I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
Chapter 84 : Fate repeats



Matahari terbit di ufuk timur menyinari kamarku


"hnghh..."


aku terbangun dari tidurku, menoleh kekanan ke kiri, "huh?... aku telah kembali. "


kamar ini tak terasa asing bagiku. saat ini aku bukanlah Lyody lagi tapi aku telah kembali menjadi Felisha.


bisa dilihat dari tubuhku serta rambutku yang panjang "urghh... aku benci baju tidur, ini melar..."


saat itu aku menyadari sesuatu "tunggu... melar?!"


benar mataku tertuju pada suatu daerah, aku melongo dan tertawa seperti kehilangan akal "dadaku jadi kecil..."


aku kebingungan seharusnya orang seperti diriku dan Sou serta entitas yang menyamai kedudukan origin itu kan tak akan terpengaruh perkara perubahan masa lalu.


akan tetapi aku mengingat sesuatu... itu sesaat sebelum kepergiannya " kemungkinan raga kita akan berubah seakan terlahir kembali. akan tetapi jiwa kita lah yang tak terpengaruh terhadap perubahan tersebut."


benar. itu adalah apa yang dibisikkan Sou padaku sebelum ia pergi, air mataku menetes secara tiba-tiba.


_______________________________________________


sebelum Felisha kembali ke masa depan ia bertemu dengan Diana yang menghampirinya


Felisha diberitahu jika Sou kemungkinan tak akan mengingat apapun tentangnya bahkan teman-temannya.


ini disebabkan perjanjiannya dengan Waste. setidaknya itulah yang diketahui oleh Pencipta di Verse 1.


diketahui Sou telah menyatu dengan Alam tertinggi. bahkan bagi pencipta Verse 1 Semesta dimana Sou berada itu seperti sebuah ketiadaan, apakah itu ada? itu tak dapat diyakini akan tetapi jika ditanya apakah itu hanya bualan itu tak benar karna keberadaannya nyata.


kemungkinan itu mengatur semua aturan, dan cakupannya itu adalah seluruh Verse dan seluruh isinya.


setidaknya hanya itu yang diketahui oleh Pencipta Verse 1, dan juga Felisha dilarang untuk bertarung lagi dengan Sou.


kerusakannya lebih serius dari yang diperkirakan, Story Line yang menjadi garis dari seluruh konsep, malah dijadikan senjata untuk mereka berdua saling menghajar.


"aku tidak mengetahui detail apa yang terjadi akan tetapi, dikatakan Sou berhasil selamat dari


tempat misterius yang disebutkan Pencipta Verse 1" ujar Diana.


"apakah artinya Sou tidak dihisap oleh tempat misterius itu?" (Felisha).


Diana mengangguk "akan tetapi ia akan kehilangan ingatannya tentang Alam Semesta ini. singkatnya adalah otaknya akan direset dan hanya akan ingat kejadian saat masa lalu ini dirubah. "


"maksudmu ingatan Sou akan dimulai dari sini?"


Diana mengangguk.


akan tetapi ada sebuah kejadian yang tak siapapun mengetahuinya, Sou memindahkan seluruh kekuatan dan hal yang dimilikinya ke Felisha.


hal tersebut dilakukan ketika Sou mendekapkan


dahinya ke dahi Felisha dan saat itu juga dirinya memberikan Felisha seluruh kekuatannya.


seluruh Verse, Realm, dan juga Alam semesta didalamnya semuanya berasal dari Sou, artinya semua kejadian di Dunia ini dapat dengan mudah diubahnya.


melenyapkan seseorang hingga seolah orang tersebut tak pernah ada di Dunia ini bukanlah hal yang menyulitkan pula.


ini cukup menjadi kabar baik untuk semuanya.


saat Felisha akan melangkah kembali ke masa depan maka saat itu juga sejarah akan berubah


dan saat ini hal tersebut telah terjadi.


flashback end...


_______________________________________________


Felisha diam membatu selama 5 menit, ia seperti orang bodoh yang bingung ingin melakukan sesuatu.


kemudian tak lama seseorang masuk ke kamarnya, itu adalah Ibu Felisha.


melihat anaknya melamun dengan tatapan kosong ia menggoyangkan pundak Felisha untuk menyadarkannya.


"Sha...? hey.. kamu tidak pergi ke Kampusmu?


ini sudah jam setengah sepuluh, telat kamu nanti nak... yaampun mama punya anak perawan bangunnya siang terus." ucap mama Felisha yang menceramahi anaknya dengan nada yang lembut.


Felisha yang setengah sadar kemudian pergi ke kamar mandi dan setelah selesai ia mengenakan bajunya lalu makan dan setelah itu mengendarai mobilnya untuk pergi ke kampusnya.


butuh 35 menit untuk sampai ke kampusnya, setelah ia memarkir kendaraannya


Felisha kemudian keluar dari mobilnya.


"astaga... aku kuliah di instansi apa sebenarnya?!"


ia tak habis pikir dengan apa yang terjadi saat ini tepat didepan matanya.


HCHU atau singkatan dari High Class Hunter University, "apa yang terjadi didepan mataku saat ini?! bukankah Sou sudah mengubah seluruh sejarah dimasa lalu terkait dengan Dungeon dan Hunter?!.


mengapa saat ini Dungeon kembali muncul?


aku memang tak mau langsung menyimpulkan,


akan tetapi hal yang disebut Hunter itu pasti berkaitan dengan Dungeon kan?." batin Felisha.


saat ini ia belum sadar bahwa keinginannya serta obsesinya terhadap hunter itu sangat besar dan karena Sou memberikan seluruh kekuatannya pada Felisha otomatis keinginannya juga akan terealisasi sesuai keinginannya.


ini adalah kemampuan dari Sou The Fiction King, kemampuan ini selalu aktif secara instan jika pemiliknya menginginkan sesuatu. apapun itu bahkan jika ia ingin kehancuran seluruh ciptaan maka saat itu juga Verse, Realm, Line Of Story, Heart Of Story bahkan Absolute World hingga World Of 1 akan lenyap menjadi kekosongan saat itu juga.


dan bagi Sou ini adalah kekuatan yang sangat merepotkan maka dengan sekuat tenaga ia selalu menekan kemampuan ini agar hanya aktif apabila ia benar-benar butuh saja.


disuatu waktu kemampuan ini pernah Sou gunakan ketika bertarung dengan Zigerd ketika Sou menginginkan kehancuran bagi neraka yang disummon oleh Zigerd.


"lupakan... aku perlu menghadiri materi hari ini." (Felisha)


pada akhirnya Felisha mulai berdaptasi dengan lingkungannya, setelah materi yang disampaikan selesai Felisha bergegas ke Taman kampus untuk mencuci mata.


tatapannya kosong, Felisha berniat menghilangkan stressnya tapi pada akhirnya dia hanya melamun sendirian.


seseorang datang menghampirinya lalu menepuk pundaknya. Felisha menengok kearah orang itu.


begitu mereka berdua kontak mata orang itu tersenyum ramah sambil melambaikan tangannya lalu menyapa dengan ramah,


"halo..."


itu adalah Lure, Lure lalu duduk di samping Felisha, "kamu tidak makan? apakah kamu sakit sha?."


Felisha menggelengkan kepalanya.


"eh... jangan begitu dong, kamu tidak baik-baik saja kan?" ucap Lure mencemaskan dirinya.


Lure membuka bekalnya lalu menyuapi Felisha


"Ayo... anak pintar buka mulutnya... haaap"


Felisha memakannya.


Felisha nurut-nurut saja seperti anak kecil yang disuapi oleh mamanya, "kamu pucat Sha... mau ke uks? atau mau kuizinkan ke Pengawas agar kamu diistirahatkan dahulu?"


Felisha menggelengkan kepalanya lagi, Lure makin cemas dengannya "tapi kamu tidak terlihat baik! ayo ke uks saja setidaknya".


Lure menggandeng tangan Felisha menuju uks


tapi Felisha menahannya lalu berkata "aku baik-baik saja."


lalu pergi meninggalkan Lure di Taman itu sendiri. "Isha..." ucap Lure lirih menatap perginya Felisha.


"apakah Felisha masih menyalahkan dirinya atas Tragedi penyerangan Dungeon... kasihan sekali.." (Lure)


Lure lalu menyadari orang-orang disekitarnya mereka sedang membicarakan Felisha.


"memang benar orang itu tak kompeten" bisik-bisik


mereka semua menggosipkan Felisha seperti seorang penjahat. sebenarnya apa yang terjadi dalam penyerangan Dungeon?


^^^Bersambung....^^^