
Iseul menyusul langkah Tzuyu dengan cepat berkat bantuan kaki panjang miliknya. Ia mengejar Tzuyu hingga berhenti di depan bilik toilet wanita yang diyakininya didalamnya ada sosok Tzuyu yang sedang meluapkan emosinya.
Karena seluruh caffe sudah disewa oleh keluarga mereka, maka dengan bebas Iseul dapat masuk ke toilet wanita. Toh yang Didalam caffe hanya ada keluarga nya saja.
Dengan berdoa beberapa kali dan memantapkan hati untuk mengetuk pintu bilik toilet tersebut Iseul pun segera melakukannya.
Tok tok tok
"Tzuyu, kamu didalam kan? Please keluar sekarang, kamu bisa marah sama aku disini. Tolong jangan siksa dirimu di balik pintu bilik toilet ini" ucap Iseul dengan nada setengah bergetar.
Dibandingkan dengan adik kandung nya Mina, Iseul justru lebih akrab dengan Tzuyu. Dari kecil sebelum memiliki Mina, Iseul selalu bermain dengan Tzuyu, selalu menjaganya dengan sepenuh hati.
Sering kali Iseul memergoki Tzuyu tengah menagis di kamarnya. Tzuyu bukanlah seseorang yang mudah membagikan perasaan nya, ia juga tak ingin kesedihan nya terekspos oleh banyak orang.
Satu alasan kenapa Tzuyu sering mengis adalah, karena ia di bully oleh teman di sekolah nya.
Kenapa?
Karena dulu Tzuyu memiliki tubuh yang gendut. Sering kali ai mendapatkan cemohan karena tubuhnya yang sangat berisi.
Jika bisa memilih, Tzuyu juga tak ingin memiliki tubuh segempal itu. Sejak saat itu Tzuyu mulai melakukan olahraga dan diet yang terbilang cukup ketat.
Tidak makan karbohidrat, tidak makan makanan berlemak, menghindari semua jenis daging dan tidak makan lebih dari jam 7 malam.
Olahraga paling tidak 4 jam lamanya. Lari keliling lapangan 5 kali setiap hari, makan buah dan jus saat sarapan, makan siang dengan sayuran dan susu, makan malam hanya dengan jus.
Hingga sekarang Tzuyu sering kali melewati makanan yang menggidangkan daging berlemak agar menjaga bentuk tubuh indahnya.
Hanya Iseul yang tau penderitaan Tzuyu. Iseul mulai mengancam orang orang yang telah membully tubuh gempal milik Tzuyu. Lama kelamaan bullyan itu menghilang dan digantika oleh pujian usai turunnya berat badan Tzuyu dengan drastis.
"Kak, Tzuyu gak papa" balas Tzuyu sambil menahan tangisnya.
"Tzuyu keluar atau gue dobrak pintunya!" ancam Iseul.
Kriet...
Pintu terbuka perlahan dan menampilkan sosok Tzuyu dengan senyum tipis nya yang sangat manis.
"Jangan senyum! Jangan pura pura kuat!" bentak Iseul sembari mendekap tubuh Tzuyu di dalam pelukannya.
"Hiks"
Satu tetes air mata meluncur tepat di pundak kekar Iseul. Tampa dapat dibendung lagi Tzuyu membalas pelukan Iseul dengan erat dan menangis sekencang kencangnya.
Iseul mengusap lembut punggung Tzuyu untuk memberi nya sedikit kekuatan. Kuat diluar, lemah didalam. Mungin itu secercah gambaran untuk mendeskripsikan temtang Tzuyu.
"are you okay?" tanya Iseul lembut tampa berniat melepaskan pelukannya.
"I'm oke, i'm fine" jawab Tzuyu sambil melepaskan pelukanya dan tersenyum kearah Iseul.
"Wait! Kak make up ku luntur ya?" cemas Tzuyu sambil memegang wajahnya.
Iseul segera melepaskan ganggaman tangannya dan membalikkan badan kearah Tzuyu. Segera Iseul menangkup kedua pipi Tzuyu dan tersenyum manis.
"Tzuyu nya Iseul cantik kok, udah nanti kakak beliin kamu make up Dior deh" tawar Iseul.
"Really?" jawab Tzuyu dengan wajah berbinar.
"Ne! Yuk balik! Nanti kalau acaranya udah selesai kita ke mall" balas Iseul sambil memeluk pundak Tzuyu dan membawanya ketempat semua orang berada.
Mereka menyusuri jalan kemana arah para manusia ogeb tersebut berada. Tak ada niatan sedikit pun di hati Iseul dan Tzuyu untuk melepaskan genggaman tangannya. Yang ada malah genggaman tangan mereka semakin erat.
"Oppa Iseul sama nuna kok lama banget? Habis boker?" tanya Soobin polos.
"Kok muka nuna Tzuyu pucet? Liptint nya luntur ya?" tanya Nindya sambil menyodorkan liptint peach miliknya.
"Nggak usah, Nin. Gue bawa liptint kok, tapi di tas. Tadi tasnya ketinggalan jadi gak sempat pakai" tolak Tzuyu halus.
"Ceroboh banget, belum aja di tinggal papi sama mami udah kayak gini" ucap Suga yang langsung menancap di hati Tzuyu.
"Mami, Tzuyu mau pulang dulu sama oppa Iseul, sekalian oppa Iseul mau beliin Tzuyu make up. Nanti Tzuyu pulangnya ke apartemen bukan ke mansion. Ne?" balas Tzuyu tak menggubris ucapan Suga.
"Wae?" tanya Lea bingung.
"Lagi males aja, yaudah yuk, oppa! Gaja!" jawab Tzuyu setelah memoleskan liptint miliknya ke bibir indahnya dan menarik tangan Iseul untuk menjauh dari mereka semua.
"Kamu sih! Kenapa sih dingin sama anak sendiri!" Lea.
"Pasti Dior nih make up nya!" Nindya.
"Sejak kapan anak gue pakai make up?" Suga.
"Ye, dasar ogeb! Masak anak sendiri kagak tau!" Jungkook.
"Untung Iseul udah cari uang dewe... Aman dompet ku" Jin.
"bodo amat! Gue ngantok" Soobin.
"Kok nular anzeng?!" Beomgyu.
"Eh! Abang ngomong nya kasar! Bilangin boyok nih!" Luhan.
"Sana saksinya!" Sana.
"Nih 100rb! Bagi dua!"Beomgyu.
"Yey!" Luhan-Sana.