I'M Not A Hunter

I'M Not A Hunter
Chapter 47



Sou telah berhasil mendaftar ke Akademi Sihir tersebut,kini ia akan dituntun ke tempat kelasnya berada


tapi Sou nampak tak bersemangat karena memang tak bersemangat saja,entah kenapa anak ini memang Mood-mood an saja


Sou kini telah sampai dikelas,guru nya kemudian mempersilahkan Sou memperkenalkan dirinya


"silakan perkenalkan dirimu kepada teman-teman"


"Salam kenal semuanya namaku...panggil saja Sou aku murid baru mohon bantuannya"


kemudian Sou langsung duduk di Kursi kosong di paling belakang pojok kiri,Sou mengehela nafasnya,"hah...."


pelajaran sihir dari gurunya sangat menarik sehingga Sou belajar dengan Fokus hingga akhir pelajaran


kemudian setelah 2 Jam belajar Materi saja,kini adalah hal yang paling ditunggu oleh para murid Perempuan


yaitu latihan Praktek dengan bimbingan Pahlawan Faz,banyak perempuan Histeris ketika benar-benar melihat Pahlawan yang tampan.


"Hua !!" ,"Kyaa Tampan banget !!",tentu saja hal ini membuat murid Laki-Laki lainnya iri,Fadel salah satunya,ia adalah anak dari Bangsawan tersohor di kerajaan Vidiel.


"ck...apa-apaan dia itu bukankah dia sudah punya calon istri?,buat apa dia tebar pesona begitu dasar sialan".


Pahlawan Faz mengajari cara bertarung menggunakan pedang dengan baik


banyak Murid Laki-Laki yang tadi cemburu dengannya kini berlatih tanding dengan semangat melawannya.


Sou hanya melihat dari bawah pohon dekat lapangan mereka semua berlatih,seorang perempuan menghampiri pohon dimana Sou berada


ia terlihat kegerahan tapi Sou tak begitu peduli dan tak tahu ada orang di dekatnya,tiba-tiba perempuan itu menyentuh pundak Sou


"hei kamu...kenapa gak ikut berlatih tanding melawan Pahlawan seru loh dia ngasih tau kekurangan kita disetiap gerakan kita yang salah


lihat...semua teman-teman sudah


berlatih tanding dengan Pahlawan kayaknya cuma kamu yang belum badan kamu belum keringetan


oh iya Pahlawan Faz juga memberi kita arahan tentang gerakan kita yang sia-sia dan buang buang tenaga loh ,sana ikutan cuma kamu doang yang belum".


sambil menguap Sou menjawab "Hoahhhmmm....,gerakan yang sia-sia ya?,kayaknya agar tak sia-sia lebih baik gausah bergerak deh"


mendengar hal itu Perempuan bernama Lyody itu tak terima ia pun berteriak dengan kencang "ORANG YANG ADA DI SAMPINGKU INI MENANTANG PAHLAWAN FAZ DALAM DUEL


1 V 1".


Sou mendengar itu hanya menutup kuping karena berisik"Eh.....",Murid perempuan lain merasa kalau Sou terlalu sombong,"apa?dia mau nantang Pahlawan dalam duel?","serius?..bercanda doang kali"


"eh..eh...yang teriak itu tadi Lyody gak sih?"


"iya itu Lyody,dia cari perhatian doang gak sih?"


"ih bikin ilfeel"


Pahlawan Faz yang mendengar itu langsung menghampiri Sou dan Lyody "halo...apa benar kamu mengajakku duel 1 V 1?"


Sou ingin langsung menjawab tidak tapi lidahnya ia tahan karena melihat muka Lyody yang memerah menahan malu.


"Oh astaga anak ini hanya ingin aku pergi dari Pohon rindang ini rupanya...,dia ingin tiduran sendiri disini ya...anak yang malang"


aku tak berniat bertarung kok dan untuk teman-teman lainnya tolong maafkan aku yang sudah buat keributan ya".


Sou menundukkan kepalanya meminta maaf,tapi Pahlawan Faz mencegahnya


"hei jangan menunduk umur kita sama Aku juga masih 19 Tahun".


"EHHHHH!!!",Satu sekolah pun jadi ribut karena hal tersebut


"aduh keceplosan".


tapi tiba-tiba Fadel mendatangi Pahlawan Faz,dengan wajah meremehkan Fadel berkata "19 Tahun kan ayo kita duel selarang umur kita sama-sama 19 Tahun".


Fadel pun langsung bersiap-siap,awalnya Pahlawan Faz menolaknya karena gakut membahayakan tapi Fadel nampaknya tak mau


mendengarkan jadi terpaksa diladeni oleh Faz.


sementara itu Lyody meminta maaf pada Sou karena sudah membuatnya malu,Lyody bahkan berkali-kali meminta maaf kepada Sou.


Sou sebenarnya sudah memaafkan tapi Lyody seperti tak percaya Sou memaafkannya jadi Sou memberi syarat agar Lyody dimaafkan Lyody harus meminjamkan pahanya sebagai bantal untuk Sou tidur.


Lyody terlihat lega mendengar permintaan Sou yang tak aneh-aneh,dan akhirnya Sou pun tidur dibawah Pohon rindang tersebut sembari todur diatas paha seorang wanita


"tunggu...Wanita??,seorang...Wanita??,aku tidur dipangkuan wanita...terlebih lagi ini tempat terbuka...bukankah anak ini seperti dibully teman-temannya".


Sou pun akhirnya langsung bangun dari tidurnya,ia menggaruk-garuk kepalanya "oh astaga...,hey kamu siapa namamu?"


Sou bertanya pada Lyody


Lyody menjawab,"namaku Lyody".


Sou pun menggelengkan kepalanya,"kamu ini ya...seharusnya menolak saja permintaan ku,kau ini Dibully kan?"


mendengar kata-kata Sou yang terlalu to the point sontak membuat Lyody menangis,akan tetapi untuk saja tangisannya tak kencang dan Lyody sangat pintar menyembunyikan tangisannya


Sou panik melihat Lyody menangis seperti itu "eh...maaf-maaf aku terlalu jujur ya?,maaf deh...


tapi kamu nampaknya sering menangis ya?


dari tangisanmu yang tak bersuara kamu sering menyendiri kan?,seandainya tadi aku bilang kau bohong tadi mungkin kamu akan menjadi lebih tertutup lagi..."


Sou kemudian bangkit,"jangan nangis dasar wanita cengeng"


_________________


kini pertarungan antara Fadel dan Pahlawan cukup sengit,hal ini dikarenakan Pahlawan sengaja menyamai kekuatan Fadel.


"enyah kau Pahlawan !!"


2 centimeter lagi saja mata Fadel akan tercongkel tapi Sou dengan cepat menangkap nya


"kau gila apa ya Pahlawan?"


padahal tadinya para Murid perempuan sudah senang dengan kekalahan Fadel tapi tiba-tiba Sou datang.


^^^Bersambung....^^^