
Setelah makan malam yang menegangkan seperti acara Sidang tersebut Yeong kemudian di antarkan oleh Daniel ke rumah nya. Sebetulnya Daniel hendak tidur di sana namun Yeong menolaknya dengan mentah mentah, dengan berat hati akhirnya Daniel pun pergi meningggal kan rumah Yeong tersebut.
Yeong menolak nya untuk menginap bukan karena ia tak bersedia tapi karena dia tau setelah Daniel pulang ia akan menangis sekencang kenjang nya. Yeong yang menangis seakan tidak memiliki akal sehat, ia membanting semua barang di kamar dan menjadikan sebuah kamar yang semula bersih berubah sangat berantakan seperti di tabrak oleh seekor banteng.
Belum selesai ia menangis tiba tiba ada sebuah panggilan masuk, Yeong segera mengambil handphone nya dan menjawab panggilan tersebut serta mengatur nafas nya yang tidak beraturan menjadi sangat teratur. Ya... Begitu lah Yeong seseorang yang terlalu pintar untuk menutupi segala perasaan sedihnya.
*mengangkat telephone
Yeong : halo....?
Jungkook : aku mau ngomong sama kamu...
Yeong : Jungkook??
Jungkook : ya ini aku ku mohon segera buka pintunya aku berada di luar rumah mu
Yeong : ne, arraseo, sebentar.
Setelah membuka pintu terpampang jelas muka Jungkook yang menyimpan beribu ribu pertanyaan yang telah siap ia lontarkan kepada Yeong. Segera Yeong menyuruh Jungkook untuk masuk dan menyiapkan segelas jus, makanan ringan, serta camilan.
Kemudian Yeong duduk di depan Jungkook dan bertanya "apa yang ingin kau bicarakan? " setelah kata kata itu terlontar dari mulut Yeong keduanya tak saling berucap dan ruangan sangat sunyi. Sekian lama Yeong menunggu akhirnya Jungkook pun menjawab pertanyaan tersebut "dia.... Tadi..... Siapa?.... "
Kemudian Yeong menatap wajah Jungkook dengan pandangan datar. Ia pikir Jungkook ke mari untuk menjelaskan kejadian tadi.
Dengan kekecewaan yang ia miliki ahirnya Yeong pun menjawab nya "dia Daniel" respon yang di berikan Jungkook sangat cekatan dengan langsung menjawab "pacar kamu?"
Yeong : bukan!
Jungkook :lalu dia siapa?
Yeong : dia hanya sahabat ku
Jungkook : aku kira kamu pergi dari rumah karna kamu marah sama aku.... tapi ternyata lu malah jalan sama dia.... Heh....
Yeong : Jungkook! Maksut lu apa sih?
Jungkook : maksud gue? Kenapa lu jalan sama dia sedang kan lu ada masalah sama gue Yun-Yeong!
Jungkook :.......
Yeong : Jeon Jungkook, kenapa diam! Gak bisa jawabkan! Jelas jelas yang salah di sini itu lu! Kenapa lu selalu membuat gue seakan akan orang yang selalu buat masalah hah?!
Jungkook : TAPI SEMUA INI TUH GARA GARA LU YUN-YEONG!
Yeong : kenapa salah gue lagi?!
Jungkook :YA INI SEMUA SALAH LU, SEMUA INI BERAWAL DARI LU, COBA KALAU LU DENGERIN GUE! MUNGKIN GUE GAK BAKAN MARAH SEKARANG!
Di tengan perdebatan mereka turun hujan di luar dengan kencangnya hingga suaranya menenmbus dinding rumah Yeong
Jungkook : GUE MAU PENJELASAN LU YEONG!
Yeong : p.... pa.... Ye.... Yeong minta maaf, Yeong janji gak bakalan ganggu rapat papa lagi.... Ye.... Yeong min.... minta maaf pa....tolong jangan pukul Yeong l....lagi....ya pa.... berhenti.....bentak Yeong.....ya pa......
Ucapan Yeong sontak membuat Jungkook kaget bukan karuan, karena bukan jawaban ini yang ia inginkan..... Ini adalah masa lalu Yeong yang kelam..... Setelah ucapan Yeong di sertai tangisan tersebut terlontar ia terkulai lemas dan pingsan.
Dengan siaga Jungkook menggendong Yeong menuju kamarnya. Di dalam hati Jungkook berkata "apa dia adalah seseorang yang sangat rapuh dan memiliki masa lalu yang kelam?, maafkan aku Yeong aku membuatmu terluka berkali kali dan menangis saat berada di sampingku, aku hanyalah sampah!"
Dengan sangat sabar ia memberekan kamar Yeong yang tampak seperti kandang sapi tersebut. Ia mengambil kompres dan mengompres Yeong dengan penuh kesabaran.
Keesokan hari Yeong tersadar, setelah itu Jungkook membuat kan bubur dan menyuapi Yeong dengan penuh kasih sayang. Yeong hanya terkulai lemas dan hanya dapat menelan bubur yang Jungkook siapkan
LU GAK SUKA HANEUL?!
SAMA GUE JUGA!
MANGKANYA BURUAN LIKE + TAMBAH KOLEKSI BIAR HANEUL BURUAN PERGI! 😂😂