
Pagi ini Jungkook terbangun di atas kasur nya, Jungkook mendapatkan sebuah notifikasi dari Manager nya yang berisi kabar bahagia bahwa Jungkook mendapatkan libur panjang selama dua bulan kedepan dan memintanya untuk mempersiapkan diri guna lagu solo terbaru milik Jungkook. Jungkook merasa sangat gembira dan memutuskan untuk pergi ke supermarket terdekat untuk membeli bahan masakan serta makanan siap saji.
💜Sesampainya di supermarket
sebaiknya aku membeli bahan masakan serta makanan siap saji yang bwanyak, atau aku membeli tiket konser IU, ani! Aku akan rebahan hingga liburan selesai.
selesai mengambil makanan siap saji Jungkook melanjutkan mengambil bahan masakan, tiba tiba Jungkook tak sengaja menyentuh tangan seseorang.
Segera ia membungkukkan badannya di depan orang tersebut yang diyakininya adalah seorang wanita "mianhae, saya tidak sengaja"
"Ani! Tidak apa-apa, bukan masalah besar" wanita tersebut menjawab ramah dengan senyum manisnya.
Tak lama setelah mendengarkan jawaban yang ia inginkan, Jungkook mulai menegakkan badannya. Matanya membulat sempurna melihat wanita yang di depannya adalah Yeong dengan pakaian kasual berwarna coklat susu yang tampak sangat indah dipakainya. Sama halnya dengan Yeong yang saat ini tengah menatap takjub kearah Jungkook yang tampak menawan dengan setelan serba hitam, jangan lupakan masker yang ia kenakan.
"Jung-" tangan besar Jungkook membekap bibir mungil Yeong dan membuat ucapan Yeong terpotong.
"Ani, jangan disini, bisa-bisa aku diserbu oleh ibu-ibu yang sedang berbelanja" panik Jungkook sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk memastikan tidak ada yang melihatnya.
"Oke, Kookie oppa?" tanya Yeong dengan hati-hati setelah melepas bekapan tangan Jungkook.
"Seperti itu juga boleh"
Setelah mendapatkan persetujuan Yeong mulai memilih beberapa bahan lagi untuk bahan masakannya di rumah. Secara tidak sengaja, mata Yeong menatap troli belanja Jungkook yang hampir di penuhi oleh semua makanan instan dan siap saji.
"Kembalikan makanan siap sajinya" ujar Yeong singkat sembari menaruh keranjang bawaannya ke dalam troli Jungkook.
"Ne? Ada apa?" wajah bingung Jungkook tergambar jelas setelah mendengar ucapan Yeong.
"Ayo, bantu aku mengembalikan semua makanan instan dan siap saji ini" titah Yeong yang sedang mengembalikan semua makanan instan tersebut.
"Eh aku membeli ini semua untuk persiapan libur 2 bulan"
"Jadi?"
"Jadi... Selama 2 bulan tidak akan ada yang memasak untukku" ucap Jungkook dengan wajah memelas.
"Dasar tidak sehat, selama dua bulan aku akan memasakkan makanan untukmu, sekarang bantu aku mengembalikan ini semua, nanti kita akan belanja semua keperluan memasak"
"Jinjja? Yeong baik sekali sama Kooki, Saranghae Yeong" balas Jungkook sembari memeluk erat tubuh Yeong sehingga, memberhentikan gerakan Yeong. Tak lama Jungkook segera melepas pelukannya dan mulai membantu Yeong untuk mengembalikan semua makanan instan tersebut.
Setelah mereka membeli bahan masakan, mereka berdua pun pulang ke rumah Jungkook karena Yeong mulai hari ini hingga dua bulan ke depan akan menjadi koki dari Jungkook, tapi Yeong juga sadar ia harus bekerja, sebisa mungkin Yeong membagi waktu yang ia punya.
"kau ingin makan apa?" tanya Yeong yang tengah menata semua bahan masakan di dapur dan akan mulai memasak.
"terserah, apapun akan ku makan karena itu buatan mu"
Yeong mulai bergerak gesit di dapur dan memotong sayuran yang akan di masaknya untuk Jungkook. Tak membutuhkan waktu lama semua sayuran telah selesai di potong, Jungkook datang menghampiri Yeong yang tengah sibuk mencuci sayuran. Yeong kembali dengan sayuran bersih di tangannya dan mulai membuat makanan di atas kompor.
(Author gak bisa masak, mon maap ye)
Setelah beberapa saat menumis Jungkook berjalan mendekat ke arah Yeong dan melingkarkan tangannya ke pinggang Yeong. Sontak saja membuat Yeong kaget dan berhanti menjalankan aktivitasnya beberapa saat, wajah Yeong mulai memerah menahan rasa malu.
"A-apa yang kau lakukan Jungkook oppa?" tanya Yeong gugup sembari melanjutkan aktivitas memasaknya.
"Memeluk mu, agar kau tidak lepas" balas Jungkook santai.
"Kau pikir aku kucing?!" sewot Yeong setelah berhasil menetralkan detak jantungnya.
"Lanjutkan saja memasaknya, aku sudah sangat lapar"
"Oke" Yeong mempercapat masakannya setelah mendengar ucapan Jungkook meskipun masih terdapat dua pasang tangan yang melingkar di pinggangnya.
Setelah masakan selesai Yeong langsung menyiapkan makanan di atas meja makan dengan rapi, mereka pun makan bersama , mengobrol, bercanda, dan setelah melakukan semua itu mereka memutuskan untuk menonton CD horor yang di miliki Jungkook. Yeong bukanlah sosok seseorang yang penakut namun dia adalah sosok seseorang yang mudah terkejut. Alhasil selama mereka menonton film horor milik Jungkook tersebut Yeong selalu mendekatkan diri nya ke Jungkook untuk menghindari kalau dia akan terkejud dan terpental ke belakang.
Setelah menonton Jungkook mengeluarkan gawai (handphone) miliknya dan meminta Yeong mengisi nomer telephone nya di gawai milik Jungkook setelah selesai, tak lama kemudian handphone Jungkook manerima notifikasi dari pria yang di beri nama kontak 'hyung bantet'
hyung bantet
Bersihkan rumahmu, amankan semua barang berharga, karena kita akan pergi kerumahmu.
Saat itu Jungkook pun langsung membersihkan rumahnya yang masih sangat bersih, Yeong yang menyaksikan Jungkook dari dapur saat sedang mencuci peralatan makan dan memasak marasa bingung akan kelakuan Jungkook karna ia terus bolak-balik, dan memutari semua tempat.
Akhirnya ia pun memutuskan menanyakan pada Jungkook kenapa ia melakukan hal seperti itu dan Jungkook pun menjawab bahwa hyung hyung nya member BTS akan datang ke rumahnya.
Yeong pun heran dan berkata "tapi rumahmu baru selesai aku bersihkan"
Jungkook pun tersenyum dan menjawab "aku tidak sedang membersihkan rumah, aku sedang menata barang barang berharga dari Namjoon"
satelah Jungkook berkata seperti itu mereka pun tertawa bersama. Karena Yeong sangat tau, barang apapun yang dipegang Namjoon akan berakhir mengenaskan, Namjoon sangat pintar, tapi tangnanya.... Kumohon jauhkan semua barang berharga kalian dari pria tampan yang satu itu jika tak ingin barang kalian cacat