
_Jungkook_
Saat aku selesai mengantar assistenku, akupun memutuskan untuk kembali kerumah untuk melihat kondisi Yeong.
Aku tidak perduli dia marah kepadaku karna, aku tau meskipun ia marah, ia tidak akan sampai meningggalkan rumah, mungkin Yeong hanya mendiamkanku beberapa saat lalu kembali berbicara kepadaku.
Aku cukup kaget saat memasuki perkarangan rumah, kerena sepanjang mataku memandang aku sama sekali tidak menemukan mobil Yeong terparkir.
Segera aku memarkirkan mobilku dan berlari sekuat mungkin untuk masuk kedalam rumah. Hanya ku dapati beberapa pengurus rumah tangga tampa melihat sosok Yeong.
Aku pun memutuskan untuk bertanya keberadaan Yeong kepada pelayan tersebut.
"Bi, Yeong udah pulang belum?" tanyaku.
"Maaf tuan, nyonya Yeong masih belum kembali sejak ia keluar untuk berbelanja tadi" jelas pelayan tersebut.
"Oh, oke"
Aku segera berjalan ke lantai dua dan duduk di atas kasur serta mengeluarka handphone ku dari dalam saku celana.
Aku mencoba untuk menghubungi Yeong, tetapi Yeong tidak mengangkat nya. Akupun mengirimkan pesan kepadanya, namun tidak kunjung di balas.
Perasaan khawatir ku mulai memburu, perasaan ku mulai tidak tenang, aku merasakan ketakutan saat ini, aku tau aku salah, aku akan minta maaf kepadanya, tapi tolong kembalikan Yeong kepadaku terlebih dahulu.
Aku memutuskan untuk pergi ke rumah Daniel dengan harapan bahwa Yeong ada di sana.
Beberapa saat kemudian aku telah sampai di rumah Daniel. Segera aku memarkirkan mobil dan turun serta segera mengetuk pintu rumah Daniel.
Pintu pun terbuka sedikit demi sedikit dan menampakkan seorang pria bertubuh atletis yang tengah menggunakan baju santai namun terlihat sangat mewah.
"Jungkook? Kenapa kau kesini?" tanya Daniel Hyung heran.
"Hyung, apakah Yeong ada di sini? Karna Yeong tidak ada di rumah." jawabku
"Tentu saja tidak, Yeong hanya merajuk karna aku tidak mengizinkannya pergi makan malam bersama teman temannya" ucapku berbohong.
"Oh seperti itu" balas Daniel Hyung mengerti.
"Baiklah jika Yeong tidak ada di sini aku akan pergi dan mencarinya di tempat lain, aku permisi Hyung" jawabku sambil meninggalkan Daniel dan berjalan menuju mobilku.
"Berhati hatilah, dan segera temukan adik kesayangan ku, jangan pernah kau sakiti dia, karna dia sudah rapuh"
Akupun hanya menganggukkan kepalaku tanda aku memberikan jawaban 'ya' sambil menampilkan senyuman ku.
Kemana kau pergi Yeong, aku minta maaf karna telah menyakitimu hanya demi seorang jalang, maafkan aku, aku mohon kembalilah.
Tampa dapat ku bendung jatuhlah air dari pelupuk mataku yang perlahan namun pasti mulai membasahi pipiku lalu menetes sedikit demi sedikit ke bajuku.
"ARGH!! KENAPA AKU SEBODOH INI?!! AKU MENGINGKARI SEMUA JANJIKU KEPADAMU!! MAAFKAN AKU!!"
Aku berteriak sekeras mungkin sambil memukul kemudi mobilku kuat guna menyalurkan emosi. Aku membanting kemudi mobilku ke sebelah kanan dan memutuskan untuk berhenti sejenak.
Karna aku tau, berkendara sambil menagis dapat menyebabkan kecelakaan fatal, aku tak ingin meninggalkan Yeong sendirian secepat ini.
***Jungkook enaknya di apain nih? Plin plan banget jadi orang, pingin tak nikahin aja deh.
Judulnya nyambung sama judul yang kemarin ya...
ARMY jangan lupa like nya ya biar makin semangat aku up nya ya.... I Love You All ARMY-BTS
Kalau mau bisa follow Instagram aku @meylianariski, yaa***