I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
Chapter 63 : Kekecewaan



angin malam bertiup dengan kencang saat ini


"hah...baiklah aku akan memberimu Informasi yang kau inginkan"


kemudian Sou mendengarkan dengan serius


Sou kecil berkata,"Negara ini berada dalam situasi yang sangat darurat,Negara kita saat ini adalah Negara Velhein dan musuh kita adalah negara Eklovern


sebenarnya ada 4 Negara besar lainnya akan tetapi mereka lebih memilih untuk netral karena kekuatan Negara Eklovern amat sangat besar


aku kurang Informasi apa alasan dari terdesaknya Velhein tapi Kakak bernama Wenny dari keluarga Patricia


pernah mengepung 1 Pasukan bersenjata lengkap dengan 4 Jet serta 1 Naga dan apakah kau tahu?


lebih dari 3500 orang tewas Hanya karena 1 Orang bahkan pasukannya tak ikut bertarung,dan 1 lagi Informasi penting untukmu kekuatan mereka seperti karangan Fiksi"


Sou kemudian bertanya,"Fiksi? apa maksudmu"


Sou kecil mengeluarkan Handphonenya,"tunggu sebentar...nah !,lihat ini"


Sou mengernyitkan dahinya,"apa hubungannya dengan Komik ini?"


Sou kecil berkata dengan nada serius,"Kekuatan Spesial,aku tak tahu spesifikasinya tapi ini semacam Gift atau bisa disebut sebagai Sistem dalam cerita-cerita Fiksi


dan parahnya yang mendapatkannya ada 8 Orang di Eklovern maka dari itu kekuatan mereka sangatlah kuat...kuharap Negara ini cepat dikuasai oleh mereka


aku takut keluargaku akan terkena imbasnya kalau sampai pertempuran ini berlanjut karena penopang kekuatan Negara ini hanya bisa bergantung pada Keluarga Patricia"


kemudian seseorang datang dan menggendong Sou kecil,"Hallo Sou...


kenapa kau masih main diluar saat malam


ayo pulang aku juga harus bertemu dengan Orang tuamu"


Wenny melirik kearah Sou matanya terbelalak melihat wajah orang yang pernah ia kenal,"Kamu...!!"


Sou kemudian berdiri dan berjalan untuk pergi tapi dihentikan oleh Wenny,"Tunggu !Kamu harus ikut aku,Sou tak masalah kan kalau Kakak ini juga ikut kerumahmu?"


Sou kecil hanya mengangguk-angguk saja,Sou kemudian menepis tangan Wenny "Kau siapa? seenaknya saja aku harus pergi untuk melakukan sesuatu"


"Diam !,dan jangan membantah perkataanku!",bentak Wenny dan entah bagaimana Sou mengikutinya ke rumah Tuan Razen


disana Wenny disambut oleh nyonya Diana Wenny menurunkan Sou kecil kemudian Diana memelototi Sou


kemudian Wenny masuk kedalam bersama Diana untuk membicarakan hal penting,awalnya Sou tak mau ikut masuk akan tetapi ia dipaksa oleh Wenny


kemudian pada Akhirnya Sou masuk kedalam juga disana mereka berdua membicarakan tentang krisis yang terjadi saat perang ini


Wenny berkata hampir disetiap benteng telah hancur dan jika dihitung secara Matematika tinggal menunggu 2 Bulan sampai Negara ini dikuasai


"Ini bukan Hoax nona Diana dalam 1 Bulan kemungkinan Ibukota Velhein yaitu Kota Avalon akan berada dalam genggaman mereka


ini lebih buruk dari apa yang diperkirakan bahkan walau anda menyumbangkan seluruh Harta kekayaan anda untuk menyokong Dana Perang tetap tak akan membantu


maafkan kelemahan saya",ucap Wenny sambil menangis dan menunduk memohon maaf dihadapan Nona Diana


Tuan Razen kemudian muncul dan berkata "Tenang saja semuanya akan baik-baik saja...tak ada yang perlu ditakuti"


Diana kemudian berbalik dan dengan nada tinggi membentak Suaminya,"Bodoh ! apa kamu tak tahu Ultimatum dari Negara Eklovern?!


sudah saatnya kita menyerah Sayang !!


kumohon lebih baik kita juga menyerah...jika kau takut harga dirimu terluka karena menyerah pikirkan keluargamu,jika seandainya kau gugur"


Sou tak sanggup mendengarkan pembicaraan berat ini,"ini semua terjadi karena kesalahanku dengan bodoh aku mengubah masalalu hingga menimbulkan hal serumit ini"


Razen kemudian menepuk pundak Sou,"Ayo kawan kita pergi ke Cafe depan"ucap Razen sembari mengedipkan matanya


Razen dan Sou keluar bersama-sama dan pergi ke Cafe seberang Rumah disana Sou hanya terdiam dan tenggelam dalam lamunannya sendiri


menyadari hal itu Razen mencoba untuk mencairkan suasana,"ada apa? nampaknya ambisimu tadi Sore sudah menghilang,apa kau kesini untuk mengubah takdir?"


Sou hanya terdiam membeku ia tak tau harus berbicara apa rasanya ia telah melakukan kesalahan besar karena telah mengubah masa lalu


Razen kemudian menarik nafas dan berkata,"Apakah aku akan mati?"


Sou terkejut mendengar hal tersebut dan Razen tersenyum tipis,"Jadi benar ya Aku akan mati...bagaimana kematianku dimasa depan? kuharap tak menyakitkan"


Sou menjawab pertanyaan Razen dengan kepala menunduk karena saking sedih dan malu,"A...ak..aku sudah merubah masalalu terlalu banyak dampaknya ternyata separah ini padahal-"


"Hah...kematianku pasti sangat mengharukan bukan? apakah aku mati dalam keadaan melindungi keluargaku,jika iya tak ada yang perlu disesali bukan?


lagipula kematian itu pasti ada,bagi manusia biasa sepertiku maka dari itu pulanglah kemasa depan


jangan merubah terlalu banyak Takdir tak akan baik hasilnya",ucap Razen menasehati anaknya tersebut


Sou kemudian berteriak sambil terisak,"Tapi...!,Dosaku sudah terlalu banyak apalagi aku dibutakan oleh dendam aku..aku hany-"


Razen kemudian menepuk kepala Sou dan tersenyum,"melihat anakku tumbuh sebesar ini sudah merupakan kebanggan bagiku,dosa-dosamu akan Ayah tebus kau tak perlu khawatir"


Kemudian Razen pun pergi untuk pulang kerumah Sou berdiri dan berteriak,"Ayah !!"


"Pulanglah kemasa dimana kau seharusnya berada,jangan khawatir aku tak akan mati" ucap Razen sambil melambaikan tangannya.


Sou kemudian kembali duduk dengan lesu kepalanya sangat pusing,bayang-bayang kematian Ayahnya anat sangat membuatnya takut


"sial ini karena kebodohanku akibat kembali kemasa lalu tanpa tahu apa penyebab kematian Ayah"


Sou kemudian pergi dengan cepat keatas Gedung yang sangat tinggi,ia memandangi pemandangan Kota Avalon yang ramai


"Apakah...aku harus kembali".Sou kemudian langsung pergi ke masa depan akan tetapi sesuatu nampak tak berubah


Sou tak dapat kembali ke masa depan,"apa...?apa yang terjadi?!,a...aku tak dapat pergi kemasa depan?"


________________________________________________


Ingat ketika Sou dalam Mode XY nya?,seluruh kekuatan itu bukanlah milik Sou,melainkan pecahan kekuatan dan Hukum X serta Y


jadi ketika X dan Y sendiri telah musnah dan lenyap maka kekuatan dalam diri Sou juga lenyap,karena Waste memusnahkan setiap hal yang berhubungan dengan X dan Y


tak terkecuali Sou yang memiliki pecahan kekuatan X dan Y,X dan Y telah berhasil mengelabui Sou


dan hanya 1 rencana lagi X dan Y akan menjadi Makhluk Tertinggi dan tak dapat diakses maupun dijangkau ia pun akan memiliki kesadaran,dan mampu mengubah jalan cerita


yang ditentukan dengan mudah


X Y juga dapat memiliki kekuatan Sou yang Absolute dan tak terbatas,dan pada akhirnya X dan Y akan dapat menyentuh Heart Of Story yang merupakan inti Cerita dari setiap Verse tanpa harus musnah karena menyentuhnya


akan tetapi rencananya pun hancur karena kehadiran Waste dan kini ia telah musnah dan tak akan pernah menjadi suatu keberadaan lagi


^^^Bersambung....^^^