I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
Chapter 7



Sou serta Lurre yang tergeletak tak sadarkan diri di Aula diamankan oleh para Hunter dari Guild Red Rose.


dan dengan cepat membawa mereka berdua ke rumah sakit diketahui bahwa Sou berada dalam keadaan kritis.


akan tetapi untungnya nyawa Sou masih bisa diselamatkan,kemudian diketahui kalau Sou dan Lurre sudah hilang selama 3 hari.


saat itu Ruang Aula yak dapat diakses bahkan walau temboknya di serang tetap tak hancur.


___________________________________


hari terus berganti kini Sou akhirnya keluar dari rumah sakit dan bisa beraktivitas kembali,Sou kembali bersekolah Sou keluar dari pintu rumahnya oh iya Sou diberikan tempat tinggal juga oleh Guild Red Rose.


dari depan rumahnya ia dijemput oleh BodyGuard dia diajak masuk ke mobil oleh Lurre.


Sou hanya menurut saja walau dirinya merasa agak risih karena di perlakukan berlebihan Sou Lurre juga menceritakan Kehebatan para Bodyguardnya ketika menolong seekor anak kucing yang tenggelam di selokan,dan banyak lagi.


Sou hanya diam dan menyimak saja dan teekadang tersenyum kecil Sou berbicara dalam hati "jadi begini ya rasanya Main Character ketika ada cewek yang menyukai dirinya" tanpa sadar Sou menggumam"cih merepotkan"


Lurre bertanya "eh kau berbicara apa Sou? kenapa kau berdecak seperti itu apa kau tidak menyukaiku karena terlalu banyak berbicara pasti aku terlalu banyak bicara ya..."Lurre berkata pelan dan matanya berkaca kaca"


Sou pun kebingungan "eh tidak kok aku hanya sedikit merasa pedas karena tadi aku makan makanan yang pedas aku lupa bawa minum jadi ketika aku menahan pedas seperti sedang berdecak"dengan hebatnya Sou ngeles dan langsung mengganti percakapan.


akhirnya mereka berdua sampai di Akademi Hunter Sou keluar dari Mobil bersama Lurre dengan cepat hal itu menarik perhatian para Murid,gosip menjadi menyebar Sou benar benar pusing karena hal ini.


"astagaaaa...novel ini tak bergenre Romance sialann..."Sou meremas rambutnya sendiri dengan tangan berada di meja,Vanzy yang melihat tingkah aneh Sou sudah tak merasa heran lagi karena gosip kalau Sou dan Lurre memiliki hubungan spesial sudah didengar seluruh murid di Akademi.


murid murid bergosip padahal Sou itu kan wajah nya tak begitu tampan malah lebih kearah jelek,Sou itu kan Gendut buncit dan berkacamata,mereka tidak tahu kalau Sou tak menunjukkan Wajahnya yang asli agar tak diketahui siapapun.


Sou awalnya diam saja mendengar hal hal tak mengenakkan tersebut akan tetapi hal itu terus berlanjut hari demi hari hingga akhirnya hinaan tersebut makin parah,dan sampai dimana Sou tak datang ke sekolah.


Lurre yang baru mengetahui kalau Sou setiap harinya dibully merasa khawatir,ia pergi ke rumah Sou tapi ia sudah tak ada disana,dicari di sekitaran rumah pun tak ditemukan,kembali lagi mencari disekitaran rumah tapi tak menemukannya.


Lurre mencari Sou di alun alun kota tapi masih tak menemukannya,Lurre belum menyerah ia pergi ke Markas Guild Red Rose bertanya pada kakaknya "kakakk!!apa kamu lihat Sou kemana?"sambil terangah engah.


Wenny menjawab bahwa Sou tak kesini,begitu Wenny bertanya apa yang terjadi dengan Sou Lurre langsung pergi,Lurre merasa sangat bersalah ,Lurre merasa kalau harusnya berdekatan dengannya akan membawa banyak masalah,Lurre menahan tangisnya tapi sudah tak terbendung lagi Lurre menangis dan hujan pun mulai turun.


tubuh Lurre basah kuyup terguyur hujan,di taman itu Lurre sendirian menangis menyesali tindakannya yang sok dekat terhadap Sou,"seharusnya aku tak perlu dekat dekat dengan Sou aku aku hanya mau berterimakasih saja mengapa mengapaa!"tangis Lurre.


tiba tiba seseorang tak dikenal menghampiri Lurre,Pria itu menghampiri Lurre dan bertanya


"nona...apa yang kau lakukan di tempat ini?oh aku yang tak peka kau sedang menangis ya?",Pria itu lalu menyodorkan payung yang ia kenakan untuk Lurre dan berkata "Gunakanlah payung ini nona atau kau akan sakit loh",ketika Lurre mendengakkan kepalanya ia sangat terkejut tidak bukan tentang payungnya tapi karena orang yang memberikannya.


ada beberapa Hukum Alam tak tertulis di Dunia ini dan salah satunya adalah yang sedang dialami oleh Lurre ia menatap Mata seorang Malaikat mata biru yang memancarkan cahaya,


malaikat itu menyadari kalau tiba tiba Lurre takut "nona kau tahu ya kalau aku bukan Manusia?kau tak perlu takut karena ini bukanlah wajah asliku walau mata ini tetap menyala jadi tenang ya kau tak akan kubawa ke Surga".


Malaikat tersebut mencoba menenangkan Lurre,"nah ambillah payung ini dan segeralah pulang hujan menjadi tambah deras nanti kau tambah kedinginan",tiba-tiba angin mulai tambah kencang.


dan secara mengejutkan tepat diatas langit dari tempat Lurre dan Malaikat itu berdiri ada Sebuah Dungeon yang muncul buruknya itu adalah Purple Dungeon walau Monster nya tak sekuat yang berada di Darkness Dungeon tapi Purple Dungeon lebih cepat dalam mengeluarkan Monster monsternya dari dalam Dungeon.


maka dari itu menyegel Dungeon bukanlah pilihan dan bahkan menurut Hunter Hunter Rank S yang dulu pernah di wawancarai setelah melakukan Raid dalam Purple Dungeon yang tiba tiba muncul ia mengatakan bahwa bohong jika tak ada korban ketika Purple dungeon muncul secara tiba tiba.


dan begitu juga Dungeon yang sedang terjadi di tempat Lurre "ah...Merepotkan..." lalu Malaikat itu membuat Lurre pingsan sebentar dan menghapus ingatan apa yang ia liat tentang dirinya maupun Dungeon yang terjadi,setelah itu Malaikat tersebut mengarahkan telapak tangannya kearah Dungeon itu "Light...White Prison" keluar sebuah rantai dari telapak tangan Malaikat itu lalu rantai rantai itu melilit Dungeon itu agar Monsternya tak keluar.


jika Dungeon Disegel maka Monster tak bisa keluar jika segelnya lemah Monster mungkin masih dapat keluar dari Dungeon akan tetapi jika segelnya lebih Kuat dan Monster Monster memaksa keluar maka Monster serta Dungeonnya akan hancur dan akan hilang.


Dungeon tersebut berhasil diatasi dengan sangat mudah oleh si Malaikat,dia langsung pergi begitu Dungeonnya sudah diatasi,hmmm.. bagiamana dengan Lurre masa perempuan tidur ditengah jalan apalagi malam malam,begitu si Malaikat pergi Lurre langsung terbangun dari pingsannya dan lupa akan pertemuannya dengan Malaikat itu.


Lurre pulang lalu keesokan pagi nya pergi ke Akademi Hunter lagi tapi masih tak menemukan Sou,akhirnya ia bertanya kepada para Guru alasan Sou tak masuk,Guru pun tak tau karena tak ada kabar dari Sou.


seharusnya hal pribadi tak ia umbar umbar ke publik,Lurre pulang di jemput oleh para BodyGuardnya,kemudian hari terus berjalan setelah seminggu Lurre masih tidak tau Sou berada dimana,awalnya Lurre berpikiran untuk meminta tolong pada kakaknya hanya saja Lurre tak mau merepotkan kakaknya.


libur Weekend pun Lurre masih mencari Sou hingga pagi berganti malam,secara alami Lurre kembali lagi ke taman dimana ia bertemu dengan seorang Malaikat,Lurre beristirahat di bangku taman dan seseorang mendekatinya "halo nona Lurre" sapa orang itu Lurre menoleh ternyata orang itu adalah Hansel "halo..."sapa balik Lurre,Hansel bertanya apa yang dilakukan olehnya malam malam.


karena sudah benar benar lelah tanpa sadar Lurre menjawab dan menceritaknlan masalahnya,Hansel menyimak dan manggut manggut saja,setelah Lurre selesai berbicara Hansel bertanya "apakah Nona sudah lega?" sambil tersenyum,mendengar hal itu dan karena tanpa sadar menceritakan masalah pribadinya muka Lurre memerah menahan malu.


Hansel hanya tertawa kecil lalu kembali berbicara "terbully ya?...tenang saja Nona Lurre Sou bukanlah tipikal orang yang memperdulikan nyamuk, orang orang yang mencemoohnya bahkan tak sekuat dirinya bukan? yah...ini sudah malam bagaimana kalau aku antar ke rumahmu?".


Lurre setuju untuk diantar oleh Hansel mereka berbincang bincang tentang hal hal yang lucu di sepanjang jalan mereka tertawa dan setelah Hansel mengantar Lurre sampai rumah ia pamit pulang Lurre juga berterimakasih pada Hansel.


Hansel kembali ke kediamannya Hansel membuka pintu dan langsung marah-marah "oy...Sou bodoh apa yang kau lakukan sampai membuat Putri Lurre terpincut padamu hah?!?.."


Sou sudah berubah ia menggunakan wujud aslinya "hah... kau cemburu ya Bodoh?!"


"apa kau bilang sialan!?"balas Hansel kesal


"yey Ribut ribut ribut"Jensen malah memperkeruh keadaan.


mereka berdua mulai tenang ketika para tetangga memarahi mereka bertiga "Maaf!"


Setelah para tetangga mulai pulang,Hansel bertanya " kapan kau akan masuk Akademi Hunter lagi? Sou".Sou beralasan bahwa ia tak begitu berminat untuk kembali karena merasa tidak cocok dengan keadaan disana.


rupanya Sou cukup Trauma dengan hal yang bernama pembullian,memang Sou nampak acuh tak acuh tapi sebenarnya benar benar terganggu,dulu saat Sou masih Sekolah Dasar ia dibully dan dijauhi oleh teman temannya karena mainan robot robotan Sou dan Sou terkadang suka berbicara sendiri.


teman-temannya merasa Sou agak aneh,pernah suatu ketika Sou dan teman-teman sekolahnya dulu bermain petak umpet.


Sou kemudian berbicara sendiri dan kemudian menemukan setiap teman-temannya yang mengumpat,hal ini membuat Sou dicap aneh dan dijauhi teman-temannya.


Sou dibully hingga psikisnya terganggu bahkan sampai terbawa mimpi,orang tua Sou yang menyadari mental anaknya terganggu membawa Sou ke psikiater,mental Sou perlahan lahan membaik,Rumah Sou dan sekolahnya pun di pindahkan ke kawasan Elite.


Kedua orang tua Sou berpikir bahwa orang kasta atas jika bersama dengan golongan bawah hanya akan dimanfaatkan,tapi mengapa ketika orang kasta bawah diremehkan oleh orang kasta atas merasa bahwa diri mereka terhina?.


Ayah Sou yang biasanya sangat suka merangkul orang orang tak berkecukupan,menjadi jijik dengan golongan kasta bawah Ibu Sou pun tak lagi mengajari orang orang kasta bawah untuk menyulam lagi,keduanya Sadar bahwa yang namanya tidak boleh memilih milih teman adalah omong kosong yang bodoh.


pada akhirnya walau Sou berada dikawasan Elite ia merasa ke sepian Sou hanya ingin bermain bersama teman temannya saat Sou berumur 9 tahun ada hal yang membuatnya merubah mainset dalam dirinya,ia melihat ada anak anak yang bermain dilapangan ada dua orang anak yang membawa bola, yang satu berwarna kuning yang satu berwarna merah.


bola yang berwarna merah terlihat mewah dan cukup mahal terlihat dari warnanya yang cukup mengkilat sedangkan yang berwarna kuning terlihat biasa saja dan tak istimewa,anak yang membawa bola merah itu di cemooh karena terlihat terlalu mewah tapi ketika anak itu mau pulang ia dipanggil lagi untuk bermain tapi tidak menggunakan bolanya yang berwarna merah.


merekapun bermain dengan riang tak ada permusuhan lagi masalah mereka yang terlihat rumit selesai begitu saja seperti oksigen yang terhirup dengan mudah,ketika sudah mulai lelah anak anak itu mau pulang,Sou menghampiri salah satu anak yang mencemooh bocah yang membawa bola merah.


Sou bertanya mengapa ia mencemooh anak yang membawa bola merah,"bukan kah bola itu malah lebih bagus daripada bola kuning yang terlihat jelek itu?",bocah itu menjawab dengan polosnya,"emh...aku takut jika bolanya rusak orang tuaku tak bisa menggantikannya dengan yang baru,aku takut mama dan Ayahku bersedih".


perkataan anak tersebut membuat Sou benar benar terkejut,mungkin itulah alasan mengapa dulu saat aku main robot robotan aku dijauhi teman temanku pun mungkin juga memintanya kepada orang tua mereka tapi karena terlalu mahal mereka hanya dibelikan yang biasa.


mungkin mereka ingin meminjam robotku tapi karena takut rusak mereka mengurungkan niat mereka,dan apabila ditanya apakah kalian mau main robot/bola tersebut sudah tentu mereka akan mau.


Sou langsung berlari ke rumahnya ia menceritakan hal yang terjadi padanya,kedua Orang tua Sou saling pandang san mereka tersenyum seraya berkata "nak kamu sudah melihat dunia bukan?artinya sekarang kamu sudah bisa mandiri apa mentalmu sekarang sudah membaik?Ayah dan Ibu senang sekali anakku Sudah bisa melihat Dunia"


ternyata perbuatan dari anak anak yang membully Sou dulu adalah tindakan dari pesaing bisnis Ibu Sou,Ibunya Sou merupakan seorang Ceo perusahaan,siasat ini berupaya agar keluarga nya Sou terlihat buruk karena melakukan penindasan terhadap rakyat miskin biasa.


hal ini diketahui setelah 3 Minggu pindah nya keluarga Sou,ayah Sou benar benar meminta maaf setelah mengetahui kebenarannya,akan tetapi para warga yang dulu tinggal satu


lingkungan dengan keluarga Dez/Sou (Dez itu marga keluarga Sou yak) merasa tak enak hati karena Tuan Razen sudah sering membantu mereka apalagi Nyonya Razen yang mengajari istri istri mereka tentang memasak yang mana makanan yang begizi dan mana yang tak menyehatkan.


Sou sambil tidur mengingat semua kenangan itu,Sou juga menggumam "ayah...buu...aku sudah melihat Dunia lebih banyak jangan terlalu khawatirkan aku dari sana ya"Sou pun tertidur.


"ah.... ini menyebalkann..."Gumam Sou terakhir kalinya,Lalu kembali lelap dalam tidurnya.