I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
[B Realm] Chapter 5(29)



"akhirnya mama pulih kembali...ma kemarin kenapa Mama gak bantai saja orang orang itu?"


nyonya Diana mencoba duduk diatas kasurnya dibantu oleh Sou.


"mama bukan gak mampu...tapi gak bisa,mereka tetap keluarga dari Ayahmu...yang penting semuanya sudah selesai"


"oh iya bagaimana keadaan sekretaris mama?apa dia baik baik saja?"


"aman ma...semuanya terkendali"


"Sou mama mau minta maaf ya sama kamu soal pertunangan mu dengan anak dari teman mama...jika kamu tak setuju lebih baik dibatalkan saja"


Sou menghela nafasnya kemudian menatap langit langit rumah.


"biarlah semuanya berjalan seperti semestinya...mungkin Sou terlalu egois karena Sou selama ini selalu sendirian"


kemudian Sou tersenyum."jadi tolong ingati aku ketika aku salah ma".


untuk pertama kalinya Sou memperlihatkan senyumannya yang benar benar tulus


nyonya Diana pun membalas senyuman Sou.


tiga hari kemudian Nyonya Diana kini sudah pulih,dan persiapannya untuk ke L Realm juga sudah dari kemarin siap.


tapi 1 masalah datang lagi Felisha menelepon Sou terus terusan."aghh...kubanting ni Handphone siapa si yang nelpon mulu?!"


Sou pun akhirnya mengangkat telefon nya


"halo ini siapa"


"Sou ini mama nak,kamu bisa gak nemenin Felisha beli kado untuk temennya,ish...kamu kan dah ditelponin tapi gak diangkat telepon Felisha nya".kemudian telefon dimatikan.


Sou pun melihat pesan yang dikirim Felisha "astaga 143 pesan?!,orang gila".


Handphone Sou kembali berdering kali ini Felisha menelefon lagi."Ha--"."AKU ADA DI DEPAN RUMAH MU CEPAT TURUN !!".telefon dimatikan oleh Felisha.


kemudian Sou mengintip dari jendela rupanya benar Felisha sudah ada di depan rumahnya


"aish..."


Sou pun mengambil kunci mobilnya dan turun kebawah,ia langsung menyiapkan mobilnya dan segera mengantar Felisha.


"mau ke mall mana?"


"Mall Cx 1 di pusat Kota temanku ngadain ulang tahunnya disana,semua gedungnya dah di booking sama dia"


"lah.. kadonya?"


"emang kamu gak liat mobil dibelakang sana?itu kadonya,kamu si gamau bantuin aku nyari kadonya"


Sou hanya geleng geleng lemudian mobilnya ia kebut agar cepat sampai di tempat tujuan.


setelah sampai rupanya memang benar gedung tersebut sudah di booking tapi gedung tersebut hanya digunakan untuk tempat kado saja.


"lah...lu balik lagi si?"


"gedungnya itu cuma buat naro kado kan,ini bukannya dah biasa?aku juga kalo ulang tahun begini kok"


muka Sou datar tapi di dalam hatinya ia berteriak teriak karena hal ini terlalu norak


"yaudah terserahlah cepet naik,trus kemana kita?"


"alamatnya dah kukirim ke GPS kamu itu"


Sou pun segera jalan dengan cepat karena ia harus segera pergi ke L Realm.


"okay dah sampe,bye aku mau balik dulu"


"hey...jangan pulang dulu temenin aku,nanti cuma aku yang dikira gapunya pasangan"


"aih..."


Sou pun hanya mengikuti alur,"rumahnya besar ya...aku mau rumah yang kaya begini juga...kalo aku ultah nanti kasih aku kado yang bagus ya"


"iya" jawab Sou singkat,Sou mengamati Rumah tersebut nampak nya Rumah ini tak asing baginya.


Felisha yang tadi bergandengan tangan dengannya tiba tiba hilang,rupanya Felisha berlari ke arah orang yang sedang berulang tahun.


Wanita itu sangat cantik sangat sangat cantik


"LURRE yaampun sekarang teman ku ini sudah berumur 21 tahun...cie yang bentar lagi mau nikah".


Sou yang mendengar hal itu sangat terkejut "Lurre??,ah.....jadi begitu ya garis takdir....sekarang aku paham X dan Y".


Felisha pun memberi kode kepada Sou agar menghampiri dirinya,akan tetapi Sou tak memiliki muka untuk menghadapi Lurre.


Sou pun berbalik dan pergi keluar ingin rasanya Sou mengatakan sesuatu kepada Lurre tapi rasanya sudah terlambat.


apalagi setelah senyuman Lurre yang ditujukan pada pasangannya,padahal senyuman itu dulunya ditujukan tuk dirinya.


Felisha mengejar Sou yang masih berada di Halaman."Sou kamu kenapa pulang?ayo masuk dulu aku mau kenalin kamu ke teman temanku".


"aku tak punya muka untuk menghadapi nya"


"apanya".tanya Felisha agak bingung


Sou tersenyum sedikit "yasudahlah ayo masuk"


Sou melihat kedua temannya juga Hansel dan Jansen,"aku tak mau merusak kehidupan mereka semua yang kini sudah tenang".


"Lurre ini dia tunanganku...tampan kan"


Lurre menghampiri Felisha dan Sou.


"eh iya loh tapi tunanganku juga tak kalah tampan loh dia juga seorang hunter tingkat SS loh...Naka !! kemarilah!!"


Sou berusaha sekeras mungkin tuk membuang muka,kemudian Lurre mengulurkan tangannya kearah Sou bermaksud tuk berkenalan.


"Halo aku Lurre Patricia".


Sou hanya menjabat tangannya saja namun nampaknya Naka tak suka kekasihnya di remehkan.


padahal Sou tak bermaksud tuk meremehkan


Naka pun mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"aduduh lepas sakit tau"


"hahaha maaf maaf,hei Felisha kamu cari pasangan yang bisa menjaga dirimu dong seharusnya,masa sama laki laki letoy begini"


Felisha mengangguk angguk setuju


"iya nih mama ku yang memaksa"


Sou hanya nyengir dan meminta maaf pada Felisha karena sudah mempermalukan dirinya kemudian ia mengajak Felisha tuk pulang.


mereka pun berpamitan,sementara di mobil Sou bertanya pada Felisha "hey Fel kalau kamu memang tak begitu menyukaiku mengapa kamu menyetujui pertunangan kita?"


Felisha menjawab dengan agak takut "Naka...orang yang tadi..dia adalah orang mesum yang suka bersetubuh dengan banyak wanita,ia adalah predator yang memangsa perempuan Single"


"owh"


"ish kok jawabnya owh doang !!"


"kan belum selesai penjelasannya"


"oh iya juga,nah saat di kampus aku pernah menjadi salah satu targetnya maka dari itu aku buru buru mencari pasangan akan tetapi semuanya disuruh menjauhiku oleh Naka agar dia bisa mendapatkan diriku begitu"


"ada yang masuk ke Realm B?!dan entitas ini memiliki niat yang sangat buruk"


"Kita akan putar balik menuju rumah teman mu tadi"


"eh...ada apa?"


Sou langsung ngebut kearah Rumah Lurre dan benar saja ternyata ada sebuah aura berat dari dalam.


disana Hansel,Jensen dan Lurre bertarung melawan Naka yang diselimuti Aura kegelapan.


"hey Dada besar apa kau itu Hunter?"


"jangan panggil aku dada besar!!"


"iya aku Hunter memang kenapa?"


"rank apa yang kau capai saat ini?"


"eh..kalau tak salah Rank A aku seorang assasin"


"wahahaha...Assasin berdada besar hahahaha kocak"


Felisha menjadi marah kemudian mengeluarkan sebuah pisau tajam dan mengarahkankan nya ke leher Sou.


"kubunuh lo kalau berbicara seperti tadi"


tiba tiba Sou muncul dari luar mobil dan melihat dari kaca. "ngomong apa si?aku kan bercanda,ayo keluar ada kerjaan untuk mu nona hunter".


Felisha sangat terkejut. "aku bersumpah melihatnya masih di mobil bagaimana bisa dia ada di luar?!".


sementara itu Naka sudah hampir kalah tapi Hansel dan Jensen sudah kehabisan tenaga duluan hal ini membuat Lurre harus melindungi mereka berdua.


Lurre membuat dinding es yang mengelilingi mereka ber tiga,serangan dari Naka terdengar sangat jelas.


tapi tiba tiba suara itu tak terdengar lagi mereka malah mendengar suara seseorang diserang.


rupanya Felisha lah yang menyerang Naka,"hei jangan di hajar terlalu keras lo nanti kekasihnya marah tuh"


Sou masuk ke ruangan sembari menyalakan Rokoknya."dengarkan aku dada besar jangan sampai kau mengadukan aku merokok ke Ibuku ya kalau tidak kau akan ku cepuin balik ke mama mu kalau kau itu Hunter"


"ck..iya iya"


"kalian berdua cepat lari...Naka adalah Rank SS yang bisa mengalahkan nya hanya Nona Wenny cep--"


Sou menyuruh Hansel untuk diam "shhhh..."


"perempuan lemah seperti Wenny tak kan bisa mengalahkan Makhluk yang berasal dari Realm lain"


"Realm lain? bicara apa kau jangan berbicara seolah olah kau mengenal kakakku"


sementara itu Felisha sedang bertarung dengan Naka dan mulai terpojok."dada besar mundur lah ia bukan lawan mu"


"hei bodoh kenapa kamu tak segera menghubungi Asosiasi Hunter untuk minta bantuan,kamu ini kan bukan hunter"


Sou berusaha menahan tawa."light Chain Lock"


sebuah Rantai cahaya muncul dan mengikat Naka yang sedang dirasuki sesuatu.


"Hahaha astaga bodoh bodoh coba kalian lihat sekitar,akibat siapa ini semua hancur?"


"Naka bukan?kalian pikir apa yang akan terjadi jika seorang Hunter menyerang warga sipil?"


Sou menghampiri Felisha yang terduduk dengan luka yang cukup parah."kau tak apa-apa?bangunlah kau kan seirang assasin"


"pergilah ke rumah sakit dengan kunci mobilku ini ajak ke 3 teman mu itu juga".


Felisha pun langsung mengajak ke 3 temannya untuk pergi dan membiarkan Sou yang menangani Naka.


Siu menjentikkan jari nya"release"Rantai yang mengikat Naka pun lepas,"jadi kau dari Realm L ya?kau ingin membawa dia kan?"


"Benar Ratu kami menyukai nya jadi kami akan membawanya,jadi jangan menghalangiku jika tidak ratu kami akan menyerang Realm B ini"


"oh ya ampun jangan buruk sangka gitu dong aku hanya ingin ikut ke Real L saja boleh?"


"selam kau tak mengganggu Ratu tak ada alasam tuk melarang mu ikut,mari aka kubukakan portalnya"


ketika portal terbuka Sou memegang kepala Naka kemudian mencabut Roh jahat tersebut dari tubuh Naka "kau itu Roh tanpa wujud kan di Realm ini...sana kembali ke Realm mu lalu beritahu bahwa Sou akan membunuh Ratu mu".


Roh tersebut langsung pergi kembali ke Realm nya,Sou kembali menghisap rokoknya."kuharap tak ada halangan lagi".


Sou melihat tubuh Naka yang tergeletak tak sadarkan diri kemudian Sou duduk senderan di tembok.


"aih...kau itu punya pacar secantik Lurre tapi masih saja mata keranjang....."


Sou kemudian mengingat tentang senyuman Lurre yang ditujukan kepada Naka.


"haha..."


"terkadang...cinta ialah apa yang membuatmu senang ketika melihat senyumannya,meskipun kamu tahu alasan dibalik senyumannya bukan lah karena dirimu"


"sial...."