
Sou langsung menahan tendangan Faz dengan kakinya,"ada apa ini?,kau berniat menghabisinya?"
terpampang di wajah Fadel rasa ketakutan terhadap Faz,dan terpampang pula di wajah Faz ekspresi marah kepada Fadel.
sontak murid laki-laki lainnya juga bangun karena hal tersebut,"apa-apaan seorang pahlawan mau membunuh muridnya?".
Faz hanya diam dan mendengar setiap cacian murid laki-laki yang dimaksudkan untuk dirinya,tiba-tiba ia tersenyum,"ah...maafkan aku sepertinya aku kelepasan",Faz pun segera berpamitan dan pergi.
saat berjalan pergi Faz nampak melirik sedikit kearah Sou,Sou membalas dengan mengeryitkan dahinya.
___________________
kini Akademi sihir telah sepi karena murid-muridnya sudah pulang semua,hanya Sou saja yang masih di Akademi.
Sou pergi ke ruang kesehatan karena kakinya agak sakit setelah menahan tendangan Faz,"ah...,masasih aku jadi melemah?!,sial!! bagaimana ini?".
Sou kemudian keluar dari ruang kesehatan ketika sudah selesai kemudian ketika berjalan di Lorong ada seseorang yang menunggunya.
tak lain dan tak bukan itu adalah Faz,Sou tak memperdulikan Faz dan terus jalan saja sampai akhirnya pedang Faz hampir memenggal kepala Sou.
Sou dengan cepat menghindar,"uwah Gila !!"
Sou kemudian mengernyitkan dahinya,"apa maksudmu?".
Faz memasang kuda-kuda bersiap,"kau!!,merupakan makhluk Asing juga kan !,mengakulah !akan kubunuh kau tanpa rasa sakit."
"bagaimana jika aku menjawab bahwa dugaanmu itu salah?",Sou berkata dengan ambigu.
Faz terpancing amarahnya,"Artinya kau lebih memilih mati !!".
Faz langsung menerjang kearah Sou dengan cepat dan menebaskan pedangnya kearah Sou.
Sou menghindar dari setiap serangan Faz,kemudian Sou mengambil jarak,"hey...kau itu pahlawan kan karena membasmi para Makhluk asing 2 Tahun lalu?
kau ini bodoh ya? masa kau tak bisa membedakan mana makhluk asing sih?,lagipula pertarungan kita membuat Lorong ini hancur...
ikuti aku!"
Sou mengajak Faz ke Lapangan tempat para murid tadi berlatih tanding kemudian Sou melakukan sedikit gerakan peregangan
Faz kebingungan dengan apa yang dilakukan Sou kemudian ia pun bertanya,"apa yang kau lakukan?".
"oh!,ini namanya peregangan Fungsinya adalah...",Sou dengan cepat langsung mengarahkan tendangannya secara horizontal dengan target ke leher Faz.
"bajingan !! itulah balasan dariku ,Pahlawan brengsek !!".
untungnya Faz menepis serangan tersebut dengan pedangnya,"pedang tersebut tergores hanya karena angin dari tendangannya".batin Faz.
baru saja Faz membatin sebentar Sou langsung kembali menyerangnya lagi Sou kini melayangkan pukulannya kearah wajah Faz hingga Faz terpental dan tersungkur.
"ini membuatku yakin kalau kau memang adalah Makhluk Asing !!,artinya aku boleh menggunakan kekuatanku disini !!".
"Divine Phase 1,Holy Armor The Arthur !!".
Phase 1 adalah untuk memberikan Armor Suci tak kasat mata yang membuat Faz tahan dari segala serangan Fisik maupun kekuatan serangan sihir.l
ia pun memberitahu Ayahnya yaitu Raja bahwa ada serangan Makhluk asing,karena merasakan Hawa kekuatan dari Faz yang dilepaskan
Faz juga menyebarkan auranya bermaksud untuk memberitahu semua orang yang ada disekitarnya agar menyelamatkan diri
"Duar !!".
bentrokan antara mereka berdua membuat ledakan di sekitar sana terlihat bahwa bangunan Akademi sihir yang besar telah
separuh hancur.
"Kau sangat berbahaya dasar Makhluk Asing beritahu aku!! bagaimana kau bisa masuk ke Kota ini dengan penjagaan yang ketat !!".
Sou menyeka bibirnya yang mengeluarkan darah "dasar X sialan pantas saja aku kesulitan menghadapinya,rupanya kekuatan ku sebagai Pencipta telah dihapusnya
kini kekuatanku hanya sebatas diriku dulu yang pernah menjadi Hunter..."
Faz dengan wajah serius dia mengeluarkan kekuatan penuhnya "Phase 3 !! ,Sword Of Justice !!".
kini kekuatan Pahlawan sudah berada dalam bentuk terkuatnya dengan kekuatan Armor pedang serta Phase keduanya yang meningkatkan power dan juga melewati batas kemampuan pada setiap bagian tubuhnya
serta meningkatkan kekuatan Sihirnya berkali kali lipat
Sou kemudian menyerang Faz dengan sembrono
akibatnya ia kehilangan Mata kananya,"Crat !!".
"eh...".
kemudian Sou diserang secara sepihak oleh Faz kemudian dihempaskan kearah Akademi hingga membuat Akademi sihir Hancur.
Sou kemudian pingsan,tanpa membuang waktu Faz menghampiri Sou yang telah terbaring melemah ia pun mengangkat pedangnya berniat membunuh Sou
tapi secara tiba-tiba ketika Faz sudah menusukkan pedangnya kearah dada Sou ,Sou kini telah menghilang
mata Faz terbelalak,karena Sou secara tiba tiba ada dibelakangnya lebih tepatnya Sou sedang duduk diatas pohon di daerah lapangan tadi
"Mustahil !!,aku yakin ia telah yak sadarkan diri tadi?!"
Sou pun berkata "aduh...jangan terlalu panik seperti itu tau...biar kuberitahu kau, sebenarnya aku ini bukan Makhluk asing ok
jangan kau berpikir karena tendanganmu tadi siang berhasil kutahan kau langsung menganggap ku orang asing
ckckck...kau pikir hanya dirimu saja yang boleh kuat di Dunia ini?,oh iya...."
sambil memegang mata kanannya yang berdarah, Sou menunjuk keatas "nah lihat itu !!,Makhluk asing yang beneran datang deh".
Sou menunjuk ke sebuah Bola hitam raksasa yang ukurannya cukup besar mungkin sebesar sebuah motor
"nah kalau begitu kau ya yang bertarung dengan mereka,aku harus mengobati mataku dah...sampai jumpa".
"Tunggu" teriak Faz mencoba menahan Sou
tapi Sou sudah langsung pergi