I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
Chapter 62 : Pengkhianat



Aku mengawasi jalannya alur seolah seperti sebuah permainan,padahal aku hanya santai saja dan tak mengeluarkan niat membunuh


akan tetapi XY menjauh


X,Y mereka berdua adalah Penghianat mereka memiliki kendali penuh atas seluruh hal dalam Dimensi yang tak terbatas serta memiliki kekuatan yang melebihi batas


Absolute diatas Absolute akan tetapi X,Y masih terikat buku Endless Fiction milikku dan karena ia merasa sudah kuat nampaknya Garis Koordinat satu ini ingin melawanku dan mencoba menjadi independen


"Sangat hebat...,seluruh perkataanmu itu sangat-sangat benar Tuan Waste,akan tetapi aku tak habis pikir bagaimana bisa kau mengetahui kalau kami berkhianat?"


dengan santai Aku menjawab,"simpel saja ingat saat kau kujadikan sebagai buku untuk menampung seluruh ingatan Sou yang meledak-ledak?


mengapa X yang tak memiliki batas sampai tak dapat menampung seluruh kekuatan Sou?"


X kemudian berkata,"itu tak cukup untuk membuktikan bahwa aku berkhianat !!"


"Kau tak perlu tau alasannya jadi lebih baik kalian mulai untuk bertarung denganku,dasar pencuri"


X dan Y amat marah kemudian mereka berdua merubah wujud mereka menjadi bentuk fisik


Y menyerang dengan kekuatan penuhnya X juga melakukan hal yang sama ,mereka berdua menyerang secara bersamaan


akan tetapi tanpa mereka sadari kepala mereka telah terpuruk ditanah,dan aku menjadikannya sebagai pijakan


"He...kukira kalian sangat kuat nampaknya kata-kata Absolute terlalu berlebihan untuk kalian berdua...


baiklah secara resmi aku akan menghapus keberadaan kalian secara Mutlak dan jangan harap aku menyisakan kesempatan untuk kalian kembali hidup"


kemudian Aku menghilangkan X dan Y lalu segala Makhluk yang pernah berhubungan dengannya akan melupakannya


menghapus X dan Y yang merupakan Absolute God tidaklah sulit ini sama mudahnya seperti typo yang tinggal dihapus


dan X dan Y kuhapus sampai keakar-akarnya sampai realita juga tak menyadari kalau X dan Y telah terhapus


"hoahhhmm...nampaknya ceritanya berjalan tanpa masalah"


aku tertawa kecil,"X dan Y benar-benar pintar ia mencoba membodohi Sou dengan mengaku kalau mereka berdua adalah satu


padahal seluruh kekuatan X,Y adalah murni kekuatan Sou,apalagi Y juga merubah setiap Realita


pandangan Waste sebagai Avatarku dibypass dengan mudah,Waste melihat seolah kalau Sou dibenci oleh seluruh Makhluk hidup


dan yang melakukannya tak lain adalah Y yang memiliki kendali terhadap setiap Hukum yang ada di Alam Semesta"


mulai saat ini Cerita ini akan berjalan sesuai takdir yang ada dan segala manipulasi X dan Y dalam cerita ini sudah kuhapus


tapi aku tiba-tiba teringat akan sesuatu kekuatan Sou yang berada dalam X dan Y ikut hilang dan tak kembali pada Sou


aku menepuk kepalaku sendiri,"Betapa bodohnya aku


tapi kurasa Sou akan baik-baik saja kekuatan Sou kan setara dengan Hunter Rank S keatas


tanpa True Formnya sekalipun nampaknya ia akan baik-baik saja"(Kurasa)


tiba-tiba seseorang muncul keluar dari Endless Book "hoo... aku kedatangan Tamu"


________________________________________________


sementara itu Sou masih ditempat yang sama di Cafe seberang rumahnya tentunya ia bengong seperti orang gila


sampai ia melihat seseorang yang tak lain adalah Ayahnya yaitu Razen yang sedang bersama dengan Sou kecil


Sou mengucek matanya,"Sial Aku tak salah lihat bukan... Bagaimanapun aku akan memberanikan diri menemuinya"


kemudian Sou kecil menunjuk kearah Cafe dimana Sou berada ia meminta untuk dibelikan susu biasa di Cafe itu


Razen pun menggendongnya dan pergi kesana


ketika Razen berpapasan dengan Sou dan membisikkan sesuatu,"ada apa dari tadi kau melihati kami berdua kita akan bicara setelah ini",bisik Razen


kemudian masuk kedalam Cafe tersebut untuk membelikan hal yang diminta Sou kecil tadi


mendengar itu dada Sou berdetak amat kencang perasaannya tak beraturan akan tetapi ia berusaha untuk tenang


tak lama kemudian Razen keluar dari Cafe tersebut dan membiarkan Sou kecil bermain disekitarnya


kemudian Razen duduk di kursi dan berhadapan dengan Sou sembari menyalakan Rokoknya kemudian melempar bungkusnya kearah Sou bermaksud menawarkan Rokok tersebut


kemudian ia mulai berbicara,"Jadi apa yang membuatmu selalu disekitar sini dan memantau Rumahku secara terus menerus fuh...."


Sou mengambil Rokok dari bungkus itu kemudian menyalakannya,"baiklah...kurasa aku sudah terlalu membuang banyak Waktu,aku akan langsung keintinya


Aku adalah Sou dari masa depan apa kau akan percaya padaku?"


Razen mengernyitkan dahinya ia seperti mendengar karangan orang gila tapi ia jelas merasakan Familiar dari wajah seseorang yang ada dihadapannya saat ini


kemudian Razen berdiri,"ceritakan detailnya Ayo pulang.."


Sou terdiam sejenak,"eh..."


saat didalam Rumah Sou merasa sudah sangat lama tak pulang,Sou merasa suasana yang dirindukannya saat ini seperti mimpi


ia pun masuk kedalam dan Razen mempersilahkankannya untuk duduk dan berbicara lebih detail


"dari masa depan? apa yang kau lakukan disini?


nampaknya kau terlihat ragu-ragu karena kau tahu kau akan menyebabkan lekukan Ruang Waktu jika sampai mengubah masa lalu


jadi apa alasan yang membuatmu kemari kemasa lalu Sou? atau kau bukan Sou tapi mengaku-ngaku?"


"2 Maret 2004 tanggal lahirku"


Razen kemudian menjawab,"itu adalah pengetahuan dasar seorang mata-mata itu tak membuatmu mendapat kepercayaan k-"


"Pernikahan mu dengan Diana hanyalah karena salah paham !,kau sebenarnya ingin menembak seorang Aktris bernama Yukie


tapi karena saking gugupnya kau sampai membuang waktu dan kau tak menyadari kalau orang itu telah pergi


dan ketika kau sudah siap dengan hatimu malah yang ada di depanmu adalah Mama"


Razen amat kaget kemudian ia menutup mulut Sou erat-erat,"Sial-Sial aku percaya ,aib itu seharusnya kau tak katakan saat ini brengsek!!"


saat ini entah mengapa Wajah Razen menjadi pucat kemudian "BRAK!!" suara pintu terdengar sangat keras


dengan wajah mengerikannya ia menatap Razen dan Sou juga ikut ketakutan,"Sial dia tak berubah dari dulu..",gumam Sou.


"Siapa yang kau bilang sial bocah?!"


"hii....!"


Diana kembali menatap Razen ia pun memegang wajah Razen dengan wajah penyayangnya,"Ah...jadi begitu ya sayang... sebenarnya pernikahan kita hanya karena salah paham?


pantas saja setiap pekerjaanmu selalu berkaitan dengan Agensi Nona Yukie bahkan kau meminta perusahaanku untuk menjadi Sponsornya ya?"


Razen dengan gemetaran menjawab,"Ti...tid-"


tapi langsung dipotong oleh Diana dengan mata melotot,"IYAKAN !!"


"A...Aku sedang ada didepan Tamu loh Sayang ini kan masalah pribadi tak sopan jika kita bertengkar didepan Tamu"


Diana kemudian berkata,"Tamu yang mana?"


"i..ituloh anak muda yang tadi itu"


"belum sadar situasi ya?,coba lihat sekeliling mu",ucap Diana,Rupanya karena Sou ketakutan ia langsung lari begitu saja


"eh..."


"Aku ingin menghajarmu tapi aku baru teringat kalau Sou masih dirumah dan belum tidur jadi dimana Sou?"


"Eh...dia tertinggal di Cafe seberang rumah kita..hehe..."


Diana makin jengkel,"HEHE?!,lupakan soal aku akan menghajarmu saat ini juga akan kubunuh !!"


"AAAAA!!"


________________________________________________


sementara itu Sou kini kembali lagi ke Cafe di seberang rumahnya dan sedang duduk berhadapan dengan Sou kecil


"Hei abang bisa belikan aku Susu kotak lagi,susu kotakku sudah habis dan juga kenapa Ayahku tak menjemputku"


"ah..iya bolehkah aku bertanya padamu siapa namamu?"


"ah namaku Sou Dez"


"owh begitu aku sebenarnya adalah orang asli sini tapi karena kehilangan ingatan aku tak tahu apa yang terjadi


apakah kau bisa memberitahuku apa yang terjadi dalam perang ini?"


Sou kecil membenarkan posisi duduknya,"kau yakin bertanya pada seorang anak kelas 4 Sd"


"eh..."