
Setelah beberapa saat seorang dokter masuk ke dalam ruangan tersebut beserta kedua orang tua Yeong. Jungkook dengan reflex pun langsung melepaskan pelukan nya terhadap Yeong.
"Maaf kan saya, namun kondisi psikis nona Yeong lebih parah dari pada perkiraan. Nona Yeong harus di rawat di rumah sakit yang special untuk sementara" ucap dokter tersebut.
Dokter tersebut langsung memberikan secarik kertas yang ia bawa beserta bulpoint nya kepada orang tua Yeong.
"Ini tidak akan lama, mungkin hanya tiga sampai satu bulan, kalian bisa sering bertemu dengan nya, dan saya mohon tanda tangani surat ini tanda bahwa kalian setuju."
Orang tua Yeong langsung menandatangani surat tersebut dan mengembalikan surat tersebut kepada sang dokter. Segera dokter ke admin rumah sakit guna membicarakan kepindahan Yeong, dan hanya menyisahkan Jungkook, Yeong, beserta kedua orang tua Yeong.
Jungkook hanya tertunduk lemas mendengar semua itu. Tubuh nya berusaha keras menopang agar tetap berdiri tegak, hati nya serasa berhenti sesaat, tampa di sadari air mata yang tadi nya telah hilang kini muncul kembali ke permukaan.
"Sekarang Yeong tak sempurna seperti dulu, saat ini kau bisa memutuskan apakah masih tetap ingin bersama nya atau pergi mencari yang lain"
ucap appa Yeong sambil menenangkan istri nya yang tengah menangis tersedu sedu setelah mengetahui seluruh fakta tentang tubuh Yeong yang amat terguncang baik luar maupun dalam.
"Saya akan selalu berada di sisi Yeong, bahkan saat ia tak sempurna atau kehilangan semua nya. Saya tidak akan meningggal kan Yeong di saat ia berada dalam kondisi paling terpuruk." ucap Jungkook tegas.
Appa Yeong terbelalak mendengar semua ucapan Jungkook. Karna ia berfikir, bahwa seseorang yang tidak sempurna akan selalu di tinggal kan. Itu lah alasan kenapa selama ini orang tua Yeong menginginkan kesempurnaan dalam kedua diri anak nya tersebut.
"Baiklah, semua penilaian ku pada mu salah, kau adalah seseorang malaikat yang menjaga princess ku, aku mengizinkan mu untuk menikahi Yeong."
Jungkook segera menuju ke tempat tidur Yeong dengan gesit. Menatap Yeong bahkan dapat membuat hati serasa di pukul dengan keras, sangat sakit.
Yeong saat ini tidak tertidur bahkan saat ini ia sedang duduk dan membuka matanya dengan lebar. Namun mata tersebut mensiratkan kesedihan, kelemahan, hilang harapan dan ketersengsaraa. Tampa arah mata tersebut memandang. Entah kemana sosok Yeong yang selama ini selalu membuat senyuman indah. Yeong yang saat ini 180° berbeda dengan Yeong yang seperti biasanya.
Jungkook menyentuh pundak Yeong lebut sambil berkata....
"Yeong..... kau dengar bukan? Bahwa appa telah menyetujui pernikahan kita"
Jungkook menaham dengam sangat air mata yang telah mendobrak turun dari kelopak mata nya tersebut. Sekuat tenaga Jungkook berusaha agar tidak menangis dan melanjutkan kalimat nya.
"Yeong... To-tolong jawab aku, kau-kau membuat ku se-sedih, setelah ini aku-aku berjanji akan se.... Lalu menjaga mu sepenuh hati.... aku tak akan membiar kan mu menangis, kecuali menangis kebahagiaan."
Jungkook tak sanggup menahan semua air matanya. Suara nya parau dan dapat membuat seseorang yang mendengar nya akan menangis dan dapat merasakan kesedihan yang Jungkook alami.