I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
Chapter 86



Sou mengeluarkan telunjuk tangan kanannya, dengan hati-hati mana kasar itu kini telah menjadi mana sihir.


Sou membuat gerbang sihir untuk semuanya keluar, guru dan teman-temannya kagum dengan kemampuannya.


"hebat..."


mereka semua memuji Sou, setelah itu dengan tegas Sou memerintahkan mereka untuk cepat-cepat masuk ke Portal sihir.


"masuklah... kalian semua akan diteleport kembali ke Bumi." (Sou)


mereka semua sudah masuk kedalam portal itu dan dalam sekejap saja mereka semua langsung di evakuasi.


para murid dan guru telah dinyatakan hilang selama 3 Bulan. suasana evakuasi benar-benar mengharukan.


Neta yang terakhir masuk ke Portal menyadari suatu keganjilan. benar, Sou tidak ikut kembali.


Razen dan Diana langsung diberitahu oleh Neta kalau Sou tidak kembali, ia masih tertinggal dalam Dungeon sendiri.


suasana haru yang tak berlangsung lama itu langsung terganti dengan suasana panik.


sementara itu Sou kini sedang bertarung dengan para Monster didalam Dungeon itu.


Sou membelah mereka dengan pedang mana, Sou menebas para monster itu layaknya membelah tahu.


"fiuh... tch.. jika monster ini tak kubereskan sudah jelas sekolah akan mengalami Dungeon Break lagi."


"Gruoooo!!!"


itu adalah Giant Kong berukuran 45 Meter, monster yang sangat kuat.


"haa... benar kan apa kubilang, Dungeon ini kelas C meski begitu jika sampai terjadi Dungeon Break lagi dapat dipastikan seluruh murid akan mampus." (Sou)


..."Mana Sword... Fire Storm"...


Sou menebas tangan Giant Kong tersebut, "jrasshhh!". Giant Kong itu mengamuk kesakitan kemudian ia mengangkat Pilar dari gua itu dan melemparkannya kearah Sou.


"GRUOOOOOO."


jarak antara ujung pilar dengan wajah Sou tinggal 2 centimeter dan dalam 0,0001 detik kepala Sou dapat dipastikan akan hancur, karena besar pilar itu 5 kali lebih besar daripada kepala manusia.


akan tetapi... mata Sou terpejam. dan begitu ia membuka matanya kini sang Giant Kong telah mati dalam keadaan mengenaskan.


tubuh Giant Kong itu terbelah menjadi 2 bagian,


"hah..." , yang barusan terjadi itu adalah tebasan dari Sou.


Katana berwarna merah terang dengan aura ke oranye an yang menyelimuti Katana itu, Sou menghela nafasnya "aku cukup kaku karena tidak pernah bertarung lagi. yah meskipun begitu nampaknya Katana baru yang diberikan Ayah ini sesuai dengan kebutuhanku...


tak dapat kubayangkan apabila Katana yang dulu kugunakan digunakan untuk menebas Monster itu mungkin saja bukan hanya Monster itu yang ditebas tapi mungkin dungeon ini juga ikut terbelah" gumam Sou.


yah itu memang tidak salah karena Sou yang sekarang tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menekan kekuatan Katananya yang dulu apabila ia sampai menggunakan terkutuk itu.


saat Sou ingin membuka gerbang untuk dirinya kembali ke Bumi tiba-tiba saja seseorang muncul dari belakangnya.


sembari menghampiri Sou ia juga bertepuk tangan.


Sou melirik orang tersebut dan dengan nada ketus ia berkata "siapa kau?" .


orang itu menyeringai dan berkata kalau ia kagum dengan Sou yang membantai habis seluruh Monster yang ada di Dungeon ini.


apalagi itu seorang manusia, Sou heran dengan pernyataan orang tersebut "hah?.. kamu berkata seolah kamu bukanlah manusia."


orang tersebut memetik jarinya seraya berkata "Benar!!, aku bukanlah manusia." (Uta)


"lalu? oh... artinya kau Bos Monster nya." ucap Sou dingin.


"ah... itu juga bukan. tapi, biarkan aku memperkenalkan diri supaya tak ada lagi pertanyaan. perkenalkan aku Uta


aku berasal dari tempat yang jauh dan juga-"


belum selesai Uta memperkenalkan diri Sou langsung memotong pembicaraan itu.


"ah... ini merepotkan."


mendengar itu wajah Uta menjadi kesal, "ma- maaf? kau tadi bilang apa?"


"biar kutanya satu hal, apa tujuanmu berada di Dungeon ini dan apakah ini adalah kasus pertama?" (Sou)


"hmmm... untuk kasus pertama kemunculan Dungeon benar ini adalah yang pertama, sedangkan tujuanku itu kamu sebagai manusia tidak perlu tahu, kecuali kamu mau menjadi Anggota dari kelompok yang akan kubuat.


apalagi aku benar-benar tertarik dengan seorang manusia yang bisa bertahan dan bertarung di Dungeon ini, apalagi itu hanya sendiri." (Uta)


Sou mengernyitkan dahinya, "hah?, kamu berkata hal yang tak wajar. seolah kamu mengetahui Dungeon ini... yah pada akhirnya ini sebuah pengulangan takdir


ini menyebalkan padahal ditempat itu aku telah mengenskripsi Waste Story ini dari kekuatan yang mencoba memasukinya."


Alam Semesta yang dimaksud Sou disini merupakan keseluruhan dari Story Worlds, Line Of Story serta Heart Of Story.


dan Sou mengenskripsi nya di Absolute World sehingga ceritanya berjalan sesuai dengan yang ia inginkan akan tetapi Sou mengubahnya dengan membuang keinginan Duniawi sehingga perubahan tak terlalu merusak seluruh alur takdir yang telah ditentukan.


"pfft... pengulangan takdir kamu bilang?, bwahahhhaha!!", Uta tertawa sangat keras.


kemudian ekspresi diwajahnya seketika berubah menjadi serius. "hey Manusia siapa yang memberitahumu soal takdir tuhan?" ucap Uta dengan nada yang berat.


"syuu"


Sou yang terkejut seketika menghindar dengan cepat. "crat!"


"!!"


meski Sou sudah menghindari serangan itu akan tetapi serangan itu menggores pipi Sou.


sorot mata Sou berubah, kali ini ia menyerang Uta terlebih dahulu.


"bats..."


Sou menggunakan kekuatan sihirnya dan memfokuskannya di kepalan tinjunya.


"heaaargghh!!"


Uta tersenyum tipis lalu dengan mudah menangkis serangan Uta hanya dengan punggung tangannya.


"hehehehe..."


saat ini kekuatan sihir Sou tetap aktif di tangannya, dan dengan itu Uta memanfaatkannya dengan memantulkannya ke diri Sou.


"*syuu..."


"BOOM*!!"


Sou terpental dan membentur pilar-pilar dan dinding gua dengan sangat keras.


Sou meringis kesakitan tubuhnya dipenuhi luka dan juga darah, meski begitu ia tetap bangkit.


Uta tersenyum lebar kemudian dengan kemampuannya ia mengangkat pecahan pilar Dungeon itu lalu mengarahkannya ke Sou.


"SYUNGG!!"


mata kanan Sou yang tadinya biasa saja kini memancarkan cahaya biru.


serangan Uta yang bergerak dengan cepat kearahnya langsung Sou tangkis dan hancurkan.



"wah... lihat tubuh dan wajahmu itu..., penuh dengan luka tapi kamu tetap berdiri, kamu patut dipuji" oceh Uta.


baju Sou saat ini sudah rusak dan dipenuhi oleh darahnya, bisa dibilang Sou saat ini sudah berada diluar batas dirinya.


akan tetapi... bukan Sou namanya jika tidak melampaui batasan itu.


saat ini juga dengan cepat Sou menerjang Uta dengan amat sangat cepat, kepalan tangannya sudah berada di depan mata Uta, akan tetapi.


Sou langsung bergerak dengan cepat kebelakang Uta dan menyerangnya dengan tendangan yang sangat keras


"Bugh... KRAK!!, BOOOMMMM!!!"


serangan itu memberikan damage yang besar pada Uta.


"ukh..." (Uta)


akan tetapi... disatu sisi Sou juga telah hampir mati, nafasnya terengah-engah.


ia mencoba tetap berdiri tegak akan tetapi kakinya tak kuat lagi menopang dirinya.


Sou tak memperhitungkan akan seperti ini, kalau begini terus maka ia tak akan bisa kembali ke Dunianya lagi karena tenaganya akan habis atau mungkin ia akan mati.


"sialan... tidak kusangka aku akan hancur oleh seranganku sendiri" (Sou)


Uta perlahan bangkit dan berdiri, lalu dengan sigap ia memasang kuda-kuda untuk bersiap menyerang.


pertama-tama ia menggunakan 2 batu besar untuk menjepit Sou.


"syuu... Duash!!"


Sou menahan kedua batu yang mencoba menjepitnya sekuat tenaga.


"AAAAAARGGHHHH!!!" Sou berteriak sangat keras.


akan saat itu juga ketika ia melihat kedepan, hanya ada kematian.


..."Gouhei... Tendangan Pembelah Dunia"...


"Crat!!"


jurus dari Uta dengan telak telah mengenai Sou


tanpa pertahanan maupun reaksi menghindar.


Sou sepenuhnya menerima serangan fatal itu ditubuhnya.


Sou tumbang dalam Dungeon itu, sementara Uta langsung meninggalkannya begitu saja karena Sou telah dipastikan mati.


"cih... manusia arogan, kubiarkan saja agar orang ini jadi makanan Monster buas disini"


saat itu juga Uta langsung pergi menghilang.