I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
[Season 2] Chapter 8



"1...2...3 Segel"


para Hunter kembali datang kali ini dengan persiapan yang matang kali ini para Hunter berhasil menyegel Gate dan mengevakuasi para penduduk serta mayat para korban yang tewas karena di serang oleh Monster yang keluar dari Gate dan kabar ini tersiar di berbagai Media.


"Jensen! kemari lihat ini!"


"ada apa"


"lihat ini mayat Bos Monster siapa kira kira orang yang membunuhnya kata para saksi monster ini sudah keluar sebelum para hunter datang"


"hm...tapi memang sih dari tadi aku bahkan tak melihat Monster ini seharusnya kan terjadi pertarungan yang cukup mencolok jika memang Monster ini bertarung dengan kita"


_______________________________________________


"ah...akhirnya sampai juga di rumah tapi gerbangnya tinggi banget...yaampun...astaga! kuncinya masih ketinggalan di mobil!...sialnya mobilnya malah sudah hancur"


"haha...anak tolol"


"bacot..kau gak membantu sama sekali"


"bocah sialan tak tau diuntung...kalau bukan karena kekuatan sihir ku kau sudah mampus dari tadi sial!"


pada akhirnya Sou memanjat pagar rumahnya


dan kembali menuruninya dan pergi masuk kedalam rumahnya,Sou langsung mencari perban dan mengobati lukanya karena darah yang keluar cukup banyak setelah dengan bodohnya Sou langsung mandi air dingin ketika air menyentuh kulit yang luka perih dari luka yang didapatnya sangat terasa.


"aaaa!....."


"hahahahaha...bocah tolol"


"aih... perih beud"


dan dengan segera Sou menggantinya dengan air hangat walau terasa sedikit nyeri akan tetapi air hangat lebih terasa nyaman,setelah selesai Sou langsung mengenakan baju tidur berlengan panjang agar lukanya tak diketahui oleh ibunya lalu Sou langsung pergi tidur ke kamarnya akan tetapi baru saja Sou ingin memejamkan mata telfonnya tiba tiba berdering.


"love...love.."


"halo..."


"halo Sou ini Mamah kamu bisa ke restoran di alamat ini gak?"


"hah...ini jam berapa sih mah...astaga ini jam 1 malam Mamah belum pulang kerumah juga!?"


"sudahlah...tadi mamah ada meeting penting dan saat ini baru bisa ketemu sama temen baik mamah...kamu kesini ya...sekalian ambil kalung Ruby merah bentuk hati di kotak perhiasan mamah sampai nanti sayang....."


Sou mengenakan baju lengan panjang dan menggunakan Sweater agar lukanya tak dilihat Mamahnya ia juga tak lupa untuk mengambil kalung Ruby yang disuruh oleh Ibunya walau tak tahu untuk apa akan tetapi sialnya ia lupa kalau mobilnya sudah hancur.


"ha...bangsat aku lupa mobil ku sudah hancur"


Sou balik lagi ke dalam rumah dan mengambil kunci mobil Chetah limited milik Ibunya dan segera pergi ke tempat yang sudah di berikan oleh Ibunya lewat pesan.


ketika Sou sampai di tempat yang dituju waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 AM dan Sou dengan segera masuk dan mencari dimana Ibunya berada tapi ternyata tempat itu lebih ramai dari yang Sou duga restoran tersebut seperti sedang mengadakan pesta besar,walau agak kesulitan mencari keberadaan Ibunya tapi Sou sudah melihat Ibunya dimana dan segera menghampirinya.


"Mah...ini kalungnya aku langsung pulang ya"


"aduh nak jangan pergi dulu...duduk sana di samping Felischa..."


Sou hanya menurut saja dan berdoa agar ia masih bisa duduk dengan sadar karena Sou merasa tubuhnya lama kelamaan menjadi panas


"kalian berdua kenalan gih Mamah sama tante Gina mau ngobrol di sana saja ya biar kalian makin dekat...hihihi..."


lalu Sou dibisiki oleh Mamanya


"jangan lupa nanti kalungnya dikasihkan ya"


Sou dan Felischa dibiarkan duduk berduaan


Felischa merasa canggung tapi Sou tidak karena ia tak peduli dengan keberadaan Felischa disampingnya karena ia merasa begitu pusing Sou tanpa lama langsung memberikan kalung Ruby tersebut kepada Felischa


"ambil ini.."


"hah apa apaan ini?!"


walau memasang wajah datar akan tetapi muka Felischa memerah karena ketika Pria memberikan kalung kepada Wanita artinya ia melamar wanitanya untuk bertunangan,akan tetapi Sou langsung memberikan kalung tersebut dan langsung pergi karena kepalanya terasa sangat pusing tapi karena merasa kalau dia pulang sekarang malah akan makin bahaya ia balik lagi ke meja Felischa berada dan mengajaknya untuk pergi bersamanya.


Felischa menolak ajakan Sou karena kenalan saja belum masa Sou langsung mengajaknya ke Hotel,begitulah pikir Felischa ketika Sou mengajaknya pergi akan tetapi Sou tetap menarik tangan Felischa karena Sou mengerahkan tenaga yang cukup kuat untuk menarik tangan Felischa luka nya kembali terbuka dan kepala Sou makin pusing.


Sou merasakan bahwa lukanya kembali terbuka dan darahnya mulai merembes ke bajunya,Sou langsung melepaskan tangan Felischa dan pergi ke Mobilnya sendirian,Nyonya Razen yang melihat Sou berjalan sangat cepat melewatinya merasa heran apalagi Felischa ternyata di tinggal pergi olehnya lalu Nyonya Razen menghampiri Felischa dan bertanya apa yang terjadi dan Felischa menjelaskan bahwa Sou ingin mengajaknya ke Hotel tapi dirinya tak mau jadi mungkin Sou marah.


akan tetapi mobil Sou tak bergerak sama sekali dari tempat Parkir hal tersebut di Notice oleh Ibu Felischa,ia pun memberitahu bahwa Sou masih belum pergi dan ketika Mama Sou menghampiri mobil tersebut dan mengetok ngetok kacanya tak ada jawaban.


disini Nyonya Razen sangat panik dia memanggil petugas keamanan untuk membuka pintu Mobil dengan paksa


karena mobil tersebut sangat lah mahal petugas keamanan menjadi takut jika seandainya ada kerusakan dan secara tiba tiba pintu dari dalam terbuka....