
Ru baru saja terlahir ke dunia dan kini ia berada ditengah tengah Kota L Realm,Ru hanya celingak celinguk.
hingga akhirnya ia dihampiri oleh seorang petugas keamanan,petugas keamanan di Realm L kini kekuatannya sama seperti manusia pada umumnya.
kemampuan sihir manusia diseluruh Realm telah dirubah secara keseluruhan.
yang tadinya sihir manusia Realm A-C adalah 100 dan D-P 1000 kini menjadi A-C:700 D-P:1700.
kemampuan Authority milik Sou sangatlah di luar nalar bahkan jika Sou mau ia dapat memutar balikkan kemampuan sihir di setiap Realm A-C dapat lebih kuat dari Realm D-O.
perubahan ini bahkan tidak dirasakan oleh para pencipta lainnya,dan Sou pun membuat sebuah Dimensi pelindung untuk meng bypass kerusakan yang diakibatkan pertarungan Ru nantinya.
"selamat pagi... sepertinya anda terlihat kebingungan?,apa anda seorang turis asing?"
Ru diam saja dan dengan wajah datar pergi meninggalkan kedua Petugas Keamanan tersebut.
"he..hei nak..."
"kota ini mirip seperti di ingatanku bangunannya mirip akan tetapi...jalannya kok beda ya?",gumam Ru.
tiba-tiba ia melihat sesuatu yang menarik dirinya ada sebuah duel pertarungan antara penyihir.
awalnya Ru ingin pergi akan tetapi disana terlihat ada seseorang yang nampak Ru kenali
Layn enji.
Ru tak mengenalnya akan tetapi rasanya Ru ingin mengamuk dan menghancurkan orang tersebut.
Ru mengamati Layn ia menatap Layn dan tentu saja Layn menyadarinya,Layn membalas tatapan Ru dengan mengedipkan matanya.
rupanya Layn adalah seorang penyelenggara acara tersebut alasan ia membuat sebuah pertarungan tersebut tidak lain adalah untuk mengumpulkan kekuatan.
semangat juang dari para petarung dan juga semangat para penonton adalah sumber kekuatannya.
akan tetapi sumber utama dari kekuatan Layn adalah Realm L sendiri karena realm L adalah yang termakmur di seluruh Realm tak ada penghuninya yang dibiarkan bersedih jika ada yang bersedih pasti kesedihan tersebut akan sirna dengan cepat.
Pertarungan dari para penyihir hampir selesai dan pemenangnya adalah Shine seorang petarung sekaligus penyihir jenius.
orang ini adalah incaran dari Layn untuk dijadikan pelampiasan hasrat seksual satu malamnya.
Shine menerima uang dalam jumlah besar dan juga atribut sihir dan hal itu diberikan langsung oleh Layn yang dimana ia merupakan seorang pencipta.
Ru ditunjuk oleh Layn sebagai petarung sihir hal ini adalah suatu kebanggaan, karena penonton yang ditunjuk untuk bertarung merupakan bentuk pengakuan.
sangat berbanding terbalik dengan Realm lainnya karena hal ini bisa saja dijadikan sarana untuk menjatuhkan seseorang.
akan tetapi Ru hanya menguap kemudian pergi sembari mengupil.
hal ini memancing amarah banyak penonton lainnya dan tentu saja Shine serta Layn karena dianggap menghina.
Sou dikelilingi oleh para penonton dan Shine sementara Layn pergi untuk mengambil sesuatu.
"BERANINYA KAU MENGHINA PERTANDINGAN SUCI INI!!","BENAR KAU PANTAS MATI!!"
"KAU SUDAH MENGHINA PERTARUNGAN SUCI UNTUK MENYENANGKAN PARA DEWI!!","BAJINGAN INI PANTAS MATI".
"SHINE !! BUNUH DIA !! ,"BUNUH!! ".
keributan yang dibuat para penonton pertarungan memancing perhatian orang orang
hal ini menjadi makin rumit.
orang orang yang bukan penonton juga ikut marah "beraninya dia tak menghormati pertarungan kau tidak diajari orang tua mu ya?!"
Shine menghampiri Ru kemudian mencoba untuk membuat Ru tunduk dengan kekuatannya.
"Sring..."Mata milik Shine yang mengintimidasi aktif jika lawanya melihat mata ini maka mereka akan gemetaran hanya karena hal ini.
akan tetapi ini adalah Ru,Ru mengorek ngorek kupingnya,kemudian menghela nafas "berisik sekali sih...".
dengan cepat Shine mencengkram wajah Ru,"grep..." kemudian mencoba untuk menghantamnya ke Jalanan.
akan tetapi secara tiba tiba Shine merasa kesakitan di area pinggul nya "eh...apa yang terjadi...".
tepat saat itu Shine terbaring tak sadarkan diri
seluruh orang yang melihat hal itu sangat terkejut, memang kekuatan Shine tidak masuk peringkat Dunia tapi sihirnya mungkin setara dengan penyihir tingkat Negara.
dan kini Shine sedang terbaring tak sadarkan diri dan tak berdaya,"ahh...cukup lama juga ingatan ini bangkit".ucap Ru dengan mata yang mengeluarkan aura merah serta senyuman mengerikannya.