L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 25 - Pulanglah



Tante Ghania tetap memaksa Adrika untuk pulang bersama tetapi tetap saja Adrika menolak untuk pulang sebelum mama nya meminta maaf kepada Rose.


"Adrika jangan menentang mama, kamu anak yang penurut jadi mama minta ikut mama pulang sekarang"


"Ma, Adrika sudah berkata berulang kali. Adrika tidak akan pulang sebelum mama meminta maaf kepada Rose"


"Untuk apa mama harus meminta maaf kepada dia, itu salah dia sendiri jadi kenapa harus mama yang minta maaf"


"Tapi ma, mama itu salah paham"


"Salah paham bagaimana???, ini buktinya sudah sangat jelas kalau dialah yang membawamu kerumahnya dan entah apa yang akan dia lakukan kamu tidak akan pernah tau kan. Jadi dari pada kamu sampai celaka lebih baik pulang bersama mama sekarang juga"


"Ma, jangan bicara buruk seperti itu. Rose tidak seperti itu ma. Mama salah paham"


"Salah paham???, tidak ada kesalahpahaman yang terjadi disini semuanya sudah terbukti Adrika. Kenapa kamu masih tidak percaya dengan apa yang kamu lihat sekarang"


"Ma, Adrika mohon jangan bersikap seperti ini. Mama salah paham jadi Adrika minta hentikan semua ini"


"Mama akan menghentikan ini semua asalkan kamu pulang bersama mama"


"Adrika benar apa yang mama mu katakan pulanglah"


"Tapi Rose bagaimana denganmu???"


"Aku tidak apa-apa, hal in sering terjadi kepadaku jadi kamu tidak perlu khawatir"


"Ternyata akting kamu bagus juga ya, pertama-tama berbicara sangat manis dan setelah mendapat keuntungan pasti kamu akan menyingkirkan Adrika kan mencari mangsa baru"


"Cukup tante, apa yang tante katakan itu tidak benar. Walaupun sekarang Rose tidak punya siapa-siapa lagi, Rose tidak pernah sedikit pun ingin mengemis atau pun berniat jahat kepada Adrika atau siapa pun demi mencari keuntungan"


"Itu cuma akal-akalan mu saja, orang seperti kamu memang pandai dalam berbicara jadi saya tidak akan tersentuh atau pun kasihan dengan apa yang kamu katakan saat ini.


Dari kejauhan tampak Sandara menikmati pertunjukan ini.


"Rasakan itu Rose, makanya jangan merebut Adrika dariku. Terima saja itu sebagai hukuman mu Rose, pasti setelah itu mereka berdua tidak akan bertemu lagi. Hahahaha rencana mu hari ini berjalan dengan lancar Sandara, kamu memang hebat dan sangat beruntung kali ini"


Sandara cukup puas dengan rencana jahatnya hari ini.


"Kenapa ribut-ribut sekali diluar sana, apa terjadi sesuatu dengan penghuni baru itu. Sebaiknya aku periksa saja untuk memastikannya"


Kayran membuka jendela kamarnya dan tampak terkejut dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini.


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa tante itu memarahinya. Dan kenapa laki-laki itu diam saja tanpa menolong penghuni baru itu, aku harus kesana untuk menolongnya"


Karena merasa kasihan, kayran keluar dari kamar nya dan bergegas pergi. Tetapi hal itu dicegah oleh Sandara.


"Kayran, kamu mau kemana???"


"Kak Sandara tidak mendengar keributan diluar????"


"Dengar memangnya kenapa???"


"Apa kakak tidak kasihan kepadanya???"


"Untuk apa kak Sandara harus merasa kasihan kayran, kak Sandara tidak mengenal orang itu jadi untuk apa kak Sandara harus ikut campur dan menolongnya"


"Saat ini kak Sandara pasti berbohong, tidak mungkin dia tidak mengenal penghuni baru itu. Pasti ada yang disembunyikan oleh kak Sandara" batin kayran


"Kayran, sebaiknya kamu kembali kekamar mu dan jangan ikut campur dengan masalah mereka"


"Tapi kak, kalau semakin dibiarkan akan terjadi hal yang lebih buruk lagi"


"Kenapa kamu harus memikirkannya, biarkan saja. Mungkin itu memang kesalahan si perempuan"


"Kak Sandara, kenapa kak Sandara bisa menebak kalau itu adalah kesalahan si perempuan padahal kak Sandara tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Pasti ini adalah rencana kakak, jujur saja kak Sandara"


"Sial, kenapa tadi aku asal bicara. Sandara tenangkan dirimu dan coba pengaruhi kayran untuk tidak perlu pergi membantu Rose. Ayo berpikir Sandara" batin Sandara


"Diam berarti benar kan kak apa yang kayran katakan kalau sebenarnya kak Sandara yang merencanakan ini semua"


"Buktinya sudah jelas kak"


"Jelas bagaimana???"


"Tadi kakak sudah mengatakan bahwa perempuan itu yang bersalah sedangkan kakak tidak tau apa yang sebenarnya tejadi"


"Kayran tadi itu kak Sandara cuma menebak saja, dan mungkin saja tebakan kak Sandara itu masuk akal"


"Masuk akal atau itu memang kebetulan yang sebenarnya"


"Kayran, cukup kamu itu sudah menuduh kak Sandara yang bukan-bukan. Sebaiknya kamu kembali ke kamar dan jangan ikut campur urusan mereka"


"Kak Sandara, bukannya kayran ingin menuduh kakak tapi apa yang kakak katakan itu sudah menjadi bukti yang jelas bahwa kakak mengenal penghuni baru itu. Jujur saja kak Sandara, kenapa kakak harus menjelaskannya berbelit-belit seperti ini"


"Jadi sekarang kamu tidak percaya dengan apa yang kak Sandara katakan????"


"Bukannya kayran tidak percaya kak, hanya saja apa yang kakak katakan itu sedikit mencurigakan"


"Mencurigakan bagaimana?????"


"Kakak pasti paham apa yang tadi kayran katakan"


"Kayran kamu ini lebih percaya orang asing dibandingkan kak Sandara"


"Jangan salah paham dulu kak Sandara, disini kayran tidak membekas siapa pun. Kayra hanya ingin kak Sandara mengatakan yang sejujurnya itu saja, kenapa kak Sandara berpikir kalau kayran membela salah satunya"


"Anak ini memang keras kepala, aku harus melakukan sesuatu untuk membuatnya diam. Tapi bagaimana caranya???, ayo berpikir Sandara" batin Sandara


"Kalau kak Sandra tidak bisa menjawabnya berarti apa yang kayran katakan itu benar"


"Tunggu dulu kayran"


"Kak Sandara kenapa???"


"Sepertinya sakit kakak kambuh lagi kayran"


"Apa yang harus kayran lakukan???"


"Tolong ambilkan kak Sandara minum didapur"


"Iya, akan kayran ambilkan. Kak Sandara tunggu disini dulu"


"Dua gelas ya kayran"


"Siap kak"


Kayran pergi kedapur untuk mengambil minuman yang diminta oleh Sandara.


"Anak itu mudah sekali dibohongi, kayran kamu itu masih anak kecil jadi tidak mudah bagimu untuk melawan kak Sandara, karena kakak tau apa kelemahanmu kayran. Hahahaha"


Karena begitu panik kayran jadi melupakan apa yang sudah dikatakannya kepada Sandara.


"Sebenarnya apa yang terjadi???, tadi aku sedang membahas apa dengan kak Sandara. Kenapa aku bisa lupa begini, apa jangan-jangan karena aku panik melihat kak Sandara tiba-tiba merintih kesakitan. Kayran kenapa hal ini harus terjadi disaat yang tidak tepat dasar penyakit aneh" kayran kesal dan memukul-mukut kepalanya berulang kali


"Kayran, apa minumannya sudah siap???"


"Iya kan, ini akan kayran bawa kesana"


"Cepat sedikit kayran Kakak sudah tidak bisa menahan rasa sakit ini"


"Kayran akan segera kesana kak, tunggu"


"Akhirnya semua rencana berhasil dengan lancar, kayran sudah lupa apa yang tadi kami bicarakan dan sekarang menyusun rencana lagi untuk membuat kayran lupa dengan apa yang sebenarnya terjadi. Ini memang hari keberuntunganmu Sandara"


Sandara tersenyum cukup puas karena hari ini semua rencananya berjalan dengan lancar tanpa hambatan sedkiti pun.