L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 10 - Cintaku kembali



Willy sangat bahagia saat mengetahui sahara telah kembali, dirinya mulai mengajukan beberapa pertanyaan untuk sahara. Hal itu membuat sahara bingung harus menjawab pertanyaan yang mana lebih dulu karena Willy tidak hentinya berbicara kepadanya.


"Sahara kapan kamu datang???, kenapa tidak menghubungi ku kalau kamu kembali. Apa kamu tidak merindukanku???, apa sekarang kamu melupakan ku??? Atau sekarang kamu sudah punya pacar???. Apa kamu punya banyak teman disana???, apa mereka baik kepadamu??. Ayo jawab Sahara"


"Willy, bagaimana aku bisa menjawab semua pertanyaan yang kamu berikan. Aku bingung harus menjawab pertanyaan yang mana lebih dulu"


"Iya maaf, aku terlalu senang karena kamu sudah kembali makanya aku menayakan berbagai pertanyaan kepadamu"


"Aku tau itu Willy, oh iya aku punya sesuatu untukmu"


"Apa itu???"


"Ini, buka saja pasti kamu suka. Aku membeli itu karena aku tau pasti kamu membutuhkannya"


"Memangnya apa isi kotak ini???"


"Ayo buka saja dulu, semoga kamu suka"


"Jadi penasaran isinya apa???"


"Buka saja kalau kamu mau tau apa isinya"


"Baiklah"


"Sahara oleh-oleh untukku mana???, kenapa hanya Willy yang kamu kasih aku kan juga mau oleh-oleh dari luar negeri"


"Tenang-tenang, aku juga punya sesuatu untukmu"


"Asyik, mana...mana"


"Dasar Sima, kelakuan suka begitu kalau dikasih sesuatu"


"Kapan lagi kan dapat oleh-oleh dari luar negeri Willy, kamu juga pasti senang kan diberikan oleh-oleh"


"Sudah-sudah, semuanya pasti dapat kok"


"Kayran juga"


"Iya Sima"


"Kalau Rose bagaimana???"


"Siapa itu Rose???"


"Perempuan yang duduk disebelah Adrika"


"Oh itu yang namanya Rose"


"Apa kamu pernah bertemu denganya??? Atau mungkin kalian berdua sudah saling mengenal tapi berpura-pura tidak mengenal satu sama lain"


"Tidak, aku baru bertemu hari ini wajahnya tidak begitu asing. Aku lupa dimana aku melihat wajah seperti dia"


"Oh begitu, aku kira kamu kenal. Maaf ya sahara kalau pertanyaanku tadi membuat mu tersinggung"


"Makanya jangan sok tau Sima" jawab Willy dengan santainya


"Apa sih Willy nyambung-nyambung saja, tidak jelas banget"


"Oh iya"


"Sudah, kenapa kalian berdua yang ribut sih bisa-bisa nanti kalian berdua yang jatuh cinta" goda sahara


"Ogah banget suka sama si Willy"


"Aku juga tidak suka denganmu, jangan kepedean deh jadi orang"


"Siapa yang kepedean, kamu itu bukan tipe pacar idamanku"


"Oh iya, kamu juga bukan tipe pacar idamanku jadi jangan berharap deh. Lebih baik aku pacaran dengan orang lain dibanding kamu"


"Aku juga tidak mau pacaran sama kamu"


"Tuh kan, apa aku bilang kalian berdua itu cocok banget"


"Sahara!??!!" Jawab Willy dan Sima serempak


"Itu kan sama lagi, ayo pacar saja"


"Tidak mau"


"Yakin Sima tidak mau"


"Yakin Sahara, mana oleh-olehnya"


"Dasar si Sima masih ingat saja kalau belum dikasih oleh-olehnya" batin Willy


"Oh iya, aku hampir lupa memberikannya kepadamu"


"Mana???"


"Ini, semoga kamu suka"


"Apa pun yang kamu berikan aku pasti menyukainya sahara???"


"Itu cuma basa-basi saja Sahara"


"Jangan ikut campur urusan perempuan dasar penganggu"


"Kamu itu yang pengganggu, selalu menguping pembicaraan orang lain"


"Kamu itu buta ya Willy, jarak tempat duduk kita itu tidak begitu jauh jadi apa yang akan kamu katakan pasti kedengaran"


"Kalian berdua berisik saja"


"Bukan aku yang mulai kayran tapi si Willy tuh yang mulai duluan"


"Kok aku, bukannya kamu yang mengganggu duluan"


"Aku tidak mengganggumu, aku hanya berbicara kepada sahara kamu nya saja yang terlalu kepedean Sima"


"Kamu itu yang kepedean Sima"


"Kamu yang kepedean Willy"


"Kamu Sima"


"Kamu yang kepedean Willy"


"Kamu Sima"


"Kalau begini jadinya aku menyesal berbicara kepada mereka berdua"


"Sabar saja Adrika"


"Iya sayangku"


"Apaan sih"


"Kenapa Rose???, suka ya kalau aku panggil kamu dengan seperti itu"


"Tidak juga"


"Bohong, wajah kamu merah tuh. Pasti malu kan. Hahaha"


"Rose, sakit tau"


"Oh sakit ya, sini aku cubit pipi yang satunya lagi biar seimbang"


"Tidak mau, awas ya aku akan balas"


"Ayo balas" Rose menantang Adrika untuk mencubit pipinya tapi niat itu Adrika urungkan karena dirinya sudah terlalu malu melihat wajah Rose dekat didepan matanya.


"Lain kali saja"


"Kenapa???, ini ayo cubit" jawab Rose


Dari tadi Sahara memandangi Adrika yang sedang bercanda bersama teman sebangkunya itu.


"Aku ternyata sudah begitu lama menjauh darinya, sepertinya sekarang Adrika lebih bahagia bersama perempuan itu. Sahara...Sahara kenapa kamu dulu menolak untuk bersama Adrika dan sekarang kamu menyesalkan" batin Sahara


"Sahara kamu kenapa??!, sahara kamu lagi memelihat siapa"


"Dia kenapa Willy, tiba-tiba diam begitu???"


"Aku juga tidak tau Sima, ini semua salah kamu"


"Enak saja, kenapa kamu menuduhku seperti itu"


"Iya memang itu salahmu, lihat sekarang Sahara bersikap aneh seperti ini"


"Kenapa kamu jadi menyalahkan aku seperti ini yang mulai perdebatan itu justru kamu Willy jadi yang membuat sahara menjadi seperti ini itu salah kamu"


"Terserah kamu saja, aku lelah berdebat denganmu"


"Aku lebih lelah lagi menghadapi orang seperti kamu Willy"


"Oh"


"Dasar menyebalkan"


"Terserah"


"Aku pergi"


"Pergi saja sana, dasar pengganggu"


"Enak saja, kamu itu yang penganggu"


"Kamu Sima"


"Iya pasti kamulah Willy"


"Itu sepenuhnya salah kamu Sima"


"Tidak, tapi itu sepenuhnya salah kamu Willy


"Enak saja dijelas salah kamu Sima


"Pokoknya salah kamu Willy"


"Terserah kamu saja"


Mendengar keributan itu sahara kembali tersadar dari lamunannya.


"Willy"


"Sahara, syukurlah kamu tidak apa-apa"


"Maksudnya???"


"Aku itu khawatir denganmu"


"Khawatir kenapa Willy???, aku baik-baik saja. Apa aku melakukan sesuatu yang aneh???


"Baik-baik saja bagaimana, dari itu kamu terus saja melamun. Apa terjadi sesuatu????"


"Apa dari tadi aku melamun???, maaf ya Willy kalau tadi aku mengabaikanmu. Sekarang Sima ada dimana???"


"Aku disini sahara, terimakasih untuk oleh-olehnya"


"Apa kamu menyukainya???"


"Tentu saja aku menyukainya, ini adalah tas yang sangat bagus. Selagi terimakasih ya sahara aku benar-benar suka oleh-olehnya"


"Ya jelas kamu suka Sima, itu kan barang mahal" batin Willy


"Kenapa kamu menatapku seperti itu???, pasti kamu memikirkan sesuatu yang aneh tentangku kan Willy. Ayo jujur saja"


"Jangan asal menuduhku seperti itu, memangnya kamu punya bukti"


"Buktinya itu terlihat diwajahmu Willy jadi jujur saja lah"


"Mulai lagi deh, lebih baik aku berikan hadiah ini untuk Adrika" batin sahara


Sahara menghampiri Adrika dengan membawa sebuah kotak yang dibawanya.


"Adrika"


"Iya sahara, ada apa???. Oh iya kenalkan ini leddy Rose"


"Leddy Rose, nama yang sangat aneh" batin sahara


"Sahara kenapa kamu terdiam, apa kamu tidak ingin berkenalan dengannya"


"Oh iya maaf, tentu saja aku mau Adrika. Hai salam kenal namaku sahara wintara ayu putri tapi panggil saja aku sahara"


"Salam kenal juga, namaku leddy Rose tapi panggil saja Rose"


"Adrika ini untukmu"


"Apa ini sahara???"


"Buka saja, semoga kamu suka aku membeli itu karena kamu suka barang-barang seperti itu"


"Terimakasih ya sahara, akan aku buka nanti"


"Kenapa harus nanti???, buka saja sekarang"


"Baiklah"


Adrika membuka sebuah kotak yang telah diberikan sahara kepadanya, isi kotak itu ternyata dua buah gantungan kunci berbentuk hati berwarna merah.


"Apa kamu suka???"


"Tentu saja"


"Syukurlah, kalau kamu suka"


"Terimakasih untuk oleh-olehnya"


"Iya sama-sama"


Sahara sangat senang karena Adrika menyukai oleh-oleh yang dibelinya.