I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
Chapter 70 : Krisis



15 menit sebelum Razen menyerang Markas besar Eklovern.


Razen terbangun dari kematiannya,saat itu ia berada dipangkuan Istrinya "ugh...kepalaku sakit"


dan begitu melihat suaminya terbangun dari kematian tentu terkejut bukan main,Diana ternganga melihat hal itu bagaimana mungkin ia tak terkejut Razen memang telah mati saat itu


kemudian tak lama setelah itu ketika Razen melirik kearahnya Diana langsung mendekap erat Razen sambil menangis haru "kamu ini...bodoh" ucap Diana pelan


dan ketika itu juga Razen menanyakan dimana Sou kecil dan keadaan Velhein saat ini,Diana pun langsung menjelaskan panjang lebar


Diana berkata kalau dari tadi ia terus berhubungan dengan Wenny,dan Wenny lah yang memberi Info keadaan diluar Avalon


dan sudah 30 menit,Wenny dan Diana telah lost Contact dan pesan terakhirnya adalah Kota selain Avalon sudah dikuasai dan hancur


Razen mengangguk-angguk mendengar penjelasan itu dan akhirnya ia berdiri kemudian mengambil Katanya "Pergilah mengungsi ke Bunker,Sou sudah menunggu disana aku akan pergi untuk mengecek keluarga Patricia terakhir"


Diana mengangguk paham kemudian langsung masuk kerumahnya dan pergi ke Bunker bawah Tanah


menurut Razen jika benar Informasi tentang 4 Kota yang mengelilingi Avalon telah hancur dan dikuasai kemungkinan besar Keluarga Patricia sudah diratakan


hal ini didasari Patriotisme mereka yang amat Tinggi,mereka tak akan lari dan akan terua bertarung sampai titik darah penghabisan meski Velhein akan hancur pada akhirnya


dan ketika Razen sampai di kediaman Patricia ia langsung masuk dan mencari Lurre,Razen berteriak memanggil Lurre dikarenakan kediaman Patricia benar-benar Luas


5 Kali lipat lebih besar dari rumah Razen,Lurre yang mendengar panggilan itu mengintip sedikit dengan membawa crossbow milik kakeknya


rupanya sebelum Razen datang kediaman Patricia diserang 7 Tentara Eklovern


kemudian mereka membunuh para pembantu dirumah tersebut


melihat itu Lurre pun mengambil Crossbow dan diam-diam membunuh mereka semua,dan kini Lurre telah bersiap menebak kearah kepala Razen


"zep!"


Crossbownya pun ditembakkan,Razen yang melihat anak panah mengarah ke dirinya langsung menangkap anak panah tersebut


dan akhirnya mengetahui dimana Lurre


mengetahui kalau Lurre takut dengan dirinya ia pun mencoba mendekatinya pelan-pelan


"Nak...jangan takut ini Paman Razen teman Ayahmu..." ujar Razen dengan nada lembut


Lurre pun perlahan keluar dari tempat persembunyiannya dengan gemetar ia mulai menampakkan dirinya matanya sudah berkaca-kaca serta pakaiannya yang dipenuhi noda darah


Razen pun menghampiri Lurre yang berdiri diam saja kemudian Razen menunduk dan bertanya "apa Lurre sudah makan?"


Lurre hanya menggelengkan kepalanya,Razen pun langsung menggendong Lurre di pundaknya "kita harus ketempat yang aman" ujar Razen


kemudian dengan cepat Razen kembali ke rumahnya disana Razen langsung masuk dan pergi ke Bunker


Diana dan Sou kecil sudah ada disana kemudian Razen menyerahkan Lurre "dia adalah anak dari Adelene...kemungkinan hanya dia Patricia yang tersisa,apalagi kediaman mereka sudah digeledah oleh Tentara Eklovern


dan anak inilah yang membunuh mereka,kupikir ini akan menjadi Trauma bagi anak umur 5 Tahun sepertinya"


Diana mendekap Lurre yang membeku "tenang ya... disini sudah tak ada orang jahat"


Razen pun melepas bajunya kemudian mengganti baju yang lain kemudian mengenakan Jas Hitam dan membawa Katanya


"Aku akan kembali dengan cepat"


Diana hanya mengangguk dan bepesan agar Suaminya berhati-hati dan pulang dengan selamat


kemudian Razen dengan cepat menghilang


dari sana


Razen pergi mengecek 4 Kota besar yang menjadi medan tempur bagi Velhein dan Eklovern dan benar saja tak ada Tentara Velhein yang masih hidup


kobaran Api disetiap Kota besar menjulang sagat tinggi Razen mencari setiap mayat keluarga Patricia


9 orang dari keluarga Patricia ditambah calon menantu mereka yaitu Erza,Razen hanya dapat menemukan 5 orang saja


orang yang ditemukan Razen ialah


-Kayae(Ibu Yuqe)


-Kenzo(Ayah Wenny)


serta Erza dan Yuqe yang meninggal dalam keadaan berpelukan


sementara 5 lainnya yaitu


-Adelene


-Wenny


dan ketiga sesepuh Keluarga Patricia tak dapat Razen temukan dan kemungkinan besar mereka juga mati


hanya Kayae saja yang masih bernafas meski kritis dan Razen pun langsung membawanya ke Bunker rumahnya


Diana yang pernah kuliah di Universitas kedokteran setidaknya bisa menyelamatkan Kayae yang kritis,dengan sigap Dian mencoba menyelamatkan Kayae yang kritis


"lukanya dalam sekali..." ucap Diana


"apakah dia dalam keadaan bahaya?"tanya Razen


"lukanya sebenarnya cukup parah meski tak sampai mengancam nyawanya akan tetapi Kayae sudah kehilangan banyak darah hingga titik kritis" jelas Diana sambil mengobati Kayae


"lalu bagaimana keadaan Velhein saat ini?apakah ada Kota yang selamat?" tanya Diana


"tak ada...semuanya sudah hancur,Kobaran Api itu menjulang sangat tinggi,aku hanya menemukan 5 Mayat Patricia


yaitu temanmu Kayae,suaminya Hoji,temanku Kenzo,dan anak dari Kayae Yuqe serta calon menantu dari Kayae semuanya Mati..."


Diana pun selesai dalam mengobati Kayae


kemudian Razen berkata "Eklovern tak main-main kali ini....mereka menghabisi banyak nyawa orang-orang Velhein


dan juga Presiden Velhein sudah ditangkap"


"apa?!" Diana terkejut mengetahui presiden Velhein telah ditangkap


"pergerakan mereka sangat cepat,apalagi ada 5 Mayat keluarga Patricia yang masih menghilang yaitu Wenny dan Ibunya Adelene


dan kemungkinan besar mereka juga sudah tewas"


"eh...? bukankah kau bilang 5 orang?"


"ah...3 Kakek tua dari Patricia itu sudah pasti mati,mereka bertiga kan bertarung di Gerbang Craxen yang diserang dengan dahsyat


apalagi Kota Craxen benar-benar hancur lebur rata dengan tanah,itu mengerikan"


Diana pun duduk disamping Razen dan bertanya "lalu apa yang akan kamu lakukan?"


Razen menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya "apakah kamu sudah bertemu dengan Sou?"


"Sou? bukannya kita sering melihat dia? itu anaknya sedang bermain dengan Lurre..." tunjuk Diana


Razen menggelengkan kepalanya "bukan...bukan yang itu tapi Sou yang mengaku dari masa depan,apa anak itu sudah kembali ke Masa depan ya?


ia bilang bahwa aku akan mati...ada-ada saja samar-samar aku mendengar kalau dia memanggilku sebelum aku terbangun dari pingsan--"


"cukup!...jangan dilanjutkan" Diana langsung mendekap erat Razen


"ah...jadi aku benar-benar mati ya...?


tapi tenang saja aku tak akan terbunuh dengan mudah lagi"


ujar Razen sambil tersenyum.


"aku mengusirnya..." dengan nada lirih


"eh?"


"aku mengusir Sou yang berasal dari masa depan,aku menimpakan semua kesalahan padanya dengan bodoh aku berpikir kalau ialah penyebab kematianmu


ia pergi dengan sedih,bagaimana bisa aku menjadi Ibu yang kejam pada anak semata wayangku..huhuhuhu...."


Diana menangis dipelukan Razen,ia merasa amat menyesal karena memaki bahkan mengusir Sou agar jangan menjumpainya lagi


kemarahan sepihaknya benar-benar akan menjadi bencana yang menakutkan apabila saat itu Lyody tak menghentikan Sou dari bunuh dirinya