I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
Chapter 69



Wenny terbaring lemas,dengan keadaan tubuhnya yang dipenuhi luka tebasan benda tajam,Wenny menangis tanpa bisa mengeluarkan suara sama sekali


kesakitan yang luar biasa tak dapat dideskripsikan,melihat mayat Ibunya mati tepat didepan matanya hanya untuk menyembunyikan Wenny dari Pasukan terbaik Eklovern yaitu salah satu orang yang menerima Gift


ekspresi terakhir sebelum kematian Ibunya adalah senyuman dan terukir sangat jelas dalam ingatan Wenny,meski air matanya menetes akan tetapi suaranya tak dapat keluar


"aku tak ingin melihat keadaan seperti ini


huk..huk...hiks...Velhein telah luluh lantak Papa...Mama...Kakek meninggal karena pertarungan


pedangku patah dan tangan serta kakiku tak dapat digerakkan,hanya mata kananku saja yang bisa dibuka...mengapa hal ini harus terjadi pada Velhein? pada Negaraku dan para Keluargaku....?!


aku kesal...marah sampai gila rasanya apakah seandainya aku bisa menghabisi pasukan Eklovern !! Seandainya Aku bisa membunuh mereka semua!! seandainya aku punya kekuatan yang besar!!....


kumohon... KUMOHON BAHKAN JIKA AKU HARUS MEMINTA PADA IBLIS SEKALIPUN KUMOHON berikan aku Kekuatan yang mampu menebas apapun..."


kobaran Api menjulang tinggi di setiap Kota yang berada dalam Negara Velhein,rakyat-rakyat Velhein mulai disandra begitupun dengan Presiden Velhein sendiri


Tentara Velhein tersisa sangat sedikit semuanya tumbang,dan hanya tersisa Erza yang masih bertarung dengan Hawk


"cuih..." Erza menyeka bibirnya


"orang-orang Velhein rupanya cukup kuat,apa kamu tak menyadari bahwa Velhein sudah hancur?


15 Menit lagi Avalon akan dibom Nuklir oleh Eklovern,masih ada waktu jika kamu mau menyerah dan bergabung dengan kami" Hawk menyodorkan tangannya.


Erza yang melihat Yuqe sekarat disampingnya menjadi bimbang,disatu sisi ia tak ingin kekasihnya tewas akan tetapi disatu sisi ia tak mungkin mengkhianati Negara Velhein


Erza kemudian menyodorkan tangannya,akan tetapi secara tiba-tiba Erza mengarahkannya ke wajah Hawk dengan Jari tengah yang diarahkan ke Hawk


Hawk bertanya apa maksud dari hal ini


Erza kemudian menjawab dengan santai "aku lebih suka bertarung,dan satu lagi mustahil aku menghkianati negaraku!"


Hawk menarik nafas panjang "tapi kamu akan kehilangan kekasihmu itu loh? apa kamu mampu kehilangan dirinya?"


Erza menyeringai mengerikan "jangan khawatir aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri tepat setelah aku menghabisimu"


meski Erza berkata demikian perasaannya tak dapat dibohongi,air mata keluar tanpa ia sadari


kemudian dengan cepat menyerang kearah Hawk


"Bats !" Hawk langsung melompat menghindari serangan Erza kemudian ia menarik anak panahnya


anak panah itu telah mengunci Erza sebagai targetnya,Erza bergerak dengan cepat


menghindari anak panah itu


tetapi Hawk menarik anak panah yang lebih banyak


"cih !" tanpa Erza sadari ada 500 anak panah yang bergerak dengan kecepatan cahaya menuju kearahnya


"sial !!" kemudian dengan sihirnya Erza melenyapkan anak panah itu,akan tetapi...


dari belakanganya Hawk menendang Erza dengan keras


kemudian Hawk menarik anak panahnya lagi


dan dengan cepat Erza langsung bergerak menerjang Hawk balik


"dia sangat cepat !"


Erza dengan cepat menghantam Busur milik Hawk hingga hancur


"MAMPUS KAU !!"


"ugh..."


kemudian dengan kekuatan penuhnya Erza yang terfokuskan ditangan kirinya ia hempaskan ke ulu hati Hawk


"Sial itu tak terhindarkan!"


"BZZT !! BOOM !!"


ledakan hebat terjadi di pertarungan mereka berdua,Hawk dalam keadaan tak baik-baik saja meski begitu masih berusaha untuk berdiri


"mustahil sistemku tak dapat mendeteksi pergerakannya,dan lagi regenerasi ku tak berjalan baik...luka ini terlalu parah" batin Hawk dalam hati sembari menahan sakitnya


sementara Erza yang telah kehabisan tenaga dan terluka sangat parah menuju kearah Yuqe yang sedang terbaring


Erza dengan tertatih-tatih menuju kearah Yuqe


kemudian berbaring disamping Yuqe "bukankah mati seperti ini tak terlalu buruk?" ujar Erza lirih


rupanya sudah dari 13 menit yang lalu Yuqe telah meninggal,Erza tak kuasa menahan tangisnya,kemudian dengan tangan kanannya ia mendekap Yuqe erat


"Tunggu aku...hanya sebentar saja,kita pasti akan berjumpa lagi bukan?"


Erza pun telah menghembuskan nafas terakhirnya karena kehabisan mana dan banyak darah,serangan Erza yang terakhir ia kerahkan membuat tangan kirinya hancur


sementara Hawk langsung berlari tertatih-tatih karena hanya tersisa 6 menit hingga Bom Nuklir dijatuhkan diatas Kota Avalon


________________________________________________


sementara itu Lyody masih memantau keadaan Sou yang sedang dalam keadaan ambang kematian


"hm...? suasana Kota Avalon sangat sepi apakah pasukan Eklovern sudah mengalahkan semua pasukan Velhein"


________________________________________________


"bagaiman pendapat anda Tuan Presiden? lihatlah...Project kita berhasil 100 persen,bahkan Erza sang penyihir terbaik pun mati ditangan kita"


"itu mengagumkan Tuan Yuzen aku benar-benar mengapresiasi hal ini,dengan adanya mereka menguasai Negara besar lainnya bukanlah angan-angan belaka bukan?"


"benar Tuanku.... Hahahahahahaha"


dan ruangan itu akhirnya dipenuhi suara tepuk tangan dan tawaan Petinggi Eklovern,akan tetapi kesenangan mereka tak berlangsung laa


karena secara tiba-tiba Presiden Eklovern berteriak "SEMUANYA MENUNDUK !!"


yang sontak membuat semua orang terkejut dan dengan cepat menunduk


"slash..."


tempat yang disebut markas besar itu terbelah dikarenakan seseorang yang menyerang Markas besar Eklovern


"tep.."


"heeee... kalian masih hidup rupanya padahal tebasan ku bahkan lebih cepat ratusan kali daripada tembakan laser kalian yang mengarah padaku loh...


bangsat,beraninya kalian membuat ku hampir mati sebelum aku ikut andil dalam perang ini" ucap Razen.


orang itu adalah Razen dia datang sendirian ke Markas besar Eklovern,dengan Katananya yang mirip dengan milik Sou


para petinggi Eklovern jelas ketakutan badan mereka bergetar hebat saking takutnya dengan Razen


Razen maju kehadapan presiden Eklovern yang masih duduk dengan tenang diatas kursinya


"kau kan Presiden dari Negara Eklovern


si Manusia siasat Yuro Qoze" ujar Razen


Yuro tersenyum tipis "wah...saya senang sekali nama saya diketahui orang sepenting anda Tuan Razen ini merupakan kehormatan tersendiri bagi saya" ucap Yuro merendah


Razen tersenyum "heh...tak perlu merendah,itu membuatku muak aku kemari untuk memerintahkanmu agar menarik pasukan Eklovern dari Velhein!!


keluarga Patricia sudah rata mereka semua sudah kehilangan nyawa,kecuali Putri Bungsu dari Adelene yaitu Lurre dan dia masih bocah berumur 5 Tahun"


Yuro kemudian tersenyum menanggapi hal itu "apakah artinya Velhein menyerah kepada Eklovern Tuan Ra-"


"SRING !!"


"ctik.."


bahkan Yuro belum menyelasaikan perkataanya tapi Razen langsung menebaskan Katananya hingga membelah Ruangan bahkan Pulau dimana Markas besar itu berada


"ngomong apa kau tadi?" ujar Razen dengan sorot mata tajam kearah Yuro


"uwah...tuan Razen... anda benar-benar sangat hebat ya",rupanya Yuro menahan serangan Razen hanya menggunakan kertas tipis


"hampir saja saya mati" ujar Yuro tersenyum bodoh,Razen yang melihat hal tersebut menjadi lebih serius


"orang ini sangatlah benar-benar berbahaya..." batin Razen


"mau sampai kapan kamu mau menyembunyikan wajah aslimu...Yuro Qoze?"


"ahhhh..ketahuan deh,apa benar aku ketahuan?"


nada suara Yuro dari ceria berubah menjadi bernada berat


dan hal tersebut langsung mempengaruhi suasana tempat itu "Hawanya jadi sangat berat..." batin Razen


^^^Bersambung....^^^