L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 09 - Jangan cemburu



Setelah selesai mengerjakan tugas, Rose kembali ke kelasnya. Ditengah perjalan Rose bertemu Adrika yang sedang duduk melamun seorang diri, Rose ingin menghampirinya tapi niat itu ia urungkan. Karena ada seseorang yang menghampiri Adrika.


"Bukannya itu Adrika, aku kagetin saja tapi seru"


Disaat Rose ingin mendekati Adrika seseorang datang lalu memeluk Adrika dengan sangat erat.


"Hai sayang, lama ya nunggunya"


"Tidak, aku baru sampai"


"Sini peluk dulu, aku kangen banget sama kamu"


Dari kejauhan tampak Rose yang sedang memperhatikan keduanya.


"Apa peluk???, mungkin itu pacar barunya Adrika"


"Pacar siapa???" Seseorang mengagetkan Rose dari belakangnya


"Aduh Sima kamu bikin kaget saja"


"Lagi lihatin siapa sih, sepertinya seru"


"Tidak apa-apa, kamu kenapa bisa disini???"


"Justru aku yang harusnya bertanya kenapa kamu disini"


"Aku hanya ingin kembali ke kelas, tapi ditengah perjalanan aku melihat Adrika duduk melamun disana. Jadi aku ingin menghampirinya tapi seseorang sepertinya sedang bertemu denganya jadi aku tidak jadi menghampirinya"


"Memangnya dia sedang bertemu siapa???"


"Entahlah aku juga tidak mengenalnya mungkin saja itu pacar barunya Adrika"


"Mana...mana coba aku lihat dulu"


Sima mulai mencari tau siapa orang yang sedang bertemu Adrika saat ini.


"Apa!!! Dia kembali"


"Sima pelankan suaramu, kalau Adrika sampai tau bagaimana"


"Iya..iya..maaf,aku hanya terkejut saja"


"Apa kamu mengenal perempuan itu???"


"Ia, dia itu adalah..."


Belum sempat Sima menjelaskannya Adrika mengetahui keberadaan mereka berdua. Karena tidak ingin ketahuan keduanya memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu.


"Gawat!?!!"


"Ada apa Sima???"


"Sepertinya Adrika mengetahui keberadaan kita berdua"


"Apa Adrika melihat wajahmu Sima???"


"Sepertinya tidak Rose"


"Syukurlah kalau begitu, sebaiknya kita pergi saja dari sini"


"Tapi aku belum kasih tau kamu siapa perempuan itu"


"Kapan-kapan saja, aku juga tidak ingin mengetahuinya"


"Apa kamu yakin tidak ingin mengetahuinya Rose ???"


"Yakin Sima, itu urusan pribadinya jadi aku tidak ingin ikut campur"


"Baiklah" berbicara dengan suara keras hal itu membuat keduanya diketahui oleh Adrika


"Siapa disana!!!, cepat keluar"


"Ada apa Adrika???"


"Sepertinya ada seseorang yang bersembunyi dibalik tembok itu"


"Apa kamu yakin ada orang dibalik tembok itu???"


"Aku sangat yakin sekali, karena suara keras itu terdengar dari balik tembok itu"


"Sima, tadi aku sudah bilang kecilkan suaramu"


"Iya maaf Rose"


"Bagaimana ini kita ketahuan sekarang???"


"Sebaiknya kita pergi dari sini sebelum Adrika menghampiri kita"


"Iya, ayo pergi sekarang"


Adrika mulai penasaran dan mencari tau dimana suara itu berasal.


"Adrika kamu mau kemana???"


"Aku ingin mencari tau siapa orang yang sedang memperhatikan kita berdua disini"


"Biarkan saja mungkin mereka sudah pergi"


"Aku pasti ke dulu"


"Terserah kamu saja"


Karena terburu-buru Rose menjatuhkan barang miliknya dan seketika itu Adrika tau siapa orang yang tadi berada dibalik tembok itu.


"Bukanya ini pulpen pemberian dari ku, kenapa bisa ada disini. Jadi yang tadi berada disini itu Rose, kenapa dia tidak ingin bertemu denganku. Apa karena dia melihat aku sedang bersama Sahara. Sebaiknya aku segera bertemu denganya supaya tidak akan kesalahpahaman yang terjadi nantinya kalau orang lain yang memberitahukan lebih dulu kepadanya"


"Adrika"


"Iya Sahara"


"Apa kamu bertemu orang itu???"


"Tidak ada siapa-siapa disini"


"Apa kamu menemukan sesuatu disana???, sepertinya kamu sedang memegang sesuatu ditangan mu itu"


"Aku tidak memegang apa-apa" menyembunyikan pulpen itu di saku celananya"


"Apa kamu yakin tidak menemukan apa pun disitu???"


"Aku tidak menemukan apa-apa, sebaiknya kita kembali ke kelas bel sudah beebuhyi"


"Tapi aku masih mau berlama-lama bersamamu Adrika, kamu kan tau aku sudah lama tidak bertemu denganmu"


"Kalau begitu aku akan kerumahmu saja"


"Jangan"


"Kenapa???"


"Hari ini aku ingin kerumah teman"


"Apa temanmu itu orang yang menjadi wallpaper diponsel mu???"


"Iya"


"Apa kamu sungguh-sungguh menyukainya???"


"Iya"


"Bukannya kamu pernah bilang kalau cintamu itu bertepuk sebelah tangan"


"Untuk saat ini iya, tapi kita tidak akan pernah tau bagaimana nantinya kan. Bisa jadi dia bisa jatuh cinta kepadaku"


"Apa kamu benar-benar yakin???"


"Iya, aku tau kalau saat ini dia tidak melihatku sebagai orang yang tulus mencintainya tapi bagiku itu tidak masalah Sahara yang terpenting itu aku bisa terus dekat denganya itu sudah cukup untukku"


"Beruntung sekali perempuan itu, kalau nanti kamu belum bisa bersamanya kembali saja kepadaku aku akan selalu siap untuk bersamamu"


"Hahahaha"


"Kenapa tertawa???"


"Tidak ada apa-apa,ayo kembali kekelas saja bukannya kamu juga merindukan Willy. Setiap hari yang selalu kamu tanyakan itu Willy"


"Itu anak apa kabar???, apa dia masih bertingkah aneh seperti biasanya"


"Lebih parah lagi"


"Parah bagaimana maksudnya???"


"Nanti kamu lihat saja sendiri kalau sudah bertemu denganya"


"Aku jadi tidak sabar ingin bertemu anak itu"


"Pasti dia senang melihatmu sudah kembali"


"Aku juga rindu wajah lucunya itu"


"Kenapa kalian berdua tidak pacaran saja???"


"Pacaran!?!!!, lebih baik seperti ini saja. Kalau kami berdua pacaran akan ada penghalangnya setelah putus. Aku tidak mau seperti itu"


"Kamu kan belum mencobanya sahara, kenapa kamu bilang putus"


"Mencoba untuk membuatnya menjadi hal yang menyakiti kan itu percuma Adrika lebih baik seperti ini saja tidak ada penghalangnya sedikit pun"


"Ok..ok terserah kamu saja"


Didalam kelas Rose tampak melamun hal itu membuatnya tidak mengetahui kalau Adrika sudah berada disampingnya.


"Rose kenapa???, apa yang sedang dipikirkannya sekarang???" Batin Adrika


Willy begitu bahagia saat mengetahui kalau sahara sudah kembali. Karena teriakan kegembiraan itu membuat Rose terkejut dan tampak sengaja matanya menatap Adrika yang sudah berada disampingnya. Beberapa saat keduanya saling memandang.


"Kesayanganku sahara!!!!!!!"


"Dasar si Willy aneh"


"Ya ampun kenapa Willy seperti itu"


"Hai"


"Adrika!?!!, kenapa dia bisa berada disini. Apa dia mengetahui sesuatu tentang ku???, ayo Rose tetap tenang" batin Rose


"Adrika kenapa kamu jadi kaku seperti ini,bukannya kamu sering bertemu denganya"batin Adrika


"Kenapa Adrika diam saja, apa dia tidak mengetahui sesuatu" batin Rose


"Hei kalian berdua saling memandang begitu nanti jatuh cinta"goda Sima hal itu membuat keduanya tersadar


"Sima bikin kaget saja"


"Habis kalian berdua serius sekali jadi aku ganggu saja"


"Serius bagaimana maksudnya" tanya Rose


"Tadi berdua sedang melakukan apa???"


"Kami tidak melakukan apa-apa Sima"


"Kalau tidak melakukan apa-apa kenapa kalian berdua saling memandangi satu sama lain. Apa kalian berdua sedang jatuh cinta???"


"Itu hanya kebetulan saja Sima, jangan salah paham" jawab Adrika


"Aku tidak salah paham, mungkin Rose yang akan salah paham. Iya kan Rose"


"Salah paham apa maksudmu Sima???"


"Sudahlah kalau kalian tidak mau menjawabnya, aku kembali ketempat duduk lagi. Selamat bersenang-senang, heheheheh"


"Anak itu selalu bertingkah aneh" jawab Adrika"


"Biarkan saja, Sima memang begitu orangnya"


"Kamu itu manusia yang telalu baik"


"Ada-ada saja"


"Aku serius Rose, kamu itu memang manusia yang terlalu baik"


"Apa kamu yakin???, kamu belum tau lebih jauh tentangku kan"


"Akan ku cari tau"


"Hahahah, jangan telalu serius aku cuma bercanda Adrika"


"Kamu ya"


"Maaf"


Keduanya hanya tersenyum sambil memandang satu sama lain. Sementara itu Willy sibuk dengan kegiatannya bersama Sahara teman yang selalu dirindukan olehnya.