I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
[B Realm] Chapter 3(27) : A Memorize



Nyonya Razen memanggil asisten pribadinya


"saya nyonya"


"apa saja jadwal ku besok?".


"semuanya sudah selesai nyonya"


"hm...aku akan cuti selama 3 hari untuk me time dengan anakku dulu...,oh iya tolong urus setiap media yang menyorot anakku agar tak terlalu mengusik dirinya"


"sesuai keinginan anda nyonya"kemudian asisten itu segera keluar ruangan dan nyonya Razen bersiap untuk pulang"


sementara itu Sou sedang menonton televisi di ruang tamu nya ia membeli rokok alkohol dan ia membeli laptop dan banyak handphone.


Sou membeli itu semua bukan karena butuh


ia membeli Handphone serta laptop karena hanya ingin saja.


dan rokok serta alkohol yang ia beli karena bentuk penentangannya terhadap Ibunya,kedua orang tua Sou adalah pribadi yang sangat berwibawa.


mereka sangatlah berhati hati terhadap kelakuan serta penampilannya dan kedua orang tua Sou adalah orang yang sangatlah anti dengan rokok dan Wine.


Rumah Sou kini sangat berantakan rumah yang terdiri dari 3 lantai itu hanya diisi oleh Sou dan Ibunya.


tak ada pembantu sama sekali karena Sou lebih suka membersihkan sendiri apalagi Ibunya pun kadang jarang pulang ke Rumah.


Sou yang kini bosan dengan televisi langsung bermain Game di Handphone barunya,Sou membeli 5 Handphone dan kelimanya merupakan Handphone khusus Gaming.


Total uang yang Sou habiskan sekitaran 350 Juta Coin,bukan hal yang mahal bagi Sou yang sangatlah kaya raya.


tepat jam 19.00 malam nyonya Razen sampai di rumah dan betapa terkejutnya ia melihat keadaan anaknya yang serta ruang tamu yang sungguh berantakan.


"SOU !! apa-apaan ini kenapa sangat berantakan cepat rapihkan dan kita akan bicara"


nyonya Razen sontak saja marah setelah melihat keadaan rumah yang berantakan


Sou tak menghiraukan kata kata mamanya ia terus saja bermain Game ."SOU !! apa apaan ini mengapa ada rokok dan Wine?!,cepat buang !!".


"tck...berisik sana pergi !! jangan ganggu aku".jawaban tersebut membuat Nyonya Razen yang dimana ia adalah seorang orang tua menjadi murka.


ia menampar wajah Sou dan membanting Handphonenya."KAMU KURANG NGAJAR YA SEKARANG SAMA MAMA"


"INI ALASAN MENGAPA MAMA GAK SUKA KAMU MEGANG KEKUATAN SIHIR"


"BELAGU KAMU SEKARANG HAH !! KURANGAJAR SAMA MAMA?MERASA KUAT KAMU SOU?".


"BERISIK !! memang MAMA tau apa?! urus aja sana pekerjaan mama ,urus sana clien mama, urus sana perusahaan mama yang sebesar Raksasa itu".kemudian Sou mulai


menangis."untuk apa Mama pedulikan Sou?mama tau apaaa?"


tangan nyonya Razen sudah diangkat dan siap kembali menampar Sou."SOU !!".


benar saja nyonya Razen menampar Sou dengan Hak Tuhan waktunya dan rasa sakitnya sampai membuat Sou tertunduk kelantai.


"BAGAIMANA MAMA BISA TAU !! KAMU GAK PERNAH CERITA KE MAMA,KAMU MENJADI TERTUTUP SOU KETIKA KITA PINDAH KELUAR NEGERI...mama mau tahu kamu tumbuh bagaimana??"


Sou menyeka darah yang keluar dari bibirnya dan meluapkan segala isi hatinya.


"bukan mama yang tidak tahu tapi memang mama gak pernah mau tau,pernahkah mama memikirkan perasaan Sou?".


"lupa akan semua teman teman Sou yang ada di sini lupa akan kenangan Sou yang pernah menjadi hunter!!".


"bahkan Sou sampai melupakan orang yang sangat berjasa bagi Sou yaitu Anthony orang yang rela mati demi keselamatan Sou dikala pemerintahan tak seimbang".


Sou terus menerus meluapkan seluruh isi hatinya hingga Nyonya Razen tak dapat berkata


kata lagi.


"dan semua kenangan itu mama hapus dan mama ganti !!,Sou hanya mengingat tentang terakhir kalinya Mama mengambil kekuatan Sou selebihnya mama mengganti dengan


seenaknya".


"mama gak pernah tahu rasa sakitnya !!,Sou sudah mencoba untuk tak menambah beban Mama yang single parent,Sou mencoba untuk meminta yang tidak tidak...seperti liburan karena Sou tahu mama sibuk dengan perusahaan mama".


"apa mama pernah bertanya tentang kehidupan Sou yang keras selama 8 Tahun lebih?,apa mama pernah bertanya?"


"insiden gerbang Neraka yang sampai saat ini tak terlupakan dan pembantaian Guild Purple Anger serta kematian ke 2 Guild Master itu semua merupakan dosa Sou yang besar...".


"lalu kenapa MAMA MALAH MENGHAPUS MEMORI SOU TENTANG ITU SEMUA?!mengapa mama malah membuat Sou lari dari seluruh DOSA TERSEBUT?!".


"bukankah Mama yang membuat Sou menjadi seorang pengecut?tapi mengapa mama menjadi marah ketika Sou benar benar bertingkah seperti seorang pengecut"


"dan mengapa mama malah merasa sok tahu padahal mama tak pernah tahu menahu tentang Sou...dan secara tiba tiba meminta Sou untuk bertunangan dengan anak rekan kerja mama".


nyonya Razen tak bisa berkata kata ia langsung memeluk Sou dan hanya bisa meminta maaf kepada Sou.


"maafkan mama nak...mama sudah menjadi orang tua yang buruk bagimu...padahal mama pernah bersumpah jika mama memiliki seorang anak maka mama akan mendidik nya dengan baik".


"maafkan mama...mama hanya ingin Sou tak memiliki seorangpun musuh,yakinlah nak bahwa mama tak mau jika kamu menghilang lagi...dan juga jika kamu tak suka bertunangan dengan Felisha perunangan itu bisa dibatalkan"


Sou kesal juga karena dirinya tak bisa berbuat apapun ia juga sedikit menyesal karena membentak Orang tua satu satunya yang ia miliki padahal dirinya juga tak pernah membanggakan mamanya sekalipun.


"mama pergilah ke kamar dan segeralah beristirahat...aku mau merapikan tempat ini dahulu baru setelah itu juga istirahat,dan juga maafkan aku"


nyonya Razen menyeka air matanya dan tersenyum kemudian lergi ke lantai 2 kamarnya berada.


sementara itu Sou membuang Wine serta rokok yang ada dan juga membersihkan ruang tamunya.


kemudian ia terduduk di sofa dan menatap langit langit rumahnya "aku akan balaskan dendam ku".