
Yuqe dan Erza datang untuk menyerang targetnya yaitu daerah Kota Avalon yang telah dikuasai bersama dengan Tentara yang siap menyergap baik udara maupun darat
akan tetapi betapa terkejutnya mereka ketika sampai di lokasi dan melihat hanya ada tumpukan mayat pasukan Velhein yang tanpa kepala
"Yatuhann...."
"tetap Waspada !! kutakutkan ini adalah jebakan" teriak Erza agar setiap pasukan tetap waspada
kemudian mereka langsung menginvestigasinya "mereka benaran sudah mati Kapten.." ucap Tentara itu setelah mengecek nadi salah satu Tentara Velhein
"apa?!" ucap Erza kebingungan
kemudian ada Tentara yang memanggil Erza "Kapten Erza disini kami menemukan banyak sandra yang masih hidup"
Yuqe dan Erza dengan cepat berlari kearah sana dan menemukan banyak sandra yang sangat kurus karena kelaparan
Yuqe langsung berteriak "Ambilkan Dus Makanan yang ada di tenda sana !!"
"Siap !!"
kemudian Yuqe memeluk para sandra ia pun meminta maaf karena telah terlambat menyelamatkan para sandra
"maafkan aku... aku sangat minta maaf..." kemudian Yuqe memberikan para sandra itu makanan
kemudian salah satu tentara menggendong keluar seorang perempuan "Kapten Erza ada wanita yang sekarat disini !"
Erza pun menghampirinya dan begitu melihat keadaan wanita itu ia langsung memanggil tim medis "MEDIS DIMANA ?! CEPAT KEMARI !!" teriak Erza
akan tetapi tim medis masihlah jauh dan kemungkinan mereka akan sampai 5 menit lagi
"SIAL !!"
dengan peralatan medis seadanya para tentara itu mengobati wanita itu "saya akan usahakan untuk melakukan pertolongan pertama..." ucap tentara yang sedang melakukan pertolongan pada Wanita itu
kemudian Tim medis datang dan langsung mengambil alih menyembuhkan
"keadaannya sangat menyedihkan dia sangat lemas, infus !! lalu bawa masuk ke Ambulan !!"
Wanita itu perlahan membuka matanya ia melihat para Tim Medis yang bersusah payah untuk mengobati dirinya sambil berteriak teriak karena mengkhawatirkan keselamatannya
dengan wajahnya yang sayu ia tersenyum kemudian tak lama denyut serta nafasnya telah berhenti
"Nadinya berhenti...."
"ambilkan alat pacu jantung !!"
akan tetapi nadinya tetap tak berdetak dan nafasnya tak kunjung kembali dan pada akhirnya ia dinyatakan meninggal
kemudian tim medis juga menyatakan hal yang sama wanita ini tak dapat diselamatkan
kemudian seorang pasukan datang kearah Erza dan memberitahukan sesuatu "Kapten Erza menurut kesaksian para sandra Wanita ini adalah sandra yang diperkosa secara bergilir selama 3 Ha..har..3 hari... tanpa istirahat"
mendengar hal tersebut hampir seluruh Pasukan yang ada disana dan termasuk Erza mata mereka terbelalak saking kagetnya mendengar kebejatan yang terjadi
Erza yang geram kemudian berkata "Bejat...mereka semua Iblis !! dengar para pasukan DENGAR KAN AKU !!
APAKAH KALIAN DENGAR TENTANG ISU AKAN MENYERAHNYA NEGARA KITA PADA MUSUH?
SETELAH KEKEJIAN YANG KALIAN LIHAT DENGAN MATA KEPALA KALIAN SAAT INI !!
APAKAH KALIAN MAU MENYERAH? APAKAH KALIAN INGIN ISTRI,SAUDARI,BAHKAN IBU DAN ANAK PEREMPUAN KALIAN MENGALAMI KEKEJIAN YANG DILAKUKAN VELHEIN ?!!
INGAT MULAI SAAT INI GEMPURAN BESAR-BESARAN TERHADAP EKLOVERN AKAN DIMULAI"
kemudian para Tentara Velhein berteriak dengan semangat yang membara "TIDAK !!"
"bagaimana dengan identitas wanita itu?" tanya Erza
"dia adalah Putri dari seorang konglomerat dikota Avalon wanita ini bernama Teressa"
"astaga...."
kemudian untuk terakhir kalinya Erza menghampiri mayat wanita itu yang telah dimasukkan kedalam tas khusus mayat
matanya melihat kearah baju yang habis dikenakan wanita itu "Baju ini nampaknya baru dibeli...dan bukan merek terkenal,apakah orang yang membantai pasukan Eklovern adalah orang yang menyelamatkan wanita ini?
tapi mengapa ia tak langsung membawanya ke rumah sakit atau paling tidak menyembuhkan luka-lukanya?"
akan tetapi Erza tak terlalu memikirkannya
kemudian Erza mengkomandokan untuk membawa para sandra kedalam Mobil yang cukup besar untuk membawa mereka ke zona aman dan segera mengungsi
sementara Sou yang daritadi mengawasi dati kejauhan kini pergi dan langsung mengarah ke target selanjutnya
________________________________________________
sementara itu Wenny dan Diana masih membicarakan tentang wilayah-wilayah yang menjadi tempat mengungsi
aku tak mau jika uang untuk para pengungsi sampai dikorupsi oleh beberapa orang pemerintahan"
Wenny pun setuju dan berterimakasih pada Diana akan tetapi tiba-tiba Handphonenya berdering
dan yang meneleponnya adalah Erza "*Halo kak... apakah kau bisa pulang? ada hal yang tak masuk akal baru saja terjadi
Utara Avalon berhasil diambil alih... akan tetapi ada yang aneh,seluruh pasukan Eklovern yang
ada disana sudah mati duluan dan lebih mengerikannya lagi mereka mati tanpa kepala*"
"Tunggu sebentar lagi aku akan pulang kerumah.... tunggulah"
kemudian telfon ditutup
"Nyonya Diana nampaknya Dananya harus ditambah karena ada pengungsi dari Utara Avalon kini datang" ucap Wenny
"bukan masalah besar... akan tetapi bukankah Utara Avalon sedang dikuasai? bagaimana para pengungsi itu selamat?"
"tadi ada telfon dari adikku bahwa Avalon Utara sudah berhasil diambil alih,tetapi begitu mereka datang yang ada hanyalah pasukan Eklovern yang sudah mati tanpa kepala"
mata Diana terbelalak karena kaget "oh astaga...siapa yang melakukan hal itu ?"
"entahlah...akan tetapi aku yakin pelakunya adalah orang yang bersama Suamimu tadi,tapi ia sedang keluar?? ya..."
Diana mengerutkan keningnya kemudian tertawa "hihi...mana mungkin anak laki-laki itu yang mengalahkan pasukan Eklovern bahkan sampai 7 Squadron seperti itu"
"hihi iya juga ya..." ucap Wenny malu
Diana kemudian memperhatikan Wenny yang sedang malu-malu itu "hmmm...kamu daritadi seperti memperhatikan Pria yang bersama Suamiku
apa jangan-jangan kamu suka ya... ayo ngaku
ayo ngaku hihihi"
wajah Wenny jadi memerah dan mulai salah tingkah "eng...enggak...enggak kok !!"
ketika Wenny ingin pamit tiba-tiba Razen datang ,Wenny pun bertanya "loh...pria yang sana om tadi kemana?"
"oh !,Dia sudah pulang kerumahnya dari satu jam yang lalu ketika aku pergi dari Cafe depan aku mampir sebentar kerumah temanku dan minum sedikit"
mendengar itu Wenny dan Diana jadi terkejut
"tidak diragukan lagi...memang dialah yang mengobrak abrik 7 Squadron pasukan Eklovern"
Diana pun bertanya dengan serius "darimana kau bisa tahu? kau daritadi disini dan tak berada di tempat kejadian"
"Fuh ini cerita yang cukup panjang... insiden 3 Tahun lalu ketika sebuah dimensi aneh muncul ditengah kota Avalon
dari dalam dimensi itu keluar seorang Iblis yang mengerikan dan disaat itulah laki-laki itu muncul dan maju bertarung dengan Iblis itu
aku yang saat itu hanyalah murid SMA tak sengaja melihat pertarungan itu mataku bahkan tak dapat mengikuti
arah pertarungan itu tapi satu hal yang pasti kerusakannya benar-benar nyata dan bahkan sampai menyebabkan Gempa sebesar 10,7 Skala Richter
dan katana yang kubawa saat ini adalah miliknya yang patah makannya Katana ini tak pernah bisa dilepas dari sarungnya"
kemudian Wenny langsung pergi,dan cepat-cepat pergi ke Markas untuk menerima laporan dari Erza
Razen langsung terduduk lemas "astaga...."
"siapa dia? apa yang orang itu inginkan...JAWAB!"
"sssh...kau tak perlu tahu,lagipula-"
"JAWAB PERTANYAANKU! AKU TAK BERCANDA KAU TAU" desak Diana sembari menarik kerah Razen
Razen hanya membuang mukanya "bukankah yang penting orang itu berada dipihak kita?
sudahlah kau tak perlu ,mencari informasi tentangnya lagipula kau seharusnya bisa menghentikannya"
"apa maksudmu seharusnya aku bisa menghentikannya ?!"
Razen kemudian menepis tangan Diana "tidurlah ini sudah larut malam,besokkan hari libur kuharap kau bisa mengajak Sou untuk liburan"
Diana mengernyitkan dahinya "kamu tak ikut?"
"Tidak...aku akan ikut dalam Squadron pasukan Velhein,sudah sangat lama aku tak menggunakan kekuatanku
kuharap begitu menghadapi pertarungan aku tak tumpul,ah...kamu tak perlu khawatirkan aku kemungkinan Pria itu juga ikut menyerang Eklovern
aku pasti pulang dengan selamat..."
^^^Bersambung....^^^