I Love You All

I Love You All
Bidadari



Like jan lupa


•typo bertebaran


•like dulu


•banyak kebobrokan penulis


•komen get


•LIKE dulu get


•satu like kalian membawa dampak besar bagi semangat penulis


•udah belum like nya?


•yaqin?


•oke deh, happy reading



"Pada saat itu kau sedang berada di bar bersama beberapa kawanmu, entah mengapa ada beberapa orang yang datang dan membawa mereka semua pergi. Aku melihatmu sendirian di sana, aku tak tega dan membawamu ke dalam apartemen ku agar kau dapat beristihahat dan aku menidurkanmu di atas ranjang ku. Saat itu aku hendak keluar dari dalam kamarku untuk tidur di ruang tamu tak kusangka kau menaik ku dan melakukan hal itu kepadaku anunu get. Setelah itu kau tertidur pulas, aku hanya meratapi kebodohanku telah membawa mu kemari sehingga aku meminta anak buahku untuk mengantar mu pulang dengan berbekal alamat dari KTP milikmu."


Natasya menjeda kalimatnya untuk mengambil oksigen karena terlalu banyak berbicara sedari tadi. Tak lama ia mulai menarik oksigen dan bercerita kembali.


"Tak kusangka setelah beberapa minggu aku mengetahui bahwa aku tengah hamil seorang anak. Jujur saat itu kondisiku sangat hancur, aku berusaha untuk mencari mu tapi tak kunjung menemukan mu. Higga saat aku mendengar ucapan tuan Jungkook yang ingin memiliki anak, aku memiliki ide agar aku bisa membuat anak yang aku kandung memiliki seorang ayah. Jungkook sudah memberi tahuku resiko nya sejak awal, dan akupun telah menerima nya. Tapi entah mengapa semakin kesini aku semakin berambisi mendapatkan nya. Sampai aku mendengar ucapan noona Yeong, aku malu dengan diriku sendiri, maafkan aku, ini semua terjadi karenaku" sambung Natasya.


Dengan sekejap mata, Yeong langsung memberi kan senyum indahnya dan memeluk tubuh Natasya lekat sambil mengelus pundak Natasya.


"sudahlah tak apa, jangan sedih. Aku sudah memaafkan mu, toh ini semua bukan salahmu sendiri" jawab Yeong.


Setelah menyelesaikan kalimatnya Yeong pun melepaskan pelukanya sambil tetap menunjuk kan senyum manisnya seolah tak pernah terjadi apa apa.


"Apa kau manusia?" tanya Natasya.


"Kau fikir aku Jin?" balas Yeong.


"Kenapa kau membawa bawa namaku?!" sewot Jin.


"Apa sih lu! Ganggu deh!" jawab Yeong dengan nada sok angkuh.


"Sapa sih yang bacot? Tauk ah gue mau cari my anak and my bojo" balas Jin sambil berjalan keluar dari ruangan tersebut.


"Bazot deh qamu, ini anak lu mau di


begimanaain?" sambar Yeong.


"Itu beneran anak gue?" tanya Namjoon dengan nada tak percaya.


"Bukan! Itu anak Jin!" bentak Yeong.


"Jin lagi, Jin lagi! Gue kapan punya anak jazik!" protes Namjoon geram.


"Entar kalau lu udah nikah!" jawab Yeong.


"Emm, tapi ini udah jadi janinnya" sambar Natasya sambil tersenyum linglung


"Eh iya, maap gue lupa, pokoknya Namjoon! Sekarang lu kudu nikahin dia!" pinta Yeong yang terkesan memaksa.


"Seminggu lagi gue bakalan kawinin lu" ucap Namjoon sambil tersenyum manis kearah Natasya.


"Makasih" jawab Natasya malu malu anjing.


"Sama sama by" balas Namjoon.


"By? By itu bukanya pig ya?" kini Suga yang buka suara.


"Pig itu bukanya warna kesukannya bang Jin ya?" sambar Hoseok.


"Itu pink sayangku...." jawab Haneul geram.


"Pink itu bukanya–" ucapan Jungkook terpotong.


"Lu ngomong lagi gue gundulin rambut lu!" ancam Aleta.


"Jangan dong, entar suami gue gak gans lagi" bela Yeong.


"Yeong, kau memaafkan ku?" tanya Jungkook dengan mata berbinar.


"Aku akan memaafkan siapa pun asal alasan yang ia punya jelas dan terkesan tidak mengada ngada, dan aku akan membenci siapapun yang tidak memiliki alasan kenapa ia melakukan sebuah kesalahan" balas Yeong sambil menampilkan senyuman manisnya.


"saat ini aku benar benar meragukan apa kau benar benar manusia atau bukan, kau bagai bidadari dengan hati seputih mutiara" puji Jungkook.