L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 02 - Suasana baru



Setelah pergi dari rumah paman zikran dan bibi Kika, Rose memutuskan untuk membeli sebuah rumah yang cukup sederhana dari uang tabungan yang dimilikinya. Untuk sementara waktu Rose bisa sedkit melupakan apa yang pernah terjadi kepada dirinya.


"Ini rumahnya nak, walaupun tidak begitu besar tapi cukup nyaman untuk menjadikannya tempat tinggal"


"Iya buk, ini juga sudah cukup nyaman. Berapa harganya buk???"


"Cukup murah nak, tapi apa benar hanya kamu saja yang tinggal dirumah ini. Kemana orang tua mu????"


"Kedua orang tua saya sudah meninggal dunia buk, jadi saya tinggal sendirian saja mulai sekarang"


"Maafkan ibu nak, kalau pertanyanya ibu tadi itu membuatmu menjadi sedih"


"Tidak apa-apa buk, saya baik-baik saja"


"Syukurlah kalau begitu, sebagai gantinya akan saya kurangi harga rumah ini sebagai tanda permintaan maaf saya"


"Apa benar begitu buk????"


"Iya nak"


"Oh ya saya lupa memperkenalkan diri. Perkenalkan nama saya leddy Rose buk"


"Salam kenal ya nak Rose, panggil saja ibu Tita. Ibu tinggal dirumah disamping rumahmu ini, jadi kalau punya waktu kamu bisa berkunjung kerumah ibu"


"Jadi merepotkan saja buk Tita, tapi kalau punya waktu Rose akan berkunjung kerumah ibu"


"Sekarang kamu kelas berapa Rose???"


"Kelas 11 buk"


"Oh begitu, kalau anak ibu masih kelas 9"


"Sekolahnya dimana buk kalau boleh saya tau?"


"SMP Menata diri nak Rose"


"Saya juga dulu bersekolah disitu buk"


"Kebutulan kalau begitu, kalau ada waktu saya bisa minta bantuan nak Rose untuk mengajarkan anak saya belajar"


"Dengan senang hati kalau saya bisa membantu buk"


"Iya sudah kalau begitu bereskan dulu barang-barang mu nak Rose"


"Tentu buk, kalau begitu saya masuk dulu"


"Mau ibu bantu nak Rose"


"Jangan buk, Rose bisa melakukannya sendiri"


"Kalau kamu perlu bantuan jangan sungkan untuk memberitahukannya ya nak Rose"


"Baik buk, ini uang pembayaran rumahnya"


"Secepat ini, kalau kamu masih membutuhkan uang ini sebaiknya kamu simpan saja dulu, kalau sudah punya cukup uang baru kamu membayarnya Rose"


"Tidak apa-apa buk, Rose masih punya cukup uang ditabungan jadi ibu Tita terima saja uang ini"


"Baiklah nak Rose, terimakasih. Ibu terima uangnya"


"Saya yang seharusnya banyak-banyak terima kasih kepada ibu Tita, karena ibu Tita sudah mengurangi harga rumah ini, saya merasa tidak enak buk"


"Jangan bicara seperti itu nak Rose, ibu Tita merasa sangat bahagia karena rumah ini akhirnya ada yang menghuninya"


"Memangnya dulu ini rumah milik siapa buk Tita kalau boleh saya tau???"


"Rumah ini sangat bersejarah untuk ibu nak Rose, jadi ibu tidak bisa berkata-kata lagi kalau harus membahas rumah ini. Sebenarnya ibu tidak ingin menjual rumah ini karena kebutuhan yang semakin bertambah terpaksa ibu harus menjualnya. Tapi ibu sangat lega karena pemilik rumah ini sekarang adalah orang yang tetap jadi saya tidak perlu khawatir"


"Jadi begitu ya ceritanya bu Tita, berarti saya orang yang beruntung dong buk"


"Maksudnya nak Rose???"


"Saya bisa tinggal dirumah yang sangat bersejarah ini"


"Semoga kamu bisa betah tinggal dilingkungan ini ya nak Rose"


"Pasti buk, saya akan betah untuk tinggal dirumah ini kalau tetangganya sebaik ibu Tita"


"Kamu bisa saja nak Rose"


"Kalau begitu saya masuk dulu buk, mau beres-beres dulu"


"Oh iya juga ya, maaf nak Rose ibu terlalu banyak bicara sampai-sampai kamu tidak bisa masuk kerumah mu sendiri"


"Tidak apa-apa buk Tita, lain kali saya akan buatkan ibu Tita kue yang enak sebagai tanda terima kasih"


"Jangan repot-repot begitu nak Rose"


"Tidak merepotkan buk Tita, kalau saya punya waktu akan saya antarkan kuenya kerumah ibu Tita"


"Kamu sangat mandiri sekali ya nak Rose"


"Itu sudah diajarkan oleh kedua orang tua saya untuk menjadi anak yang lebih mandiri, jadi saya sudah terbiasa melakukannya buk"


"Andaikan saja anak ibu bisa mandiri seperti kamu nak Rose, ibu merasa sangat beruntung"


"Pada akhirinya seseorang akan bisa berubah buk"


"Ibu berharap begitu nak Rose, ya sudah ibu pergi dulu. Kalau nak Rose butuh bantuan hubungi saja ibu atau langsung kerumah saja"


"Baik buk"


"Ibu pergi dulu ya nak Rose"


"Iya buk"


"Ibu tunggu kue buatannya ya, ibu yakin pasti kuenya enak"


"Ibu akan tunggu, kalau begitu ibu pulang dulu ya nak Rose"


"Iya buk"


"Semoga kamu betah ya tinggal dilingkungan ini"


"Pastinya buk, Rose akan selalu betah tinggal disini"


Setelah lama mengobrol akhirnya ibu Tita pulang kerumahnya dan Rose mulai membereskan barang-barang yang bawaanya itu. Rose sangat bersyukur memiliki tetangga yang baik seperti ibu Tita, menurutnya kalau semua orang bisa berkata lebih jujur semuanya akan menjadi lebih mudah tapi tidak semua orang bisa melalukan hal itu karena semua orang tidak akan sama. Rose sedikit merasa lega karena bisa menghindar dari orang-orang yang sudah menyakiti perasaannya. Kini Rose bisa hidup lebih tenang mulai sekarang dan melupakan semua yang pernah terjadi kepada hidupnya.


"Ma, mama dari mana saja???"


"Kamu sudah pulang sayang, ganti baju dan setelah itu makan siang mama sudah siapkan makanan enak untuk kamu"


"Jawab dulu pertanyaanku ma, mama habis dari mana???"


"Mama pergi bertemu pemilik rumah kita"


"Apa mama jadi menjual rumah itu???"


"Iya sayang, mama terpaksa harus menjual rumah itu demi mencukupi kehidupan kita saat ini"


"Baguslah rumah itu sudah ada pemiliknya"


"Apa kamu tidak marah mama menjual rumah itu sayang???"


"Untuk apa aku marah ma, selagi rumah itu bisa menghasilkan kenapa tidak. Apa mama sudah mendapatkan uang pembayaran dari hasil menjual rumah itu???"


"Sudah sayang, ini uangnya"


"Kalau begitu besok belikan aku sepatu baru ya ma, sepatuku yang sekarang sudah rusak"


"Iya sayang, akan mama belikan ya baru sepatunya"


"Makasih ma, mama baik banget. Kayran sayang mama"


"Mama juga sayang kamu sayang, ayo kita masuk dulu kamu sudah sangat bau jadi sebaiknya ganti baju dulu dan setelah itu makan siang"


"Siap ma"


Kayran dan ibu Tita masuk kedalam rumahnya. Di lain tempat Rose sedang sibuk membereskan barang-barang yang berada didalam rumahnya itu.


"Ternyata membersihkan rumah sekecil ini juga perlu tenaga yang ekstra ya"


Karena sangat lelah Rose memutuskan untuk beristirahat sejenak.


"Sebaiknya aku istirahat dulu, habis itu baru aku lanjutkan lagi beres-beresnya"


Dikediaman ibu Tita, kayran menyantap makan siangnya dengan sangat lama. Kayran mulai memberikan beberapa pertanyaan kepada ibunya untuk mengetahui siapa orang yang telah membeli rumah itu.


"Ma"


"Iya kayran, ada apa???"


"Kayran mau tanya sesuatu sama mama"


"Kamu mau tanya apa sayang???"


"Berapa orang yang tinggal dirumah itu???"


"Memangnya kenapa sayang???"


"Hanya ingin tau saja ma"


"Apa hanya itu atau kamu punya rencana yang lain lagi???"


"Maksud mama apa???, kayran tidak mengerti"


"Mama sudah tau apa yang sering kamu lakukan kayran. Kamu melakukan hal-hal yang aneh supaya orang-orang yang tinggal dirumah itu tidak akan betah berada disana dan pada akhirnya orang yang sudah membeli rumah itu akan menjualnya lagi kepada kita kan"


"Mama jangan asal menuduh kalau belum punya bukti"


"Kalau mama punya bukti kamu mau melakukan apa kayran"


"Tunjukkan saja dulu buktinya kalau kayran adalah pelakunya ma"


"Mama sudah punya buktinya kayran"


Ibu Tita mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya, sebuah potongan baju sobek yang ditemukannya didepan pintu rumah tua itu.


"Ini buktinya sayang"


"Mana???"


"Mama tau ini potongan dari baju kamu yang rusak waktu itu kan"


"Dari mana mama yakin kalau itu adalah potongan baju kayran"


"Setiap baju yang kamu pakai selalu ada ciri khasnya kayran jadi mama yakin kalau ini potongan dari baju milikmu. Ayo jujur saja sayang jangan pura-pura tidak tau"


"Iya..iya...kayran jujur sekarang. Dalang dari semuanya itu adalah idenya kayran ma"


"Kenapa kamu melakukannya sayang???"


"Orang-orang yang tinggal dirumah itu sangat berisik ma, makanya dengan cara menakuti mereka akhirnya semuanya pergi"


"Untuk kali ini jadi lakukan apa pun lagi, karena pemilik yang baru orangnya sangat baik"


"Iya ma"


"Ya sudah, habiskan makan siangnya"


"Ok ma"


Untuk saat ini kayran hanya bisa menuruti perkataan ibunya.