I Love You All

I Love You All
Duar!



"Kak, turun yuk! Kak Iseul udah masak dibawah, kakak mau bantu nggak di bawah?" tawar Victoria dari arah luar kamar.


"Nggak dulu deh, suruh aja Nindya yang bantuin biar dia pinter masak" jawab Tzuyu sambil manata pakaian dan alat make up nya.


"Oke, Victor turun ya"


"Iya, sana bantuin kakak Iseul"





Setelah semua selesai makan kini saatnya mereka membersihkan alat makanan dan ada beberapa yang sudah duduk tenang di depan ruang keluarga sambil menonton layar kaca yang tengah menampilkan film horor. Nindya dan Tzuyu yang baru saja membersihkan semuanya ikut duduk bersama sambil menikmati film tersebut. Tzuyu duduk di dekat Iseul sedangkan Nindya duduk di dekat Soobin.





"Argh, punggung ku capek.... Kak Beomgyu sih gak bolehin aku nyender! Sana capek" rengek Sana akibat lelah karena posisi duduk yang lama hampir 2 sampai 3 jam.


"Sana, mau es cream nggak? Kak Tzuyu beliin sekalian mau ke mini market" tawar Tzuyu guna meredamkan rengekan Sana.


"MAU!! BELIIN YANG BANYAK YA KAK!" teriak Sana gembira.


"Oke" balas Tzuyu singkat.


"Gue juga mau dong kak~" pinta Beomgyu.


"Oke"


"Tzuyu, gue bareng ya. Mau beli bahan masakan sekalian, gue juga bosen di mansion, yuk! " ucap Iseul sembari mengambil kunci mobil dan berjalan mendahului Tzuyu.


"Kalau bosen bunuh diri aja sono! Enak bisa jalan jalan" balas Beomgyu pelan dengan nada kesal namun langsung mendapatkan timpukan dari Mina.


"Abang gue itu! Entar kalau dia bunuh diri gue gak ada BANK berjalan dong~ gimana sih! Gak gak canda" timpal Mina sambil menyelipkan beberapa humor dalam kata katanya.


"Sadis lu sama kakak sendiri! Huh! Mau dipecat jadi adik lu?!" sewot Mirra sambil menggeleng gelengakan kepala sok dramatis.


"Yuk!" ajak Tzuyu yang sudah selesai bersiap siap.





Sungguh sangat sunyi. Mobil mewah berwarna hitam telah berjalan membelah jalan dengan kecepatan yang amat gila, dengan suasana canggung Iseul beberapa kali berdendam agar mobil tak lagi sepi.


"Dek, gue minta maaf ya buat kamar lu. Jujur dari awal gue tau itu salah, gak seharusnya gue ganti design kamar lu se-enak jidad gue. Sorry ya dek, tapi dek serius kamar lu.... Gak kayak cewek" suara Iseul memecah keheningan.


"Terus kayak apa? Bencong? Iya?" balas Tzuyu dengan nada menyindir.


"Ya gak gitu juga sih, cuman ya gitu. Ah udahlah, percuma gue ngomong sama lu, ujung ujungnya gue juga yang kalah" Iseul frustasi dan berhenti untuk berbicara.


"Bagus deh lu nyadar, lumayan suara gue kehemat" ucap Tzuyu cuek.


** ngantuk gue, mana masih jauh lagi. Mau minta gantiin dianya masih marah ama gue. Bomat lah jalan sepi ae lho, merem bentar gak papa kalik ya*. Batin Iseul.


"Kak, nyalain musik lu dong, idup sunyi amat kek kuburan" Tzuyu yang merasakan dingin nya kesunyian meminta, tidak! Memaksa lebih tepatnya untuk Iseul menyalakan musik nya tampa mengalihkan pandangannya dari kaca samping kirinya.


" kacang ni bocah, WO- JAN MEREM WOI! LAGI LATIAN SIRKUS LO! BANGUN GAK?!" Tzuyu berteriak histeris sambil memukul tangan Iseul agar terbangun dari tidurnya.


Iseul yang kaget akan teriakan Tzuyu pun membuka matanya dan mobil orleng tak terkendali. BRAK! Suara keras terdengar dari depan mobil Iseul, wanita cantik telah tergeletak di depan mobilnya dengan darah segar mengalir di beberapa bagian tubuhnya.


Jangan lupa like, and komen. Tak kasih bonus dari santi, eh salah santa maksudnya. Selamat liburan semuanya.


LOP YU