I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
Chapter 6 : Kegelapan II



Guru itu hanya terdiam tapi secara tiba-tiba seseorang datang,ternyata yang membuat guru tersebut gemetaran adalah Lurre,Sou menatap Lurre yang kerasukan Iblis dengan tajam.


"bukankah dia adalah murid yang tadi bertemu denganku di tangga?",Sou bertanya sendiri dalam hati.


"kau kah Iblis bernama Rena itu?,jadi kau memang muncul di jam segini ya...",Sou melihat arloji miliknya.


"oh iya pak guru,bisakah kau keluar karena lihat saja keadaanmu kau pun ketakutan karenanya jadi keluar sana kau mengganggu brengsek !!


aku mau mendengar sendiri dari sumbernya,apa yang terjadi pada orang bernama Rena".


guru tersebut langsung melarikan diri,"Cih... dasar tak punya harga diri masa lari meninggalkan anak muridnya....


oh sampai dimana kita?kau itu orang yang bernama Rena bukan?jadi mengapa kau langsung muncul begitu saja?".


Lurre menghampiri Sou dan mengamatinya kemudian mengendus-endus Sou "Aku mencium bau Dendam darimu mau kubantu hehehe...",Iblis itu tertawa terkekeh kekeh.


Sou menepuk-nepuk bajunya kemudian berkata ,"kau tahu aku membenci 2 tipe orang yang pertama aku benci orang yang suka membuat masalah,dan yang kedua adalah orang yang suka mencampuri urusanku".


tiba tiba "Duagh...",Iblis tersebut terpental karena Sou menyerang dengan tinjunya,Iblis itu terkekeh kekeh,"hihihi...kau tahu serangan fisik biasa tak berpengaruh padaku tahu".


"gedubrak...",Sou kembali menghajarnya "red Chain".Sou mengeluarkan kekuatan sihirnya,"aku ingin bertanya sebenarnya dengan baik baik tapi kau malah seperti orang brengsek".


Sou mengikat leher Iblis tersebut dengan Rantai sihir miliknya hingga Iblis tersebut meronta-ronta.


"kau bocah bangsat !! lepaskan aku".Sou menatap Iblis tersebut dengan sangat tajam,akan tetapi secara tiba tiba muncul sebuah tangan tangan panjang dari belakangnya.


tangan tangan tersebut muncul dari belakang kepala Sou kemudian tangan tangan tersebut membenturkan kepala Sou ke tembok hingga berdarah.


Rantai yang menahan Iblis tersebut lepas kemudian Iblis tersebut menyerang Sou,akan tetapi Sou berhasil menghindar.


tapi kali ini muncul lubang dimensi lebih banyak dan dari lubang tersebut keluarlah tangan tangan Iblis.


Sou dengan tenang menghalau semua serangan dengan sihirnya tapi itu tak cukup Sou terus terusan terbentur ke dinding.


Iblis tersebut mengetawai Sou yang kesulitan "nyehehehe...sakit ya ?? sama kok itu juga hal yang aku rasakan ketika bersekolah disini !!".


"hati-hati loh kalau kau lengah kau bisa mati",ucap Sou yang sedang berusaha bangkit.


"huh ngomong apasih kau saja masih kesulitan berdiri tuh nyehehehe...."


"sring..." "jrat...",tawa Iblis itu berhenti ketika wajahnya terkena tebasan Katana milik Sou.


"jangan terlalu meremehkan aku loh...kau tahu setelah mendengar ucapanmu tadi kau nampaknya memiliki dendam dengan Cewek bernama Lurre ini ya?"


"ahhhh....,dasar ngelantur apa kau !!"Iblis itu marah marah kemudian merapal sebuah mantra.


Iblis itu bersiap menyerang Sou akan tetapi sebuah guratan kembali didapatkan oleh Iblis tersebut.


"jangan terlalu bersemangat begitu,seharusnya itu yang kesal adalah aku",ucap Sou santai.


Sou menebaskan katananya dengan hati hati


agar tak melukai Lurre yang notabene juga korban dari Rena.


"Gyaaaa !! Berani...berani !! berani sekali !!"Iblis tersebut berteriak sangat keras kemudian menggunakan sebuah Sihir Iblis.


Sou pun menggunakan Sihir Iblis miliknya juga ,Sou dan Lurre saling menunjuk dengan jari telunjuknya.


tiba tiba darah keluar dari mulut Lurre hal ini dikarenakan Sou tak perlu merapal sebuah mantra untuk menggunakan teknik Iblis.


"Ah !!!!!,Kau !! mengapa orang seperti mu dapa menggunakan teknik Iblis kami siapa Kau !!"


Sou menendang muka Lurre kemudian menginjaknya,"kau nampaknya hanya iri padanya ya?yang kau lihat adalah cewek ini merupakan cewek yang populer dan bla bla bla".


Sou kemudian mengangkat kakinya dari atas tubuh Lurre,"kau tahu...aku bertemu Ibumu di sebuah kedai kecil,ia adalah pribadi yang baik pernah aku yang saat itu tak punya uang mampir ke kedai miliknya


ia menyuguhi ku sebuah makanan serta minuman,kau tahu...dengan senyumannya ia tetap melayaniku dengan baik walau ia tahu aku tak membayarnya".


kemudian Sou duduk bersender di tembok,"lantas apa salah Wanita berhati Malaikat itu hingga anaknya berubah menjadi Iblis?".


Iblis bernama Rena terdiam sejenak kemudian ia mulai menangis,tangisannya tambah kencang karena cerita Sou.


Rena pun bertanya pada Sou apakah Ibunya masih mencari-cari bukti penyebab dirinya bunuh diri,kemudian Sou menjawab nya "entahlah...yang kulihat ia cukup putus asa".


akhirnya Rena pun luluh juga dan ia melepas ikatan jiwa nya dengan Iblis,sisa jiwanya pun keluar dari tubuh Lurre dan menemui Ibunya.


"Ibu aku Rena,nampaknya Rena jadi anak yang nakal Bu...maafkan Rena tak bisa pulang tolong Doakan Rena agar tenang dipangkuan sang pencipta".


dan tiba tiba Sou merasa ada sesuatu yang salah,"haha...bangsat gimana caranya balikkin dimensi sialan".


Sou sudah kelelahan ia mencoba untuk mencari cara agar bisa kembali akan tetapi ia pun tertidur juga karena darahnya masih keluar.


tetapi saat itu sebuah ide muncul, Sou membalik tekniknya jika teknik Iblis yang digunakan Rena tadi Dimensi hitam maka lawannya adalah Dimensi putih.


"Sihir pembalik White Dimension,Domain is mine...", akhirnya Sou dapat kembali ke dimensinya lagi,akan tetapi ia sudah benar-benar kehabisan energi.


"Bang...sat....",Sou pun pingsan.


^^^bersambung....^^^