L.O.V.E

L.O.V.E
Eps. 15 - Ada yang berbeda



Kayran tiba dirumahnya lebih awal, hal itu membuat ibunya tekejut dengan perubahan sikap anaknya siang ini.


"Assalamu'alaikum ma, kayran pulang"


"Wa'alaikumsalam sayang, kamu sudah pulang"


"Iya ma, kenapa mama terkejut seperti itu apa ada yang salah dengan kayran"


"Tidak apa-apa, hanya saja tumben kamu pulang lebih awal. Apa tidak ada kelas tambahan lagi"


"Hari ini kayran tidak ada kelas tambahan ma, jadi kayran pulang lebih awal"


"Oh begitu, ya sudah ganti pakaian dulu setelah itu makan siang. Mama buatkan makanan kesukaanmu"


"Iya ma"


"Oh ya satu lagi, mama hampir lupa"


"Apa ma???"


"Tadi sebelum masuk kerumah apa kamu bertemu penghuni baru rumah disamping kita"


"Kenapa mama harus peduli dengan tetangga baru itu, buang-buang waktu saja"


"Kayran, apa kamu melihatnya"


"Iya ma, kayran tidak melihat siapa-siapa dirumah itu"


"Mungkin saja dia belum pulang, ya sudah ganti dulu pakaiannya setelah itu makan siang"


"Iya ma"


Kayran menuju ke kamarnya untuk menggantikan pakaian.


"Apa pentingnya penghuni baru itu???, mama terlalu ikut campur. Aku tidak bisa tinggal diam"


Setelah mengganti pakaiannya, kayran menuju ruang makan untuk menikmati makan siang.


"Ma"


"Iya sayang"


"Kenapa mama mencari penghuni baru itu???"


"Mama hanya ingin memberikan perlengkapan dapur untuknya"


"Bukannya dia bisa membelinya sendiri"


"Iya mama tau itu, tapi mama hanya kasihan kepadanya. Kedua orang tuanya sudah meninggal diusianya yang masih sangat muda dan sekarang dia tinggal seorang diri. Jadi seharusnya kita harus membantunya kan sayang"


"Aku jadi penasaran siapa penghuni baru itu" batin kayran


"Kayran jangan melamun, ayo dimakan dulu"


"Iya ma"


"Ya sudah mama mau pergi dulu"


"Mama mau kemana???"


"Mau membeli kebutuhan dapur, kamu mau mama belikan apa sayang???"


"Tidak usah ma, kayran tidak ingin apa-apa. Mama hati-hati saja dijalan, jangan ngebut bawa motornya"


"Iya sayang, kalau begitu mama pergi dulu. Kalau kamu sudah selesai makan simpan saja piring kotornya didapur nanti sepulang mama belanja mama akan mencuciny"


"Mama jangan khawatir, kayran bisa mencucinya sendiri. Mama pergi saja"


"Mimpi apa aku semalam, anakku berubah menjadi penurut lagi. Semoga saja akan seperti ini terus Tuhan"


"Ma..mama..kenapa mama melamun, katakannya mau pergi"


"Iya sayang, kenapa???"


"Katanya mama mau pergi kenapa masih ada disini nanti jalanan macet ma. Bisa-bisa mama pulangnya malam"


"Iya juga, kalau begitu mama pergi dulu sayang"


"Hati-hati dijalan"


"Pasti"


Setelah kepergian ibunya, kayran membereskan perlengkapan makanannya.


"Akhirnya selesai juga, ternyata selama ini aku selalu menyusahkan mama. Maafkan kayran ma menjadi anak yang selalu membuat mama menderita. Kayran janji mulai sekarang akan berubah"


Ponsel kayran berdering, dengan cepat kayran mengambilnya dan mengangkat panggilan telepon itu.


"Hallo"


"Kay"


"Ini siapa????"


"Senja, apa kamu sibuk???"


"Oh senja, aku kirain siapa"


"Kamu sedang apa???, apa aku mengganggumu kay???"


"Tidak senja, sekarang aku santai. Memangnya kenapa???"


"Aku hanya ini memastikan saja kalau ini benar-benar nomor Ponselmu"


"Jadi kamu pikir kalau aku tidak memberikan nomor ponsel ku kepadamu"


"Bukan begitu kay, apa perkataan ku menyakiti mu. Maaf kan aku kay"


"Untuk apa minta maaf senja, aku tidak mempermasalahkan hal itu jadi jangan merasa bersalah ya"


"Terimakasih kay, aku lega mendengarnya. Oh iya apa besok kamu sibuk???"


"Tidak, memangnya kenapa???"


"Apa kita bisa bertemu???"


"Tentu saja, kita kan satu sekolah pasti sering bertemu kan"


"Bukan bertemu disekolah"


"Memangnya mau bertemu dimana???"


"Besok adalah hari ulang tahun ku apakah kamu mau merayakannya bersamaku????"


"Selamat ulang tahun kalau begitu, memangnya kamu mau mengadakan pesatnya dimana???"


"Apa kayran mau merayakan ulang tahun ku bersamanya" batin senja


"Senja...halo senja. Apa kamu masih disana"


"Iya, halo kay. Ada apa???"


"Aku tanya kamu mau merayakannya dimana???"


"Ok"


"Apa!?!!"


"Kenapa kamu terkejut seperti itu senja???"


"Aku pikir kamu tidak ingin melakukannya kay"


"Jadi kamu pikir aku tidak ingin melakukannya kay, kita kan.."


"Kita baru bertemu beberapa kali kan maksudmu"


"Iya kay, apa permintaanmu itu terlalu mendadak untukmu"


"Tidak, memangnya kenapa???"


"Sebenarnya aku malu untuk mengatakannya kay"


"Memangnya kenapa???"


"Aku takut kalau yang aku katakan itu membuatmu merasa tidak nyaman"


"Katakan saja apa yang ingin kamu katakan jangan takut untuk mencobanya kan. Walaupun hasilnya tidak selalu sesuai apa yang kita inginkan. Tetapi berkata yang sejujurnya tidak masalah kan"


"Iya kay"


"Jadi jangan pernah takut untuk berkata jujur mulai sekarang"


"Tapi hal itu tidak semudah yang kamu bayangkan kay, bagaimana aku bisa mengatakan kepadamu bahwa aku menyukaimu saat kita pertama bertemu itu sangat sulit kay" batin senja


"Senja, beritahu saja kapan pesatnya.


Akan aku usahakan untuk pergi"


"Baiklah, kalau begitu aku tutup dulu teleponnya"


"Iya senja"


"Sampai bertemu nanti"


"Ok"


"Maaf menganggu waktumu kay, pasti kamu sedang istirahat sekarang"


"Kamu tidak menggangguku sama sekali senja, aku hanya baru selesai membereskan rumah"


"Memangnya ibumu kemana???"


"Pergi berbelanja kebutuhan dapur"


"Oh begitu, jadi sekarang kamu sendirian dirumah"


"Begitulah, bagaimana dengamu???"


"Iya begitulah"


"Begitulah bagaimana???"


"Nanti juga kamu akan tau setelah lama mengenalku"


"Baiklah"


"Ya sudah, aku tutup teleponnya dulu kay"


"Ok"


Senja mengakhiri panggilan teleponnya dan kayran pergi ke arah jendela untuk memantau keadaan diluar.


"Sebaiknya aku harus terus mengawasi rumah itu, aku sangat pensaran siapa pemilik rumah itu. Kenapa mama tidak ingin memberitahukannya siapa orangnya. Mama...mama selalu saja membuatku menjadi sangat penasaran. Aku harus terus mengawasinya, siapa tau orang itu pulang"


Kayran terus mengawasi sampai akhirnya dia ketiduran karena sangat kelelahan menunggu seseorang yang tak kunjung datang. Tak berapa lama ponsel miliknya kembali berdering.


"Halo"


"Sayang kamu tidur ya"


"Ini siapa??"


"Mama sayang, kenapa kamu bisa lupa"


"Oh mama, maaf ma kay tidak melihat kearah ponselnya"


"Tidak apa-apa sayang, mama hanya ingin kasih tau kamu kalau mama pulang agak terlambat. Soalnya tante Widi menelepon mama kalau suami habis kecelakaan dan butuh bantuan mama"


"Apa!!! om vildan kecelakaan ma, bagaimana kondisinya sekarang"


"Cuma luka ringan saja kay"


"Sekarang mama dimana???"


"Menuju kerumah sakit sayang, kalau kamu lapar beli saja makanan diluar"


"Mama tidak perlu kahwatir, kalau kay lapar kay bisa masakan makanan yang ada dikulkas"


"Sekarang anakku mulai mandiri, terimakasih Tuhan"


"Mama, salam untuk tante Widi"


"Iya sayang, mama tutup dulu teleponnya tante Widi sudah menunggumu mama sekarang"


"Baik ma"


"Oh iya, satu lagi"


"Berikan perlengkapan dapur kepada tetangga baru kita"


"Apa dia sudah pulang???"


"Sepertinya belum ma, mungki dia ada kelas tambahan"


"Kalau nanti bertemu berikan saja barang-barangnya"


"Iya ma"


"Ya sudah, mama harus pergi sekarang. Tetap dirumah dan jangan kemana-mana, kalau kamu tidak ingin tidur sendirian telepon saja temanmu untuk menginap"


"Apa mama tidak akan pulang???"


"Mama juga belum tau sayang,kalau urusannya cepat selesai maa akan pulang kalau belum mama akan menginap dirumah sakit bersama tante Widi"


"Iya, hati-hati dijalan"


"Pasti sayang, mama tutup teleponnya sekarang"


"Iya ma"


"Ingat pesan mama ya"


"Pasti ma"


Setelah menerima telepon dari ibunya kayran kembali melanjutkan tidurnya.