I Love You All

I Love You All
Menunggu



Suasana Mansion milik Jungkook telah sangat amat ramai. Bagaimana tidak saat ini semua keluarga dari Bangtan telah berkumpul manjadi satu untuk mengantar keberangkatan semua orang tua mereka dengan menggunakan transportasi pesawat pribadi milik Jungkook.


Haya tinggal dua orang yang belum tiba, yaitu Iseul dan Tzuyu. Semua orang telah menunggu mereka berdua dari satu jam yang lalu, tetapi hingga saat ini belum ditemukan betang hidung mereka berdua.


Terpampang raut wajah suram dari mereka semua, mulai dari yang masih mengantuk, karena jujur ini masih jam 2 dini hari, Wajah memelas minta diberi sumbangan, wajah ngebet pen boker :), dan wajah suram karena menunggu terlalu lama.


"Kak Mirra~ Mina capek nungguin oppa Iseul dari tadi gak dateng dateng~" rengek manja Mina.


Sedangkan Mirra hanya berdiam diri dan tak membalas rengekan dari Mina. Dengan perasaan kesal Mina pun menatap kearah Mirra yang duduk tak jauh dari tempatnya. Benar saja Mirra tak menjawab, ternyata ia tengah tertidur dengan nyeyak di atas paha Soobin sambil memeluk perut six pack milik lelaki tersebut, keduanya telah tertidur sangat pulas. Mina pun hanya mengerucutkan bibirnya sampai terlihat sangat imut.


"Sini" ucap Yeonjun singkat sembari menatap kearah Mina.


"Kemana? Kan Mina gak bawa helm, Mina kan bawa mobil" tanya Mina polos dan tak mengerti dengan ucapan Yeonjun.


Sedangkan Yeonjun masih menatap Mina sambil menepuk nepukkan pundak sebelah kanannya untuk mengisyatkan kepada Mina. Tiga detik berlalu dan Mina sudah mengerti dengan isyarat tersebut lalu berjalan mendekati Yeonjun. Segera Mina duduk di samping Yeonjun dan menggenggam lengan Yeonjun erat sembari meletakkan kepalanya di atas pundak Yeonjun yang kekar.


"Gue tidur di sini nggak papa kan? Udah ngantuk banget" tanya Mina memastikan.


Yeonjun hanya menganggukkan kepalanya dua kali pertanda bahwa Yeonjun telah menyetujui nya. Setelah Mina mendapatkan posisi nyamannya segera Yeonjun meletakkan kepalanya di atas kepala Mina. Wangi vanilla, sangat harum. Itulah yang tercium oleh indra penciuman milik Yeonjun. Tak lama mereka berdua pun mulai terlelap bersama.


"oppa, Luhan sama Sana ngantuk, pen tidur..." rengek Sana.


"Kalian tidur dulu aja ke kamar, nanti kalau oppa Iseul sama nuna Tzuyu udah dateng oppa bakalan bangunin kalian" balas Beomgyu sambil mengacak acak rambut terurai Sana dengan gemas.


"Hmm, bantuin" pinta Luhan dengan keadaan setengah tertidur.


"Hmm" balas Sana sambil membopong Luhan menuju kamar mereka berdua yang tak terlalu jauh dari ruang keluarga.


Mata Beomgyu mulai berkeliaran menyusuri setiap jengal dalam ruang keluarga tersebut. Mata Beomgyu berhenti tepat saat menemukan sosok Victoria yang tengah menahan rasa kantuknya.


Beomgyu berjalan kearah Victoria dengan langkah pelan agar tidak membangunkan semua orang yang telah tertidur. Setelah sampai di tempat Victoria, Beomgyu mulai duduk di sebelah nya dan memeluk tubuh Victoria agar dapat tertidur nyeyak. Victoria pun membalas pelukan Beomgyu untuk mendapatkan kehangatan dari tubuh Beomgyu, perlahan mata Victoria telah tertutup rapat dan pelukan tangannya mulai melemas dan jatuh begitu saja. tapi tidak halnya dengan tangan Beomgyu yang masih tetap memeluk Victoria erat.








Cahaya lampu mobil mendobrak masuk melalui jendela kaca dengan keadan tirai terbuka lebar. Cahaya merembet masuk kemata semua orang yang tengah tertidur, mau tak mau mereka pun harus membuka matanya dan terlihat lah mobil sport berwarna hitam milik Iseul telah terparkir dengan epicnya. Setelah mobil terparkir turunlah Iseul dan Tzuyu secara bergantian dan berjalan lurus menuju pintu mansion tersebut.