya kamu hentikan saja sayang, bibi sungguh tidak apa-apa diperlukan seperti itu"


"Tidak bisa seperti itu bik, paman harus mendapat balasan atas apa yang dia lakukan terhadap bibi"


"Bibi mohon jangan sayang"


Melihat Rose terlalu fokus kepada bibinya, paman zikran mengambil sebuah kursi kayu yang berada didekatnya untuk dipukulkan ke Rose. Rose tidak sempat menghindar dari pukulan itu. Rose jatuh tersungkur di lantai tepat disamping bibinya.


"Rasakan itu anak ingusan, makanya jangan ikut campur urusanku. Hahaha"


"Kamu tidak apa-apa sayang, apa kamu terluka" tanya bibi Kika


"Rose baik-baik saja"


"Sebaiknya kita kerumah sakit untuk memastikannya sayang"


"Yang harus kerumah sakit itu bibi bukanya Rose, karena bibi mengelukan banyak darah. Setelah membereskan orang tua tidak tau diri itu kita langsung pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka-luka bibi"


"Tidak perlu Rose, besok pagi bibi juga bisa sembuh"


"Pokoknya bibi harus kerumah sakit, semua biayanya akan Rose bayar bik. Rose punya cukup uang, jadi setelah ini kita langsung kerumah sakit"


"Tapi bibi tidak apa-apa sayang, simpan saja uangnya untuk keperluan sekolah mu"


"Bibi tidak perlu khawatir soal itu Rose punya cukup uang, jadi bibi harus kerumah sakit untuk mengobati lukanya. Bibi tunggu disini dulu Rose akan buat perhitungan dengan orang tua itu"


Rose bangkit dari lantai dan berjalan kearah pamannya yang sudah hilang akal itu, Rose menggepalkan tangan kanannya bersiap untuk memukul kearah paman zikran. Pukulannya itu tepat sasarannya dan paman zikran seketika itu tak sadarkan diri. Melihat itu Rose merasa sangat lega karena bisa membalas perlakuan jahat pamannya itu.


"Hei Pak tua"


"Kamu hebat juga anak ingusan"


"Rasakan ini!!!"


Rose memukul pamannya tepat disebelah kanan wajah pamannya, setelah cukup puas membalas perbuatan pamannya Rose membawa bibinya pergi kerumah sakit untuk mengobati luka-lukanya.