I Love You All

I Love You All
Antara aku, kamu, dan dia



Kamar rawat Yeong


"Yeong? Kamu gak papa?" tanya Azriel khawatir.


"Ne, bisa kau meninggalkanku di kamar sendiri? Aku butuh ketenangan." jawab Yeong dengan wajah sendu.


"Yeong, menangis lah sekeras mungkin! Luapkan segala emosimu! Ada aku di sini! Aku tidak akan meningggal kan mu, sayang"


Azriel mulai mendekat ke arah Yeong dan memeluk tubuh mungil Yeong dengan erat. Tercium aroma wangi rambut Yeong. Harum bunga lavender, bunga yang sangat Yeong sukai.


"Kenapa Jungkook tega melakukan itu padaku? Apa dia tidak pernah memikirkan perasaan ku?" tanya Yeong.


Yeong membalas pelukan Azriel sama eratnya. Beberapa titik kemeja yang di gunakan Azriel basah karena air matanya sendiri.


"Kau mau tahu alasanya?" balas Azriel.


Yeong hanya menganggukkan kepalanya lemah, pertanda ia memberikan jawaban


'ya aku ingin tau alasanya'.


"Karena dia buta! Bisa bisanya dia melepaskan wanita sesempurna dirimu hanya karena kau belum sempat memiliki anak! Kau hanya belum sempat memiliki anak saat itu! Bukanya tidak bisa memiliki anak! Toh itu semua bukan kehendakmu Yun-Yeong" jawab Azriel panjang lebar.


"Maafkan aku, tapi dari mana kau tahu marga asliku? Sedangkan mergaku saat ini adalah Jeon Yeong, istri dari Jungkook" tanya Yeong penasaran.


Azriel melepaskan pelukanya dari tubuh mungil Yeong dan menatap manik mata Yeong dengan intens.


Matamu masih sangat indah, aku masih sangat mencintaimu sama seperti dulu batin Azriel.


"Azriel? Hello? Aku sedang berbicara denganmu! Ah~" ucap Yeong kesal sambil memayunkan bibirnya.


Chup~


Satu ciuman singkat mendarat di dahi Yeong yang membuat nya membeku seketika tak percaya dengan apa yang telah terjadi kepada dirinya.


"Kau akan mengetahui nya secepat mungkin sayang, tapi tidak sekarang, karena kau masih terlalu lemah untuk semua ini" jawab Azriel sambil mencubit pipi Yeong.


"Aku akan membuat si brengsek itu meningggal kan mu, dan aku akan selalu menjagamu, sama seperti janjiku sebelumnya, dan anak ini.... Dia akan menjadi anakku" jawab Azriel sambil menunjuk kan senyuman ramahnya.


"Saat ini istirahat lah terlebih dahulu, aku akan menjamu di situ-" sambung Azriel sambil menunjuk sebuah sofa yang terletak tak jauh dari ranjang tempat tidur Yeong.


"Beritahu aku dulu apa maksud dari perkataan mu Azriel"


"Kau akan tahu, tapi tidak sekarang, untuk saat ini tidurlah atau aku akan menyuntikkan sebuah obat bius agar mulutmu berhenti berbicara" sambil tersenyum sinis.


"Oke, aku akan tidur! Jangan menyuntikkan obat bius, atau aku akan benar benar marah terhadapmu!" ancam Yeong.


Yeong segera menarik selimut nya hingga menutupi tubuhnya hingga menyentuh lehernya. Karena ia cukup takut dengan ancaman yang Azriel berikan kepadanya.


kau sangat lucu! Sungguh kau tak pernah berubah, semoga saja cintamu padaku juga tak pernah berubah batin Azriel sambil tersenyum manis menatap tubuh Yeong yang membelakangi nya.


aku akan mencintaimu untuk selamanya, dan tidak akan pernah berubah.


Azriel mulai menutum matanya perlahan dan telah masuk ke alam mimpi. Begitupun dengan Yeong yang saat ini sudah tertidur pulas. Jungkook? Sudahlah lupakan! Memang saat ini dia memikirkan Yeong? Atau malah mengejar Natasya? Entah lah



Hayo ini sapa hayo.... Iya ini gue!! Gak usah hujad gak usah hujad, ini ciptaan Tuhan....


Ini abang gue ya get, jan keget, gue tau mereka ganteng jan ini ya zheyeng




Gak usah salfok sama kucing gue, jan salfok sama lidahnya get



Terahir sama oppa kookie ya I Love You ARMY-BTS