I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
[Season 2]Chapter 2 : Who is The Real Hunter



"tok...tok...tok...nenek..."


nenek membukakan Pintu


"oh Jeremy kamu sudah pulang nak?..."


"iya nek..saya kesini ingin minta kunci rumah yang saya titip di nenek"


"oh iya..iya sebentar nenek ambilkan"


kunci diberikan kepada Jeremy


"Terimakasih ya Nek..."


"iya..iya cepat tidur nak hari sudah malam"


Jeremy langsung pergi ke kamarnya sendiri, kamarnya Ngontrak/bisa disebut ngekos Jeremy melihat ruangan Dez yang kosong "hah..Dez belum pulang?.." tanyanya dalam hati


Jeremy cukup panik karena Dez belum pulang dan waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 malam.


"sial...sial...Dez dia adalah Non Hunter alu takut dia kenapa kenapa sial..." Jeremy panik sendiri karena Dez bisa dibilang Non Hunter dan tak punya kekuatan apa apa,ia mencari disetiap sudut kota,lalu entah bagaimana ia melihat kedai makan karena lapar ia menghampiri kedai makan tersebut.


saat masuk ia melihat Dez sedang bekerja sebagai tukang cuci piring,di satu sisi Jeremy merasa lega karena menemukan Dez tapi disatu sisi ia merasa cukup Iba bukankah Dunia ini yang namanya kesenjangan sosial sudah dihapuskan lantas mengapa orang orang seperti Dez masih ada.


Jeremy sebenarnya anak orang kaya tapi karena ia memilih menjadi seorang Hunter orang tuanya tak setuju dan pada akhirnya ia diusir dari rumah, walaupun uang yang dikumpulkan oleh Jeremy sudah bisa untuk membeli rumah dan 3 mobil tapi rasanya entah kenapa kosan Nenek Wati rasanya lebih nyaman.


jam menunjukkan pukul 03.00 malam Dez selesai bekerja lalu pulang bersama Jeremy.


Jeremy bertanya karena cukup penasaran "Dez... kau tak lelah bekerja banyak banyak?"


"yah mau bagaimana lagi kan aku ini tak punya uang... jadi aku bekerja dengan giat agar bisa mendapat uang yang banyak" jelas Dez


"apa kau tak berminat menjadi seorang Hunter?..."


mereka sampai di depan kamar Kosan di lantai 2,Dez duduk memandangi bintang di langit lalu mulai bicara.


"Hunter ya...aku memang berminat tapi aku sudah tak memiliki tujuan lagi, aku juga sudah mengecewakan sesorang aku ragu ia akan menerimaku"


"mengapa kau harus takut bukankah itu hanya bayangan mu saja, Dez kita kan sudah berteman selama 2 tahun disini kau itu orang baik,bahkan sebenarnya yang suka menyapu halaman itu kau kan bukan Nenek Wati"


"hahaha...entahlah mungkin hanya khayalan ku tapi aku rasa aku sudah menyakitinya terlalu dalam hingga mungkin ia ingin membunuhku"


Jeremy agak heran dengan dia yang dimaksud oleh Dez,karena sudah malam Dez masuk kerumahnya lalu tidur,Jeremy merasa ada sesuatu yang besar disembunyikan oleh Dez entah hal apa lalu dia yang dimaksud.


Jeremy yang seorang Hunter dan memiliki Jabatan mencoba mengulik hal hal yang berhubungan dengan Dez di menemukan sebuah artikel yang cukup menarik Ceo Dez Corp meninggal ditemukan tubuhnya mengalami banyak tusukan,diperkiraan ada 5 tusukan ditubuhnya.


Jeremy makin penasaran "apa jangan jangan Dez yang ku kenal merupakan anak orang kaya Dez Corp lalu kemana semua warisannya pergi?".


lalu tak ada lagi artikel tentang Dez Jeremy merasa kalau dirinya benar akan adanya hal yang disembunyikan Dez merupakan nama keluarga bukan nama aslinya.


begitulah pikiran Jeremy,Jeremy merasa kalau Dez benar benar putus asa seperti di perkataannya yang sudah tak memiliki tujuan


tapi ketika ia melihat artikel itu kembali tanggal dan waktunya pembunuhan terhadap Nyonya Laura Dez terjadi 5 tahun yang lalu diikuti kematian Suaminya Razen Dez.


kali ini Jeremy benar benar kaget bukan main Razen Dez petinggi Pemerintahan yang hilang


pada saat itu Guild Wild Stray bahkan membantu pencariannya diam diam bersama Guild Nimzo Scythe akan tetapi hanya menemukan mayatnya saja.


Jeremy akhirnya paham mengapa Dez tak berminat bergabung dengan Hunter masa lalunya yang buruk lah yang membuatnya jijik terhadap Hunter.


Minggu pagi jam 06.00 Am "Dez bangun ini sudah siang" Jeremy mengetok ngetok pintu


Dez membukakan pintu lalu Jeremy mengajaknya nanti malam ke Festival perayaan Hunter yang dimana merayakan kemenangan Hunter terhadap Neraka dan pastinya para Guild Master akan hadir.


Dez hanya mengangguk saja lalu kembali menutup pintu tapi di tahan oleh Jeremy,"Dez ayo kita pergi ke Mall di tengah kota".


"buat apaan si? jan buang buang duit cuma buat seneng seneng satu hari"


"cih bacot ayo gc kita jalan kesana sekalian gua pengen date sama Cewe gua lu juga cari cewe gih" akhirnya Dez diajak ajak juga.


_________________________________________


"bagaimana Sou bukankah aku cantik dengan gaun ini?.."


"ah...itu terlalu terbuka sayang...kau juga harusnya menjaga image mu sebagai seorang Putri Bunga Es"


sebuah Es yang tajam menuju kearah orang itu dengan cepat "crat..."darahnya mengalir.


"hahahahaha...mampus kau Sou ini lah balasan akan hati ku yang kau sakiti saat itu dasar laki laki brengsek"


"waduh...Putri marah deh...bukan kah aku sudah minta maaf padamu sayang?bagimana kalau aku mati nanti bukankah kau malah akan jadi Janda?.." Orang itu kembali duduk dengan tenang seperti tak terjadi apa apa.


"oh itu tadi tak sengaja kok kamu percaya kan?"Lurre memelas


"hmm...karena kamu sudah bicara jujur aku maafkan kok sayang".


mereka berdua berjanji kalau nanti malam mereka akan bersama ke Festival Hunter,saat ini pacar dari Lurre juga sudah bergabung dengan Guild Red Rose tahap demi tahap dilaluinya dengan sangat Natural.


bahkan Wenny pun menaruh hati terhadapnya


Lurre dan pacarnya berencana untuk membeli baju untuk kakanya ke Festival nanti malam,pagi pagi sekali mereka berdua sudah berangkat pacar Lurre selalu mengetahui apa yang diinginkan oleh Lurre karena bantuan dari sistem yang berada di tubuh pacar Lurre.


saat mereka berdua membeli baju Lurre melihat seorang anak kecil yang tersesat saat ingin disentuh oleh pacar Lurre ada orang yang menangkisnya ia adalah Jeremy.


"apa yang ingin kau lakukan terhadap adikku"


Lurre mencoba menjelaskan kalau anak ini tersesat akan tetapi Jeremy tak mempercayainya sampai Dez datang.


"apa yang kau lakukan disini hah..?jangan membuang buang tenagamu"


Dez merasakannya pula hal yang dirasakan oleh Jeremy, perasaan kengerian yang berasal dari lelaki yang bersama Lurre akan tetapi Dez tau kalau berurusan dengannya hanya mendatangkan masalah.


"bawa adikmu Jeremy agar ia tak diculik oleh Monster!" Dez berbicara seperti itu dan matanya mengarah ke Pacar dari Lurre,akan tetapi disini meraka tak mengenal satu sama lain.


pada akhirnya Dez dan Jeremy pergi mengamankan anak itu terlebih dahulu.


"dimana orang tua mu dek?"tanya Jeremy


"bawa saja ke security lalu buat laporan ada anak hilang" usul Dez


"okay"


setelah melapor ke pihak satpam dari mall tersebut anak itu akhirnya bertemu dengan ibunya,Dez dan Jeremy langsung pergi setelah anak itu berterimakasih kepadanya.


sembari jalan Dez bertanya pada Jeremy "kau tadi merasakan aura mengerikan darinya ya makannya kau menolong anak itu".


"bagaimana kau bisa tau Dez kukira kau Non Hunter"


"eh...memang aku bukan Hunter kok aku tak akan pernah menjadi Hunter...mungkin..."


Jeremy langsung mengganti topik pembicaraan "sudahlah... lalu baju apa yang akan kau hadiahkan untuk nenek Wati?".


_______________________________________


malam pun tiba...di tanah lebar yang sudah dipersiapkan untuk menggelar festival peringatan keberhasilan para Hunter dalam penyegelan Neraka.


Non Hunter pun di persilahkan ikut dalam festival ini karena bersifat terbuka dan acara yang paling ditunggu adalah acara pertarungan antara Hunter melawan Hunter lain.


"Dez ayo bro...kita akan ketinggalan acaranya kalau kita terlambat"


"haaah....bukankah avaranya sepanjang malam?"


"matamu...ayo cepat kita jalan"


"ok...ok..."


Festival tersebut sangat meriah banyak Hunter yang menghadiri Festival tersebut mengenakan pakaian remi Hunter mereka,seperti yang diduga ke 7 Guild Master datang.


mereka membantu memeriahkan acara,dan karena Guild Red Rose adalah satu satunya Guild yang Guild Masternya perempuan membuat ke 6 Guild Master lain terpana akan kecantikan Wenny.


"fyuh...sampai juga...kau ini Dez bagaimana kalu kita telat...waaaaahhhh.....ramai sekali lihat disana ada banyak wanita cantik mari kita berkenalan"


Dez menghela nafas "hadeh...kenapa aku selalu mendapat teman yang berkelakuan seperti binatang sih..."


Dez berpisah dengan Jeremy ia melihat lihat hal hal baru mencoba beberapa makanan


Dez agak sedikit bernostalgia bersama kedua temannya yang dulu.


tanpa Dez sadari Dez sudah mulai masuk ke tengah Festival dan tersesat tapi ia tak panik selama Eskrimnya belum habis,Dez tak sadar kalau hanya dirinya menjadi pusat perhatian karena tak membawa kekasih atau paling tidak membawa teman.


"sst..lihat pecundang yang duduk disana"


"ssh...jangan bicara keras keras"


Dez mulai sadar kalau ternyata orang yang dimaksud ternyata dirinya sekarang Eskrim Dez sudah habis ia pergi dari sana dan mencari tempat yang paling tidak tak seramai disini.


setelah mendapat tempat yang diinginkan Dez duduk lalu memandang kearah langit


"orang yang tak memiliki tujuan sepertiku untuk apa hidup ya,aku selalu melukai orang orang disekitarku bahkan aku mungkin adalah pecundang"begitulah isi pikiran Dez.


seseorang lewat depan Dez lalu menghampirinya dan bertanya kearah manakah tempat pertarungan Hunter di Festival ini.


Dez menjawab kalau ia tak tahu tapi Gadis itu menarik Dez dan memaksanya menemukan tempat tersebut,Dez hanya ikut saja karena ia merasa mendapat tujuan.


Gadis itu memberitahu namanya ia bernama Felischa lalu Felischa bertanya balik "siapa nama mu"


"Dez" ia hanya menjawab seperlunya lalu Felischa menjelaskan kalau tadi Dez menjadi pembicaraan orang orang karena hanya datang sendiri Dez hanya diam saja mendengar omongan dari Felischa.


setelah menemukan tempat yang dituju mereka melihat lihat tempat itu, dimana Hal yang ditunggu tunggu para Hunter untuk bertarung,kali ini pemilihnya adalah Kekasih Lurre yang menjadi peringkat satu.


ia memilih dirinya sendiri ini membuat para Hunter agak terkejut dan bertanya tanya siapa yang mau melawan orang sekuat dia apakah Putri Lurre atau salah satu Guild Master.


Felischa sedang menjelaskan kalau Festival ini sudah 2 kali dirayakan dan kesempatan ini selalu ditunggu tunggu para Hunter tak biasanya orang peringkat 1 memilih dirinya sendiri.


dan orang yang ditunjuk ternyata adalah Dez orang orang melirik kearah Dez


"apa..bocah ini?"


"nampaknya si peringkat 1 bercanda..."


"hey bukankah dia pecundang yang tadi"


"hahah...nampaknya bakalan seru"


Felischa mencoba melindungi Dez karena dia Non Hunter akan tetapi Lurre mendorongnya agar minggir lalu menarik Dez agar naik keatas tempat pertarungan,ternyata semua ini sudah direncanakan sejak tadi oleh Lurre dan pacarnya yang menyamar sebagai Sou.


Dez berada diatas ring pertarungan dan bell berbunyi yang artinya pertarungan sudah dimulai dengan cepat sebuah hantaman menuju wajahnya,Dez tak dapat menghindar lalu ia terluka Felischa agak bersalah karena malah mengajak Dez ke kandang Macan yang dipersiapkan untuknya.


dia ditendang di pentalkan dengan kekuatan sihir dipukuli oleh pacar Lurre tapi tak membalas,Para Hunter yang melihat hanya tertawa saja melihat Dez dipukuli dan dihajar habis habisan.


"inikah seluruh kekuatanmu hanya ini?..lemah benar benar lemah tak ada gunanya rupanya bertarung dengan mu"


"lain kali jika kau melihatku kau lebih baik menundukkan wajah mu atau tidak kau akan kubuat mampus...mana keberanianmu yang kemarin hah"


Dez dihajar kembali oleh Pacar Lurre wasit tak dapat melerai karena salah satu pihak belum ada yang menyerah,Felischa memohon kepada para Guild Master agar menghentikan pembantaian tersebut karena Dez itu bukanlah seorang hunter.


Dez terbaring diatas Ring dengan tubuh yang dipenuhi luka dia diludahi oleh pacar Lurre "dasar sialan apa orang tuamu mati semua hah hingga tak mengajarimu bertarung...dasar lemah".


Aura menakutkan keluar dari tubuh Dez,lalu ia mulai berdiri Dez melakukan sedikit pemanasan Pacar Lurre cukup terkejut karena Dez masih berdiri dan mencoba melakukan perlawanan.


"oh...kau ter provokasi karena aku bilang kau tak punya orang tua ya? ahaha...menarik...ughh...ada apa ini ak...aku kesulitan bernafas...tolong..."


"siapa yang membiarkanmu bernafas?..."


Dez melepaskan tendangannya kearah pacar Lurre sistem yang dimiliki oleh pacar Lurre bereaksi terhadap Dez sistem merekomendasikan untuk segera melakukan perlawanan penuh.


Pacar Lurre yang bernama asli Naka langsung merubah dirinya ke mode serius bertarung ia mengeluarkan kedua Dagger miliknya dan menerjang kearah Dez tapi kekuatan Gravitasi milik Dez membuatnya terjatuh dan ketika Dez ingin menginjaknya Lurre menghalangi dan menyerang Dez dengan elemen Es miliknya tapi tak efektif menahan Dez.


Dez mebuat Lurre terpental jatuh dari Ring lalu menutup Ring dengan Ruang Raja agar tak ada orang yang dapat masuk ke dalam pertarungannya.


Dez menghampiri Naka yang masih terikqt Gravitasi miliknya"Who...Is...The...Real...Hunter..."