
setelah kejadian kemarin malam kini keadaan Ibu dan anak satu ini cukup canggung,hal ini hanya dirasakan oleh nyonya Razen saja.
Sou tak begitu peduli karena memang sifatnya yang kurang peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
akan tetapi ada suatu hal yang cukup menggangunya,Handphone milik Ibunya terus saja berdering.
"mah Handphone mu berdering terus tuh gak diangkat?"
"tolong angkatin dulu mama lagi masak nak"
Sou berdiri kemudian bergegas mengambil handphone mamanya kemudian ia angkat teleponnya.
"Halo?..siapa?...kalau gak penting mati sana"
"SOU SAMA ORANG GAK BOLEH GITU"
"harta keluargamu harus dibagi rata terhadap keluarga lainnya"
"kami akan menyerang perusahaan mu baik secara langsung maupun tidak langsung camkan hal itu Diana"
kemudian telepon dimatikan oleh si penelepon
"orang gila ngelantur apa si?".
"siapa yang menelefon?"
"gak tau ma putus-putus"
hal ini awalnya biasa saja akan tetapi setelah nyonya Diana mulai kerja lagi,Sou mulai terganggu dengan telepon misterius tersebut.
padahal rencananya ia ingin langsung pergi ke L Realm untuk menghabisi seorang entitas misterius yang membuat Malaikat Agung menghilang.
Sou mengambil katana miliknya "sudah lama ya..."
Sou mengambil katana miliknya kemudian ia taruh di penyimpanan portal miliknya.
kemudian ia langsung pergi ke perusahaan pusat milik Ibunya,ketika Sou sampai betapa terkejutnya Sou melihat perusahaan Sou sudah dikelilingi oleh lingkaran sigir yang sangat besar.
dan banyak sekali hunter yang sedang menyamar sementara itu di ruangan nyonya Diana berada nyonya Diana serta sekretaris nya sedang berhadapan dengan keluarga dari Ayah Sou.
mereka menuntut warisan agar dibagi rata "warisan harus dibagi rata Diana...ingat kematian kakak ku itu disebabkan karena melindungi dirimu".
akan tetapi nyonya Diana membantah dengan tegas."dengar ya !! Suami ku memang meninggal tapi aku tak pernah menceraikannya,jadi kalian tak punya hak untuk mengambil warisan miliknya".
"dan dengar satu hal lagi ahli waris dari perusahaan ku adalah anak ku Sou,bukan anak mu yang bernama Gion itu,lagi pula ini adalah perusahaan milikku bukan punya suamiku".
"khu...hu...hu...aku sudah menebaknya kau pasti akan menjawab seperti itu,artinya jalan satu satunya adalah rebut paksa perusahaan ini"
Gion adalah anak dari adik Ayah Sou yang bernama Sashie nyonya Sashie serta beberapa kerabat sudah merencanakan seluruh hal tentang merebut perusahaan milik nyonya Diana.
tak ada kerabat yang menentang keluarga Sashie,kecuali Bibi Sou yang kekayaannya hampir setara dengan nyonya Diana yaitu nyonya Leng.
nyonya Leng merupakan pemilik perusahaan di bidang Gadget dan tentang perebutan kekuasaan milik nyonya Diana ia sangat menentangnya.
ia beranggapan melawan kakaknya sama dengan menghina martabat keluarga Dez yang memegang teguh kesetiaan.
akan tetapi walau nyonya Leng menentang dengan keras perebutan warisan ke 3 keluarga lainnya tetap tak menghiraukan dirinya.
nyonya Leng pun tak bisa membantu keadaan Kakak iparnya,karena jika dia membantu maka itu sama saja mengkhianati keluarga Dez itu sendiri.
________________________________________
sementara itu Sou sedang sibuk membunuh setiap hunter yang mengintai perusahaan mama nya secara diam diam.
setelah puluhan Hunter kelas S diratakan oleh Sou ia langsung pergi masuk ke dalam perusahaan milik Ibunya.
saat dia ingin masuk di Lobby perusahaan sudah ada satpam yang melarangnya masuk serta beberapa karyawan yang juga ikut melarangnya masuk.
"Tuan Muda tolong jangan masuk dulu...ini perintah dari nyonya..."
"iya tuan muda tolong jangan ikut masuk".
banyak orang nampaknya mengkhwatirkan Sou,ia pun bingung memang apa yang membuat mereka semua takut?
Sou cukup bingung,kemudian ia berbalik menuju pintu luar"yasudah aku pulang saja".
dan Sou berteleport ke lantai tempat ruangan Ibunya berada."yakali aku pulang...".kemudian Sou bergegas keruangan mamanya ketika ia membuka pintunya.
Sou sangat terkejut melihat keadaan Ibunya yang duduk sambil menunduk dan sekretaris Mamanya yang tertusuk karena melindungi Mamanya.
"oy...bajingan siapa kalian !!"
ke 4 orang itu melirik kearah Sou."ah...Kamu Sou ya sudah besar sekarang... padahal dulu kamu suka main kerumah Bibi"
"brisik aku gak ingat tuh...jadi kau ya yang menelepon kemarin,kukira kau cuma ngelantur tapi rupanya berani juga kau untuk ukuran seorang nenek-nenek"
"ahahahahhahahahahahah...yaampun Sou kecilku pandai berbicara ya...Gion habisi dia,tak perlu menggunakan kekuatan sihirmu karena Sou kan lemah"
Gion langsung meninju wajah Sou dengan sangat kencang ,akan tetapi Sou menahannya dengan tangan kirinya.
"cukup bertarung dengan tangan kosong kan,aku pun mau membalas perbuatan mu brengsek".
Sou mengarahkan tangan kanannya ke jakun Gion kemudian mencakar nya hingga berdarah dan Gion langsung menghajar Sou tepat di wajah.
Gion tertunduk kesakitan tapi Sou langsung menyerang wajah Gion balik dengan dengkulnya.
"hahahahaha...mati mati..mati mati..."Sou memukuli wajah Gion dengan brutal kemudian para Hunter yang ada disana menyerang Sou.
Sou pun bertarung dengan mereka,tiba tiba sebuah serangan sihir mengarah ke Sou tapi dia menjadikan Gion sebagai perlindungan.
Gion terkena serangan serangan yang cukup fatal,Sou pun melempar Gion ke depan dan berlari menghajar setiap Hunter yang menyerang dirinya.
Sou membabi buta menyerang semua yang ia temui ia pun mencekik leher nyonya Sashie hingga pingsan ke 2 orang lainnya hanya bisa lari.
Gion yang setengah sadar dari belakang mencoba menyerang Sou ,akan tetapi terlambat Sou sudah menyadarinya Sou pun langsung membenturkan kepala Gion ke tembok dengan keras.
"HAHAHAHA HAHHAHA HAHHAHA".semua orang yang ada dalam satu ruangan ada beberapa yang tewas.
Sou melihat kalau masih ada yang bergerak yaitu sekretaris Ibunya yang meminta pertolongan.
Sou ingin membunuhnya tapi sebuah tangan tak terlihat menahannya,Sou yang tadi menggila menjadi tenang kembali.
ia pun memanggil mamanya yang sedang dalam depresi berat,depresi yang dialami nyonya Diana disebabkan oleh nyonya Sashie yang mengingatkan nya kembali tentang kematian Suaminya.
trauma apa sebenarnya yang dialami Diana yang merupakan Dewi Waktu hingga bisa depresi hanya karena seorang manusia.
Sou pun mengambil alih perusahaan sementara ia membuat kejadian yang ada di perusahaan seolah olah tak pernah terjadi dan tak pernah ada.
para korban dibawa ke Rumah sakit dan yang mati dimakamkan dan alasannya adalah karena memasuki Dungeon berbahaya.
selama dibawah kepemimpinan Sou perusahaan milik Ibunya tak begitu ada perkembangan.
jujur saja bagi Sou perusahaan sebesar ini terlalu sulit ditangani,tapi ia masih berusaha untuk memimpin perusahaan tanpa bantuan siapapun dan ia memimpin sampai Ibunya pulih dari kejadian 2 hari yang lalu.