I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
Chapter 61



Sou dengan percaya diri memasuki Istana Presiden,tapi baru sampai di depan pintu masuk ia sudah diusir


"Hey !,berhenti kau pikir ini dimana?."ucap seorang tentara yang bertugas menjaga istana presiden


tentara itu kemudian menghampiri Sou,kemudian tentara itu merogoh kantongnya dan memberi Sou uang


"ambillah ini untuk kau kedokter dan membeli baju baru,seperti yang kau lihat ini adalah Istana Presiden ,apalagi kau bukan orang berkepentingan


dan untuk Keluargamu yang terkena dampak peperangan ini aku berdoa semoga mereka tenang disana,dan kau lanjutkan hidupmu demi keluargamu"


kemudian tentara itu pergi,tentara itu berfikir kalau Sou adalah salah satu Korban peperangan dan ingin meminta bantuan


Sou menerima uang itu kemudian ia melihat baju celana serta sepatu yang sedang ia kenakan,Sou tak menyadari kalau pakaiannya telah sobek dan compang camping


akibat pertarungannya dengan Vagreze


"Ehhh...selama ini aku tak sadar kalau pakaian ku seperti gembel...Sial!,bagaimana mungkin aku tak menyadarinya!!"


kemudian Sou mengingat tentang salah seorang pegawai Cafe yang melayani dirinya


Sou merogoh kantongnya 5 lembar uang senilai 20 Coin hilang semua karena kantongnya sobek


"Arghh...!!!"


Sou lalu pergi darisana ia berfikir dengan kepala dingin dan akhirnya menemukan keganjilan yang terus ada didalam fikirannya


Sou menyadari kalau point dari kematian Ayahnya dimasa lalu yang berubah ini telah berubah dan ia tak mengetahuinya


Sou kemudian berfikir makin dalam lagi apakah tujuannya akan tercapai jika ia jadi tentara?


apakah tujuan Sou akan tercapai meski ia telah menjadi pengawal presiden?


dimana sebenarnya letak Point kematian Ayahnya dimasa lalu yang berubah saat ini?


________________________________________________


"Tanyakan saja..."


X kemudian bertanya,"apakah sebenarnya Sou itu sangatlah bodoh,dengan bodohnya ia langsung pergi ke Masa lalu tanpa persiapan


bahkan Point dimana Ayahnya mati ia sendiri tak tahu,mengapa dirinya sangatlah bodoh?"


Aku kemudian berkata pada X "Sou bodoh? kau pasti bercanda,kejeniusannya tak perlu dipertanyakan nyatanya saat dimana ia membalaskan dendam terhadap para Hunter


ia menyusup kedalam sistemnya dengan mulus,bahkan memperalat Lurre agar bisa lebih dekat dengan Wenny...akan tetapi...


yang membuatnya gagal dalam membunuh Wenny adalah karena ia gegabah,ia berfikir kalau Wenny adalah lawan yang mudah


karena Sou adalah penguasa Forest of Death,tak perlu ragu ia mengobrak abrik Guild Misi para Hunter dimana para Hunter berkumpul untuk menerima misi


kemudian langsung bergerak menghabisi 1 Guild besar yang menjaga Forest Of Death dengan bantuan Monster-Monster dan akhirnya hanya menyisakan Guild Red Rose"


kemudian X bertanya lagi "kalau begitu mengapa Sou tak menghabisi Wenny ketika Guild-Guild Hunter telah banyak yang musnah?"


Aku menggelengkan kepalaku,"ada kalanya Sou itu bertingkah naif dan gegabah,tapi ada kalanya ia menjadi sosok yang mengerikan


Sou memanfaatkan Lurre tapi tak sadar kalau ia memiliki rasa nyaman pada Lurre dengan sendirinya


perasaanya tak bisa dibohongi,dalam 1 detik ketika telah menghabisi hampir seluruh Hunter Sou berfikir apa yang akan terjadi jika ia membunuh Wenny?


apakah Ayahnya kembali?,Apakah Ibunya kembali,Sou berfikir jika ia menghabisi Wenny maka Lurre akan kehilangan keluarganya juga


dan akhirnya siklus dendam tak akan pernah berakhir...mungkin ini adalah Ironi untuk Sou


Point kematian Ayah Sou entah dimasa lalu yang berubah ataupun tak dirubah penyebabnya tetaplah sama


dan dimasa Lalu yang berubah ini point kematian Razen ketika melindungi Putranya ketika pasukan Negara Elklovern menggempur Velhein habis-habisan"


^^^Bersambung....^^^