I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
Chapter 72



Razen sudah kehabisan banyak tenaga tapi ia masih tetap berusaha berdiri meski ia sudah mengalahkan Yuro ia tetap tak bisa duduk tenang karena ada Nuklir yang sedang menuju kearah Avalon


"sial !! bergeraklah kaki !!" erang Razen "kalau seperti ini...Diana dan Sou tak akan bisa keluar dari Bunker,persediaan makanan pastinya tak akan sampai 100 Tahun !!!"


Pagi itu tepat jam 06.25,saat itu juga 15 Misikie berbulu ledak nuklir turun diatas langit Avalon


",mengetahui hal itu Razen hanya bisa pasrah saja tanpa melakukan apapun


Razen dapat mengetahui keadaan di Avalon karena ia memasang penyadap suara di halaman depan rumahnya dan begitu mendengar lalu lalang di atas langit Avalon maka semuanya sudah berakhir "SIAL !!!"


_______________________________________________


"hey lihat Lyody !! bola kecil apa diatasmu itu?"


Lyody menengok keatas kemudian berjalan lagi "abaikan saja batu itu mungkin lagi lari"


"begitukah?" tanya Sou memastikan


kemudian mereka melanjutkan jalan mereka berdua ,Lyody memanggil sabitnya dan dengan satu tangan menggaet 15 misil Nuklir tersebut


tanpa harus meledak


15 misil itu hilang begitu menyentuh Sabit Lyody,"bukannya tak penting?" tanya Sou pada Lyody


"itu mengganggu pemandangan nantinya" balas Lyody singkat


"begitu ya"


________________________________________________


Razen terkejut karena tak mendengar ledakan sama sekali "eh...apa yang terjadi mengapa? tidak...a..apa yang terjadi disana?


apakah Sou dari masa depan masih berada disini?! apakah dia yang menghilangkan misil Nuklir itu"


Razen pun bisa bernafas lega "syukurlah..." meski begitu 4 pasukan Elite Eklovern sudah mengelilingi dirinya


"dimana Presiden Yuro? Jawab !!" bentaknya


Razen diam saja tanpa menjawab pertanyaan itu,Razen pun diangkat kemudian dihajar,Razen dipukuli layaknya anak SMA yang dibully


"bukk!! ,buk !! ,buk!!!" wajah Razen dihajar,perutnya dipukuli ia pun ditendangi dan dicekik "JAWAB DIMANA AYAH KAMI BERADA SIALAN !!"


Razen menyeringai "hoekh..cuih" ludah Razen ke wajah orang yang sedang mencekik dirinya


"sampah...kalau kau bertarung dengan anakku pasti kalian semua akan mampus,sama seperti Ayah Tolol kalian yang aku bunuh"


wajah orang itu menjadi merah padam "oh...rupanya kau masih punya tenaga untuk membalas kata-kata ku ya,mampus kau" mereka pun menghajar Razen hingga sekarat


kemudian meninggalkannya tergeletak begitu saja


"kalian semua pergilah ke Velhein,disana ada masalah karena diketahui Misile yang mengebom kota Avalon hilang tanpa jejak


aku akan memberitahukan hal ini pada Zigerd,kupikir kita harus meminta tolong padanya"


"hah?! kau yakin mau minta tolong padanya?!


dia itu manusia berhati dingin,ia tak mau direpotkan dan karena kabur-kaburan Negara mengejarnya


akan tetapi karena dia adalah Elit ke 1 bahkan 200 Batalion pasukan kita tak dapat menangkapnya kembali"


"tenang saja...sekarang kuperintahkan kalian


Yuzaki,Ray,Zaku cepat pergi ke Velhein,aku merasakan ada hawa buruk


Hawk dan Darwin juga belum kembali dari sana kurasa ada sesuatu yang membuat mereka terlambat" ujar Stanley


dan ketiga orang itu mengangguk paham dan langsung pergi ke Velhein untuk membantu teman mereka yaitu Hawk dan Darwin


________________________________________________


tapi Wenny hanya melihat mayat para pembantu dan juga mayat pasukan Eklovern yang bergeletakan bersimbah darah


Wenny shock dan mulai cepat-cepat masuk dan mencari adiknya ia sangat panik semuanya ia obrak abrik


bawah kolong meja,kolong tempat tidur,kamar Mandi dan setiap ruangan ia mencari Lurre dengan ekspresinya yang begitu pucat pasi


Wenny duduk bersender dan pasrah karena kehilangan satu-satunya keluarga yang tersisa baginya ia pun mulai meneteskan air mata "hiks...hiks...Papa,Mama maafkan aku tak bisa menjaga Lure huhuhu...."


Lyody pun datang kini ia dan Sou telah berada didepan kediaman Patricia "uwah...tempat ini juga hancur ya?" ujar Sou sambil melihat-lihat


"Ayo masuk" ajak Lyody kemudian mereka berdua masuk kedalam Rumah itu,dan sama seperti Wenny sebelumnya


Lyody dan Sou melihat banyak tumpukan mayat dalam Rumah itu "nampaknya Eklovern sudah memasuki Avalon sejak kemarin" gumam Sou


dan secara tiba-tiba Sou merasakan sesuatu


"!! aura membunuh!!"


Sou langsung menghindari serangan itu,rupanya itu adalah Wenny "oh astaga hampir saja"


"Penyusup !! mau apa kalian? apa kalian tak puas sudah membuat Velhein Hancur !!?!" bentak Lyody yang sangat marah


Lyody lalu berkata "tenanglah...kita bertiga adalah orang Velhein yang tersisa,jika kita saling bunuh maka ini akan makin rumit"


Wenny mulai tenang mendengar hal tersebut kemudian Lyody kembali bertanya "aku akan bertanya padamu,apa benar hanya dirimu saja yang tersisa dalam keluarga Patricia ini?"


Wenny menggelengkan kepalanya dan menjawab kalau dirinya tak tahu "aku tak tahu,tapi kupikir adikku setidaknya masih hidup" ujar Wenny dengan nada lirih


Sou melihat-lihat keadaan ruangan rumah tersebut dengan seksama "?" ia menemukan sesuatu


"jejak kaki anak kecil?" batin Sou


Sou pun menghampiri Wenny "berapa umur adikmu saat ini?"


Wenny bingung mengapa Sou bertanya tentang itu tapi ia tetap menjawabnya "adikku berumur 6 Tahun"


Sou kemudian mengajak mereka berdua ke ruangan tempat ia menemukan jejak tadi


"lihat ini.jejak kaki dari adikmu"


"lalu apa" tanya Lyody


"ckckck,kau makin bodoh ya...


lihat pola dari 4 jejak yang ada disini,adik dari dia berdiri di setiap pojok dinding,artinya ia bersembunyi di sini


dan kita lihat mayat yang bergeletakan itu ada di tempat-tempat yang berdekatan dengan ujung tembok,anak ini terus berlari dan bersembunyi


kemudian panah yang patah ini,jika dilihat dari luka Tentara Eklovern yang mati maka jelas penyebabnya adalah anak panah ini


akan tetapi...tinggi dari anak berubur 6 Tahun tak akan sampai setinggi pundak bahkan kepala Tentara Eklovern


Anak ini juga tak mungkin bersembunyi kemudian menerjang Tentara Eklovern yang cukup banyak dan luka tusukan ini cukup dalam


anak berumur 6 tahun tak mungkin dapat menusuk dengan benar hanya dalam 1 tusukan,kecuali memang sudah diajarkan untuk menjadi Assasin" Sou menjelaskan kejadiannya dengan panjang lebar meski Wenny menyimak dengan seksama akan tetapi Lyody bosan


"langsung saja keintinya"


"intinya adikmu memegang sebuah senjata,kemungkinan panah/crossbow dan masih hidup kemungkinan ia mati cukup kecil"


"apa yang membuatmu begitu yakin Sou?" tanya Lyody setengah tak percaya kalau Sou itu genius


"lihat jejak yang samar ini,ini berada di tengah ruangan,awalnya anak ini bersembunyi ditembok sini kemudian ia berjalan ketengah


tak mungkin anak ini akan muncul hanya untuk melihat keadaan sampai ketengah ruangan yang rawan akan Tentara Eklovern,jadi ada orang yang membawa adikmu


aku yakin ia masih hidup !! " ucap Sou optimis yang membuat Wenny tak bersedih dan kembali bersemangat