
Dungeon... itu adalah hal yang tidak asing dibenak manusia.
tempat yang menakutkan dan selalu berkaitan dengan Monster mengerikan yang berada di dalam tempat tersebut.
mari kita tarik kembali garis masa lalu, bagaimana Dungeon bisa kembali muncul meski Sou sudah mengubah masa lalu.
17 Tahun yang lalu, setelah Velhein dan Eklovern selesai berperang. negara lain yaitu Negara Jucana meluncurkan sebuah rudal biologi untuk menyerang Eklovern yang telah dikuasai oleh Velhein.
rudal tersebut tak memakan korban satupun akan tetapi dikarenakan kestabilan Alam Semesta sedang kacau saat itu, rudal itu malah meledak di dalam robekan Dimensi yang ada dilokasi rudal itu ditujukan.
entah apa yang terjadi ledakan itu seolah dimakan oleh Dimensi itu. dan menciptakan sebuah Dungeon.
yah itu hanyalah spekulasi yang dibuat oleh para ilmuwan yang berasal dari HCHU
dan juga bentuk Dungeon dimasa ini cukup jauh berbeda dengan Dungeon saat dulu.
bentuk Dungeon saat ini tidak berbentuk Gate melainkan sebuah gua akan tetapi didalamnya merupakan tempat Monster berada.
kemunculannya cukup acak, seperti di hutan,gunung, ataupun di rumah yang terbengkalai.
ketika Dungeon itu muncul ia akan membentuk sebuah gua dan ketika masuk kedalamnya maka akan muncul monster disana.
dan HCHU hanyalah sebuah badan penelitian untuk meneliti sebuah Dungeon ataupun Monster yang berada didalam sana.
_______________________________________________
sementara itu di suatu tempat
"Qyo... bagaimana persiapan penyerangannya?"
tanya orang tersebut kepada pelayannya yang bernama Qyo.
Qyo membungkukkan tubuhnya seraya berkata
"tentu telah siap tuanku... 13 Hantu telah siap membunuh mereka."
orang itu mengangguk puas "kirimkan Reymond Hantu ke 3 untuk menghabisi para Hunter dan orang-orang HCHU yang akan melakukan penyerangan kedalam Dungeon."
____________________________________________
dilain tempat saat ini. Sou sedang menjelajahi Dimensi ke Dimensi Sou melakukannya melalui Dungeon.
Sou tidak diperbolehkan berurusan dengan Dungeon akan tetapi ia tetap diajarkan kekuatan sihir dan bertarung.
lalu, bagaimana Sou bisa masuk kedalam Dungeon?
jika umur Sou saat ini 23 Tahun maka ini adalah cerita 18 Tahun yang lalu, dimana setelah Sou memberikan kekuatannya pada Felisha disaat itu Sou berhasil masuk kedalam dirinya yang masih berusia 4 Tahun.
dan untuk menyembunyikan ingatan dan juga dirinya yang dari masa depan Sou menjalani kehidupan dengan normal seperti pura-pura terkejut ketika ayahnya mengajarkan kekuatan sihir, dan berpura-pura bodoh ketika latihan pedang.
sampai ketika diumurnya yang ke 17 Tahun sesuatu yang aneh terjadi, SMA dimana ia sekolah mengalami gempa dan tanahnya menjulang hingga merubahnya menjadi sebuah gua.
banyak anak-anak yang terjebak didalam sana,
para guru bertindak cekatan mereka langsung merapikan anak-anak muridnya untuk berkumpul dan menenangkan diri terlebih dahulu sebelum mulai mencari jalan keluar.
semua murid dan guru memang terkejut, apakah ini adalah perbuatan Negara lain yang menyerang Velhein? itulah dugaan mereka semua.
akan tetapi yang paling terbelalak adalah Sou
ia telah mengetahui apa yang terjadi disini, ia sudah menduga kalau ini adalah Dungeon.
"apakah ini kekuatan dari Felisha?! jangan-jangan ia berkeinginan agar Hunter muncul lagi !" batin Sou gelisah.
menurutnya Felisha telah bermain-main dengan kekuatan pencipta jika ia sampai salah bertindak maka kehancuran pasti akan terjadi.
jangankan 1 Book Of Creator yang hancur, bahkan Absolute World juga bisa mengalami kehancuran jika kekuatan tersebut sampai diluar kendali.
Sou melepas almamater sekolahnya kemudian mulai menjelajahi Dungeon itu, dan benar saja segerombolan monster yang buas sedang menuju kearah teman-temannya berkumpul.
"Hah... yang benar saja" (Sou)
dengan cepat Sou membentuk sebuah mana sword dari mana padat disekitarnya
"*bats"
dan dengan cepat ia melibas gerombolan monster serigala itu hingga mati semuanya.
"hmm... kawanan serigala, artinya ini sekelas Dungeon rendah saja, mungkin C Dungeon" gumam Sou.
Sou melanjutkan penjelajahan Dungeonnya akan tetapi secara tiba-tiba muncul sebuah ide dikepala Sou.
Sou melihat keatas langit-langit, "Hakai no Kaze." dengan tendangannya yang kencang Sou menyerang langit-langit bermaksud untuk membuat jalan keluar akan tetapi tak bisa.
"hoo... jadi begitu ya, ini sudah berada dalam Dimensi yang berbeda. struktur Dungeon nya sangat sulit kupahami. lebih baik aku kembali kedalam kelompok"
Sou segera kembali ke Kelompoknya dan begitu kembali disana sudah ada ketua kelasnya yang berteriak dengan lantang.
"DENGAR SEMUANYA!! INI ADALAH DUNGEON, SAMA HALNYA DENGAN YANG ADA DI DALAM FIKSI CERITA. KITA PUNYA KEKUATAN SIHIR JADI AYO KITA HADAPI BOS MONETERNYA BERSAMA-SAMA.
karena jalan keluar dari tempat ini hanya dengan membunuh Bos Monster yang ada di Dungeon ini" ujar sang Ketua kelas mencoba menyatukan kekuatan.
Sou nampak tak begitu peduli karena dia bisa kembali sendiri tanpa harus mengalahkan Bos Dungeon.
para Guru setuju dengan pendapat sang ketua kelas kemudian mereka mulai memecah kelompok untuk mencari keberadaan Bos Dungeon ini.
"Dengar!! jika kelompok kalian menemukan Bos Monsternya jangan hadapi sendirian. lapor terlebih dahulu dan kita akan melakukan pertarungan bersama-sama." ujar sang Ketua kelas.
"eh... padahal banyak ketua kelas dari kelas lainnya tapi yang paling berpengaruh itu Kuze ya... untuk seukuran manusia normal dia benar-benar bermental baja agar tidak gemetaran. yah bagaimanapun dia itu seorang otaku." batin Sou dalam hati.
dari 31 Murid hanya Sou yang tidak berkelompok, ketua kelas pun menghampirinya
"Sou.. mengapa kamu tidak berkelompok dengan teman-teman?" tanya sang Ketua Kelas.
Sou menarik nafas panjang, "kita semua bisa mati kalau menjelajah Dungeon ini, apalagi ingin mencari Ruangan Bosnya." ujar Sou malas.
"hm... Tenang! kita semua disini, lagipula kita semua adalah Murid dari sekolah Elite dan juga kekuatan sihir kita bukanlah kacangan." ucap Ketua Kelas itu mantap.
dengan kemantapan hati dan tidak plin-plan jelas Kuze itu merupakan Ketua Kelas terbaik, ia selalu bersikap tegas dan tegap. tidak heran kalau ia benar-benar seseorang yang memancarkan aura kuat.
"Sou... kami tahu kamu memang anti Sosial akan tetapi jangan sampai, sikapmu yang seperti itu malah akan mengakibatkan kemalangan pada dirimu sendiri" ujar sang Guru memberi nasihat.
"oh astaga... kalian benar-benar mau mampus disini?, lihat dengan mata kalian! mana disini sangatlah kasar.
untuk murid tingkat 3 mustahil bisa mengolah mana disini untuk bertarung. ini beresiko kecelakaan pada peredaran mana ditubuh."
seorang menghampiri Sou dan menarik kerahnya ia adalah Neta anak perempuan dari
Konglomerat yang ikut andil besar dalam mengangkat perekonomian Velhein paska perang.
"Lalu? kamu punya jalan keluar yang lebih bagus Sou sial?" ucap Neta geram.
ia selalu kesal dengan Sou yang sok keren, itu dikarenakan banyak teman perempuan Neta yang selalu ditolak oleh Sou dengan dingin.
"ada" ujar Sou.
Neta melepas cengkramannya, "buktikan itu."
"tidak bisa" (Sou)
dan saat itu juga tendangan kaki kanan Neta dengan cepat mengarah ke kepala Sou
"syung"
akan tetapi dengan cepat Sou menangkis tendang tersebut dengan tangannya.
"dagh"
"apa maksudmu Sou!!"
Sou melepaskan kaki Neta seraya berkata "tenanglah... ada caranya tapi kita musti bersabar" (Sou)
"berapa lama? " (Neta)
Sou tak menggubris nya dan berkata "hummm... warna putih polos ya, itu bagus jadi terlihat dengan jelas."
wajah Neta memerah lalu berteriak "DASAR LELAKI BAJINGAN!!"
^^^Bersambung....^^^