
Wenny kemudian mengikuti Sou dengan niat membunuh yang sangat ketara sehingga membuat Sou tak nyaman
"ada apa? mengapa tatapanmu itu sangat sinis padaku?" tanya Sou yang sudah risih dengan Wenny
Wenny menjawab "Seandainya kemarin kau mengikuti diriku,tak akan ada banyak nyawa yang terbunuh"
"hah?! kau ngigo ya? apa hubungannya kematian Tentara Velhein dan juga keluargamu denganku?" Sou mulai sewot
"iyalah !,seandainya kemarin kamu ikut dengan tenang maka Eklovern bisa diajak mediasi oleh kami dengan kamu sebagai tersangka utama"
.
Sou benar-benar marah mendengar hal itu seakan ia dikorbankan "Bangsat !! tau gitu aku yang akan meratakan keluarga kalian sekaligus"
Wenny juga ikut sewot "Biang keladi dari Tragedi Dimensi Misterius itu kan kamu yang menjadi Tokoh Utamanya
dan Gerbang Misterius itu membuat Eklovern berpikir kalau Velhein bekerja sama dengan Iblis/melakukan ritual terlarang" Wenny mengungkit insiden 3 Tahun yang lalu ketika Raja Iblis sejati datang ke Bumi
"HAH ?! ,saat itu aku loh yang dirugikan dan ingat hal ini!! jika aku tak mengalahkan Makhluk yabg keluar dari Gerbang Dimensi itu
dapat dipastikan kalian semua akan mampus" ujar Sou sangat sewot
"Sou...!!"panggil Lyody dan saat itu juga Sou langsung berhenti ribut dengan Wenny
mereka bertiga pun terus berjalan melewati 4 Kota besar Velhein "kita mau kemana sebenarnya?" tanya Wenny lirih karena kelelahan
Siang itu cukup terik karena tak ada bangunan sama sekali yang menjadi tempat berlindung dari sinar matahari
"Lyody !!,kau tak lihat perempuan itu kelelahan. istirahatlah dulu" ajak Waste karena iba pada Wenny
Lyody pun berbalik kemudian berkata "jangan bodoh Sou...Ayahmu tertangkap pasukan Eklovern dan jika ia mati lagi itu akan menjadi pengalaman bodoh sepanjang hidupmu"
mendengar itu Sou jadi bimbang "cih...baiklah-baiklah,aku akan menggendongnya dipunggungku"
sontak hal itu membuat Lyody terkejut "A..Apa !!"
"hey kamu nona rambut kuncir...naiklah kepunggungku perjalanan ini masih cukup jauh" ujar Sou sambil menyerahkan punggungnya
Wenny pun naik ke punggung Sou "ini...tubuhnya sangat bagus..." batin Wenny dalam hati yang membuat wajahnya memerah
Lyody pun menghampiri Sou dan menodongkan pisau ke leher Sou"uwah!!!" Sou terkejut ketika melihat pisau di lehernya
"Hmmph!" kemudian Lyody memimpin jalan kembali,Sou heran dengan tingkah Lyody "apaansih yang dilakukan orang itu?"
diperjalanan Lyody dibuat makin emosi jiwa karena tak diajak bicara oleh Sou akan tetapi Sou malah terus-terusan berbicara dengan Wenny
Sou mengobrol dengan Wenny tentang dimana Wenny sekolah dulu dan saat mereka berdua bertemu,ketika itu Wenny yang masih berkuliah
di Universitas yang sangat terkenal
"eh....benarkah?! bukankah sekolah disana itu tak hanya butuh uang saja,tapi murid disana harus cerdas sekali" ucap Sou terkagum-kagum
Wenny tertawa kecil "hihi...meski aku ini terlahir dari keluarga kaya aku juga tak bodoh,aku bukan tipe anak manja loh"
"gitu ya" Sou mengangguk-angguk,dan tiba-tiba suasana menjadi berat "kupikir aku salah duga,apa yang terjadi sih dengan si bodoh itu?!"
Sou pun menerima bogem mentah dari Lyody "BUGH !!"
"Kyaaa..." teriak Wenny
Lyody mengusap-usap tangannya kemudian menghampiri Sou kemudian memegang wajah Sou dan mengelusnya "bukannya kau yang memimpin jalannya tapi malah menyuruhku? bagus...
bukannya menjagaku tapi malah selingkuh?...
bagus..."
"Eh?! Selingkuh?! siapa yang seling--"
"Bugh !"
"diam! jangan memotong omonganku!
bagus ya...bahkan sudah sampai diperbatasan Eklovern pun kamu masih bercanda ya...
sebentar lagi kita akan bertarung dengan Eklovern,dan ingat satu hal ini...jangan sampai kamu membunuh 8 orang dari pasukan Elite mereka"
"pasukan Elite?" ucap Wenny
Wenny mengangguk "hmm...saat pertarunganku di Kota Towa pasukanku diratakan oleh satu orang
Ibuku dan juga Paman bertarung sekuat tenaga,aku pun ikut andil melawan orang itu
akan tetapi...orang itu seakan tau gerakan setiap senjata kami
dan dengan pedangnya..yang berbentuk bahkan menyerupai Naga dan kekuatan sihirnya yang sangat kuat ia berhasil mengalahkan kami semua"
Lyody mengerti "lalu apa orang itu artinya ia masih hidup?"
"iya...ujar Wenny aku beruntung dapat selamat meski mata kananku buta" Wenny tersenyum sedih mengatakan hal itu
"buta ??!!" Lyody dan Sou terkejut mengetahui hal itu karena selama ini mereka tak tahu menahu soal mata Wenny yang rupanya buta
Sou merasa hawanya mulai canggung dan ia pun berusaha mencairkan suasana "baiklah semuanya !! jangan bersedih lagi,Ayo kita makan di Restoran mahal di Negeri Eklovern ini"
dan akhirnya mereka bertiga berakhir di Restoran mewah di Ibukota Eklovern
Sou yang telah memesan makanan kini duduk di mejanya sambil bermain handphone
"Sou?..." panggil Lyody
"oit" balas Sou singkat
"sejak kapan kamu membawa Handphone?"
"eh...kamu tak tahu ya? Handphone ku ini kutaruh di dimensi penyimpanan bodoh"
ucap Sou yang masih fokus dengan Handphonenya
bagaimana tidak Sou saat ini sedang chattan dengan perempuan cantik yang ia temui di Eklovern ketika Wenny dan Lyody tak menyadari itu
(ini wajah Playboy Sou Dez)
Author:"ckck...nurun Razen mungkin sifat Sou ini"
"heeeee...gadis-gadis Eklovern rupanya banyak yang cantik ya" batin Sou kegirangan ketika melihat banyak gadis memuji foto profilnya yang tampan
meski wajahnya masih luka karena bekas tamparan Lyody yang cemburu rupanya Sou
masih saja bandel
sebenarnya antara Sou dan Lyody ada sebuah hubungan,akan tetapi Sou tak berpikir kalau hubungan mereka berdua sudah lama berakhir dan tak ada ikatan apapun lagi
dan ketika Lyody ingin mengintip apa yang dilakukan Sou dengan Handphonenya,Spu menutupinya dan membuat Lyody menjadi mengambek
dan saat Sou melihat kalau makanannya di meja tak ada ia pun bertanya pada Lyody "eh...makananku mana?"
Lyody dan Wenny sudah selesai makan
Lyody pun bertanya "ehhhh...rupanya ada yang lapar ya?
bukannya main Handphone saja sudah kenyang? oh iya,aku sudah bayar makananku sendiri so...bye-bye"
"eh..hey Lyody aku lapar tolong!!" teriak Sou
dan pada akhirnya Sou tetap makan juga karena Lyody tak tega melihat Sou memohon-mohon padanya
"cih...laki-laki ini pandai membuat orang merasa bersalah..." batin Lyody yang membuatnya jadi salah tingkah dan wajahnya pun memerah
Sou tak mempedulikan hal itu dan ia sudah lupa untuk apa ia minta dibelikan makanan
Sou pun kembali chattan dengan cewek-cewek Eklovern yang ia temui
"kekeke..." tawa Sou penuh nafsu
Lyody juga tak sadar karena terlalu sibuk menghalu dan membuatnya tak melihat apa yang sedang Sou lakukan
sementara Wenny malah belajar memasak di dapur Restoran tersebut,ini aneh...padahal genre dari Novel ini bukan Romance,Comedy
kok bisa ada scene seperti ini ya? hmmm...
^^^Bersambung....^^^