I Love You All

I Love You All
Inti ²



Jungkook kembali menatap wajah Yeong. Hatinya seperti teriris saat melihat Yeong yang begitu pucat. Jungkook segera berjongkok di hadapan Yeong berharap dapat melihat manik mata Yeong yang sangat indah seperti bulan.



Jungkook : Yeong..... maaf kan aku, aku-aku sungguh menyesal, aku minta maaf.



Yeong yang mendengar semua kata maaf yang terlontar dari mulut Jungkook hanya diam. Dirinya ingin memaafkan, tapi ia takut untuk tersakiti lagi dan lagi. Yeong pun segera buka suara tanpa melihat manik mata Jungkook yang mengsiratkan kesedihan yang mendalam serta penyesalan tiada henti.



Yeong : menyesal?, kau menyesal Jeon Jungkook? Setelah melakukan semua nya kau menyesal? Iya? Setelah satu apartemen dengan Haneul kau menyesal? Heh.... Kau terlalu naif, setelah semua yang kau lakukan.



Yeong.


Aku ingin memaafkan mu. Tapi aku tak ingin hati yang selama ini telah hancur kembali hancur menjadi berkeping keping. Sudah cukup semua ini. Aku tak ingin tersakiti lagi. Aku ingin merasakan kebahagiaan. Kenapa? Kenapa alam tak adil kepada ku?



Setidaknya itu lah yang ada dalam hati seorang Yun-Yeong. Jungkook memang terlalu naif dan egois. Seandainya diri nya meminta maaf kepada Yeong pada waktu itu dan tidak pergi ke kelab pasti semua hal ini tidak akan terjadi.



Jungkook : iya aku naif, jika itu yang ada dalam pikirkan mu biarkan! Tapi semua yang terjadi sungguh tak seperti itu. Ku mohon berikan aku kesempatan....



Mata Yeong berkaca kaca. Dan dengan sekali pukulan batu kaca tersebut telah pecah menjadi sungai kecil yang mengalir cukup deras yang lewat begitu saja dari pipi indah milik Yeong. Daniel diam, bukan tak ingin membantu, tapi dia yakin bahwa kedua manusia tersebut butuh waktu. Daniel bahkan membujuk Namjoon untuk diam dan mendengar kan semua penjelasan Jungkook. Saat sungai turun dari pelupuk mata Yeong tiba tiba pintu terbuka dengan amat kencang nya.



Dari daun pintu tersebut menampak kan sosok perempuan yaitu "Haneul". Ia mendekat ke arah Yeong dan memberikan tamparan di pipi kiri Yeong.




Setelah itu Haneul pergi. Daniel dan Namjoon pun langsung memeluk Yeong. Pipi Yeong serasa perih, panas dan sakit. Daniel memeluk tubuh Yeong dengan kuat begitu juga dengan Namjoon. Jungkook hanya diam semua yang terjadi terlalu tiba tiba. Semua ucapan Haneul benar. Wanita di mata Jungkook hanya lah sebuah MAINAN dan apa bila sudah bosan harus segera di ganti. Tapi Yeong berbeda di mata Jungkook. Yeong hanya lah satu limited edition yang tak akan pernah ada di mana pun. Yeong sudah jengah dengan semua ini. kata kata terhir Haneul terus berputar di kepalanya.



Yeong : Jungkook kau di persilahkan pergi.


Jungkook : aku butuh maaf mu Yun-Yeong.....


Yeong : maaf butuh waktu Jeon Jungkook. Dan sekarang aku tak ingin melihat mu. Pergi!


Jungkook : Yeong ku mo-


Yeong : aku bilang PERGI! Apa kau tuli?!


Daniel : Yeong..... Tenang kan diri mu ya?


Namjoon : Jungkook seperti nya kau mendengar jelas ucapan Yeong!



Tak sampai Jungkook pergi Yeong pingsan. Semua yang di ruangan tersebut seketika panik. Daniel langsung membopong tubuh Yeong dan memasuk kan nya ke dalam mobil.



Daniel : Jungkook kau ikut pergi, jelaskan semua nya pada Namjoon saat di rumah sakit.



Namjoon segera menyetir. Jungkook duduk tepat di sebelah Namjoon. Yeong berada dalam pelukan Daniel. Sampai di rumah sakit Yeong segera di rawat di kamar VVIP. Jungkook menceritakan semua nya kepada Namjoon. Dengan cerita Jungkook Namjoon percaya. Mereka selama beberapa tahun bersama jadi tidak mungkin Jungkook membohongi Namjoon. Walau Jungkook berbohong Namjoon juga akan mengetahui nya.