
Setelah melihat itu semua Namjoon langsung meminta seseorang untuk menyiapkan pesawat pribadi nya, tak lupa ia menelepon dokter kepercayaan nya untuk merawat kondisi Yeong sekarang yang amat terlihat kasihan
Namjoon : Yeong.... setelah ini gak bakalan ada orang yang nyakitin kamu.... aku janji....
Namjoon mengelus rambut Yeong dengan penuh kasih sayang dan ke kehawatiran. Tak lama dokter kepercayaan Namjoon pun datang dan melihat kondisi Yeong. Setelah ngecek kondisi Yeong dokter itu pun berkata bahwa "saat ini pasien hanya syok berat dengan kejadian yang di alami nya, pasien hanya butuh istirahat total dan seseorang yang mampu melindungi nya. Itu saja" dokter itu mengambil kertas dan menulis kan sesuatu di atas kertas putih itu "ini obat untuk jaga jaga jika nanti ia demam". Namjoon segera berterima kasih dan mengantar dokter tersebut untuk keluar.
Setelah lima belas menit berlalu akhirnya Namjoon mendapatkan telepone yang mengatakan bahwa pesawat pribadi nya telah siap. Namjoon langsung mengemasi barang Yeong, serta beberapa baju di koper Yeong. Setelah selesai berkemas ia memasuk kan 3 koper Yeong ke dalam bagasi mobil. Setelah semua tertata rapi ia menggendong Yeong yang tengah tertidur dalam kegelisahan dan kesedihan yang mendalam dengan penuh hati hati dan kasih sayang ke dalam mobil nya. Namjoon pun langsung melajukan mobil nya ke rumah Namjoon yang sangat luas serata mewah.
Bagaimana tidak luas, di situ ada sebuah pesawat sedang menunggu penumpang nya, yaitu Namjoon dan Yeong. Setelah mobil Namjoon terparkir di bagasi mobil ia segera meminta seseorang untuk mengambil barang yang ada di dalam mobil. Untuk barang Namjoon sudah tertata rapi di pesawat. Namjoon segera menggendong Yeong menuju dalam pesawat.
Namjoon menaruh Yeong dengan sangat hati hati dan penuh dengan kasih sayang. Namjoon pun langsung duduk di sebelah Yeong dan meyandarkan kepala Yeong ke badan Namjoon. Dengan segera ia memeluk Yeong dari samping. Perintah Namjoon sagera menyuruh untuk menerbangkan pesawat ke New Zealand. Namjoon memiliki sebuah perusahaan di sana, ia membawa Yeong ke sana karna ia tak ingin hati Yeong tersakiti lagi oleh lelaki brengsek itu, yaitu Jeon Jungkook.
Karna setiap Yeong menangis hati Namjoon pun akan terasa perih karna, di hati Namjoon yang paling dalam telah terukir nama Yeong.
Haneul : mampus lu bangsat, berani banget lu nyaingin gue! Gue bakalan ngelakuin segala cara agar lu jauh in Jeon Jungkook. HAHAHAHA
Kau tau kenapa Haneul melepas atasan Jungkook? Dan menutupi bagian bawah nya dengan selimut padahal ia masih menggunakan celana lengkap dengan sabuk nya?. Ya! Haneul ingin manghancurkan hati Yeong dengan berfikir bahwa Haneul dan Jungkook sedang melakukan perbuatan yang memalukan. Padahal TIDAK! Itu hanya sebuah rekayasa Haneul semata!
Perasaan gembira serta bangga telah ada di hati Haneul karna ia merasa ia lah yang menang!. Sedangkan Jungkook?!, ia masih tertidur tak sadar kan diri. Jungkook tak tau bahwa orang yang sangat di sayangi nya telah pergi ke tempat lain bersama seseorang yang telah rela mengorbankan hidupnya dan berjanji akan selalu melindungi Yeong. Seseorang yang tak akan membiarka Yeong meneteskan satu tetes pun air mata kesedihan. Hanya boleh ada air mata bahagia yang jatuh dari mata indah milik Yeong.
Author : DIH BANGSAT KOK BISA BISANYA GUE BIKIN TOKOH YANG KAYAK GINI!
NAUZUBILLAH!! NAJIZZ!!!